Pak Slamet,
Saya dengan bantuan teman-teman di Shell Jakarta pernah berburu data
sumur-sumur tua yang dibor BPM tahun 1920an s/d 1940an. Ternyata data
tersebut tersimpan rapih dan utuh di perpustakaan Shell di De Hague,
Belanda. Tak hanya data sumur tapi laporan2 ekspedisi geologi yang
ditulis tangan pun semuanya masih tersimpan rapih. Saya diperbolehkan
membaca dan meng-copy-nya bahkan disediakan mesin photocopy gratis
Saya dengar ada usaha dari ditjen Migas untuk menginventarisasi data
tersebut dan untuk membawanya pulang ke Indonesia. 
Jadi tahan napas dan bersabar sampai saatnya tiba nanti kita bisa
manfaatkan data tersebut. Asal saja bisa terjemahkan ke bahasa yg kita
mengerti dan tak dipungut biaya.....

Wass.
Witan

-----Original Message-----
From: Slamet Riyadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 04, 2007 3:34 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Siapa yang Harus Memperbaharui Buku "Geologi
Indonesia" ?

Pak Awang,
Kalau melihat perpustakaan di Jayapura  atau daerah lain . . . banyak
sekali
buku-buku kuno geologi peninggalan geologist Belanda, entah bagaimana
nasib
buku-buku berupa laporan, journal dsb (original) yang mulai lusuh dan
lapuk.


"Andaikata" buku-buku itu bisa dibeli oleh geologist penyayang buku,
mungkin
nasib buku-buku tersebut akan lebih aman dari keapekan, lusuh dan lapuk
-
cuma bagaimanapun itu milik perpustakaan nasional yang tidak
diperdagangkan?.

"Terbukti" kaset-kaset era 70-an dan 80-an yang mulai lapuk di Cihapit
Bandung, masih nyaring bunyinya ditangan kolektor penggemarnya. Atau
furnitur peninggalan zaman Majapahit-pun masih baik kondisinya ditangan
perorangan?!

Semoga ada yang lebih peduli dengan buku yang ada, tidak hanya peduli
untuk
memperbaruhi khasanah buku geologi.

p.s.: hal yang klasik, anggaran pemeliharaan tidak cukup?!

Salam,
SR


On 9/4/07, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> R.W. van Bemmelen datang ke Indonesia menjelang tahun 1930, bertugas
di
> Dienst van Het Mijnwezen (Dinas Pertambangan) di Bandung, diberi tugas
> utama mengamati beberapa gunungapi aktif di Jawa dan memetakan lembar
> Bandung. Tahun 1936 terbitlah peta geologi Bandung (van Bemmelen,
1936).
> Sementara itu, laporan2 dari para geoloog Belanda berdatangan terus.
> Menjelang tahun 1940, ada gelagat Indonesia mau merdeka, ada pikiran
> dari para petinggi Dinas Pertambangan di Bandung dan para pengawasnya
di
> Jakarta dan Holland agar segera dibuat laporan tentang geologi
Indonesia
> hasil pekerjaan Belanda selama hampir 100 tahun di Indonesia.
> Penyelidikan geologi di Indonesia dimulai tahun 1850. Sampai menjelang
> tahun 1940 itu katanya ada sekitar 6000 laporan dan artikel geologi
> tentang Indonesia yang diterbitkan oleh Dinas Pertambangan maupun
dimuat
> di majalah2 ilmu pengetahuan alam saat itu. Sebanyak itulah yang mesti
> dipilih2, diringkas, ditelaah, dan dikompilasi.
>
> delete--------
>



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke