>Encik Herman
Maksud Abah ohohohoh , waktu di Bali , kayaknya bule bule ndak percaya kita bisa buat buku seperti itu hehehe. Si-Abah _____________________________________________________________________ Abah, > > Buku itu laku .... he..he.. bela diri... > Tapi mereka tidak tau bagaimana cara belinya. IAGI belum punya marketing > strategy. > Karena itu mereka banyak yang menghubungi saya langsung. Kalau saya pulang > ke Indonesia biasanya saya belikan untuk mereka. Sampai sekarang saya > sudah beli dari IAGI berpuluh-puluh, tapi tidak ingat berapa jumlahnya. > > Saya usul dijual di Gramedia, atau toko-toko buku lainnya. Bisa juga titip > IPA. Tapi tidak ada tindak lanjutnya. > > Salam, > > Herman > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: 04 September 2007 13:22 > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Siapa yang Harus Memperbaharui Buku "Geologi > Indonesia" ? > > > > >> > Awang > > Spirit untuk melakukan itu > jelas ada , kalau Anda ingat IAGI pernah menerbitkan buku rangkuman ( wah > saya lupa judul persis-nya...............) . > Komandan-nya waktu itu > Herman Darman , dijual di AAPG Int'l Conress di Bali tahun 2000, dan > anehnya (????) , kok ndak laku ya ??? > Tapi pertanyaan yang pokok , > dan menjadi diskusi waktu itu adalah :"Apakah memeng perlu dan > diperlukan" merangkum geologi Indonesia seperti yang dilakukan > oleh RW van Bemmelen , di hari ginee. ???? > Jadi cost and benefit-nya > begituuuu. > > Si-Abah > > _______________________________________________________________________ > > > > > > > > > > > > i > Indonesia. >> Penyelidikan geologi di Indonesia dimulai tahun > 1850. Sampai menjelang >> tahun 1940 itu katanya ada sekitar 6000 > laporan dan artikel geologi >> tentang Indonesia yang diterbitkan > oleh Dinas Pertambangan maupun dimuat >> di majalah2 ilmu > pengetahuan alam saat itu. Sebanyak itulah yang mesti >> dipilih2, > diringkas, ditelaah, dan dikompilasi. >> >> >> >> Siapa yang mau ditugasi menyusun pekerjaan raksasa itu ? Pilihan > jatuh >> ke Reinout van Bemmelen. Maka dimulailah pekerjaan > raksasa itu. Setelah >> sekitar tiga tahun bekerja, datanglah > Jepang, dan van Bemmelen termasuk >> yang ditahan dan dikirim ke > Saigon sebagai interniran (tahanan). Banyak >> manuskrip buku > geologinya hilang entah ke mana. Pulang dari tahanan, >> walaupun > Indonesia telah merdeka tahun 1945, tidak serta merta Dinas >> > Pertambangan Belanda diserahkan ke Indonesia; masih banyak geoloog >> Belanda yang bekerja, bersama orang2 Indonesia tentunya; bahkan di > >> Hollandia sana (Jayapura maksudnya) pada tahun 1988 saya masih > menemukan >> buku lapangan kepunyaan G.A.F. Molengraaff berangka > tahun 1962 saat dia >> menjalani Cycloops Mountains dan Sarmi di > perbatasan dengan PNG >> (kebetulan saat itu saya sedang cuti > kuliah dan bekerja menerjemahkan >> laporan2 geologi Belanda di > Papua untuk sebuah perusahaan emas dari >> Australia). >> > >> >> >> Empat tahun kemudian (1945-1949), > terbitlah buku van Bemmelen yang >> monumental itu (van Bemmelen, > 1949), berarti van Bemmelen mengerjakan >> buku itu total sekitar > 7-8 tahun, empat tahun sebelum Jepang datang, >> empat tahun > setelah Indonesia merdeka. Tiga buku dia terbitkan : Geologi >> > Umum, Geologi Ekonomi, Daftar Referensi, dan satu folder berisi puluhan > >> peta berukuran lebar. Kemudian, ternyata buku van Bemmelen > bertahan >> sampai sekarang, hampir 60 tahun. Saya pikir jarang > ada buku keluaran >> 1940an masih diacu sampai sekarang. Apakah > kita semua pernah memegang >> buku-buku van Bemmelen, bukunya > berat, karena tebalnya 732 halaman dan >> memang bukunya berukuran > besar, berwarna hijau. Buku cetakan keduanya >> diterbitkan lagi > (tanpa perbaikan apa pun, hanya penambahan referensi) >> tahun > 1972. >> >> >> >> Jadi, buku van Bemmelen > itu disusun sebenarnya sebagai buku laporan >> pertanggungjawaban > pekerjaan. Memang beberapa kali Belanda membuat buku2 >> semacam > itu untuk menutup periode suatu pekerjaan. Misalnya Verbeek dan >> > Fennema tahun 1896 menerbitkan buku monumental geologi Pulau Jawa (de >> Geologische Beschrijving van Java) sebagai pertanggungjawaban >> penyelidikan geologi di Jawa sejak 1850-hampir 1900. Untuk > Indonesia ? >> Pertama kali dikeluarkan oleh Henry Brouwer (1927), > pernah juga M.G. >> Rutten, tetapi yang komprehensif hanyalah > buatan van Bemmelen (1949). >> >> >> >> > Katakanlah bangsa Indonesia mulai mengambil alih secara penuh semua >> pekerjaan geologi di Indonesia sejak 1969, ini berdarkan program > >> Pembangunan Jangka Panjang (PJP) Tahap I, 30 tahun, yang > dibagi-bagi ke >> dalam Repelita lima tahunan. Akhir PJP I adalah > tahun 1999. Pekerjaan >> geologi selama 30 tahun ini sangat pesat > karena tenaga ahlinya banyak >> dan orangnya (para pekerja) pun > banyak, dananya juga disediakan. >> Dikatakan bahwa sampai 1999 > sekitar 85 % wilayah Indonesia telah >> dipetakan. Sebelum Pak > Harto lengser, hasil penelitian selama PJP I ini >> telah > dipresentasikan di depan Pak Harto pada tahun 1996/1997. Adakah >> > buku pertanggungjawabannya ? Pak Rab Sukamto dari P3G (sekarang PSG - >> Pusat Survei Geologi) pada tahun 2000 mengeluarkan buku berjudul > >> "Pengetahuan Geologi Indonesia : Tantangan dan > Pemanfaatan" (Publikasi >> Khusus P3G No. 22, Oktober 2000, > 91 halaman). Di dalamnya, memuat >> hasil-hasil ringkasan > penyelidikan geologi di Indonesia selama 30 tahun >> sebelumnya, > peta2 skala seluruh Kepulauan Indonesia ditampilkan. Ini >> jelas > dimaksudkan bukan sebagai buku pertanggungjawaban ala Verbeek dan >> Fennema untuk Jawa, dan van Bemmelen untuk Indonesia, tetapi > sebagai >> laporan ringkasan saja. >> >> >> >> Tahun 1979, Warren Hamilton dari USGS menerbitkan > "Tectonics of the >> Indonesian Region", tahun 1985 > Katili mengeluarkan buku kumpulan >> paper2nya, tahun 1989 Charles > Hutchison dari Universiti Kebangsaan >> Malaysia menerbitkan > "Geological Evolution of SE Asia", dan Robert Hall >> > serta Derek Blundell tahun 1996 (sebagai editors) menerbitkan > "Tectonic >> Evolution of SE Asia". Tahun 2000, 25 > penulis (diorganisasi dan di-edit >> oleh Herman Darman dan Hasan > Sidi) menerbitkan buku "An Outline of the >> Geology of > Indoneisa" sebagai awal pembaharuan 50 tahun buku van >> > Bemmelen. Tahun 2003, P3G mengeluarkan "Atlas Geologi dan Potensi >> Sumberdaya Mineral dan Energi Kawasan Indonesia Skala 1 : > 10.000.000", >> di dalamnya dapat ditemukan puluhan peta > geologi hasil penyelidikan >> geologi di Indonesia selama ini. > Buku ini bagus dipakai untuk melihat >> geologi regional Indonesia > dalam berbagai aspek. Keenam buku tersebut >> adalah buku-buku > terpenting untuk mengetahui geologi Indonesia secara >> regional > dan beberapa bisa cukup detail. >> >> >> >> Adakah publikasi detail pertanggungjawaban macam Verbeek dan > Fennema >> (1896) atau van Bemmelen (1949) sebagai hasil > penyelidikan 30 tahun itu >> ?. Tidak ada. Atlas peta geologi > (P3G, 2003) mungkin dimaksudkan sebagai >> laporan > pertanggungjawaban, tetapi tak ada bukunya. >> >> >> >> Apakah kita bisa memperbaharui buku van Bemmelen (1949) > menggunakan >> semua data yang sudah kita punyai sampai sekarang, > dan semua publikasi >> yang telah kita punyai sampai sekarang ? > Berdasarkan kemampuan, tentu >> saja kita bisa. Berapa banyak > profesor, doktor, dan master yang sudah >> kita punyai ? Berapa > banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan >> geologi yang sudah > kita punyai ? Berapa banyak lembaga-lembaga riset >> geologi yang > sudah kita punyai ? Berapa banyak organisasi profesi >> geosains > yang sudah kita punyai ? Menurut hemat saya, itu sudah lebih >> > dari cukup kalau untuk menyusun buku seperti yang van Bemmelen >> > keluarkan. Lalu, mengapa dong kita tak kunjung menerbitkan buku > "Geology >> of Indonesia" terbitan baru ? Kata Prof. > Adjat Sudradjat pada suatu >> obrolan bersama beliau, "karena > kita sekarang terlalu banyak orang >> pintarnya, sehingga gak > jadi-jadi" Ini tentu kata-kata bersayap. >> >> >> >> Seingat saya IAGI pernah punya komisi (atau task force > ?) pembaharuan >> buku van Bemmelen awal tahun 1990an di bawah > komando alm. Dr. Bona >> Situmorang, tetapi ini tidak berjalan > sebab mungkin Pak Bona saat itu >> sibuk di berbagai kegiatan dan > organisasi (termasuk Timor Gap). >> >> >> >> Nah, apakah kita memang perlu memperbaharui buku van Bemmelen > (1949) ? >> Atau cukup puas dengan publikasi2 yang ada yang cukup > detail seperti >> Hamilton (1979), Hutchison (1989) dan Hall dan > Blundell (1996) dan atlas >> peta-peta geologi (P3G, 2003) dan > ribuan publikasi selama ini yang >> tersebar di mana2. Dengan cara > begitu, berarti kalau kita mau mengetahui >> geologi suatu daerah > di Indonesia, maka kita mesti mengumpulkan semua >> publikasi > tentang daerah itu lalu mempelajarinya satu demi satu. >> >> >> >> Lalu, kalau kita mau memperbaharui buku van > Bemmelen (1949), siapa yang >> seharusnya menyusun buku itu ? > Badan Geologi (Pusat Survei Geologi) ? >> Konsorsium perguruan > tinggi ? IAGI ? Lembaga-lembaga riset geologi >> (seperti Pusat > Geoteknologi LIPI) ? Perusahaan-perusahaan Konsultan >> Geologi ? > >> >> >> >> Keluar dari itu, buku van > Bemmelen (1949, 1972) masih baik sekali >> dipakai untuk > mengetahui geologi di pelosok pulau mana pun di Indonesia; >> > sekalipun sintesisnya masih menggunakan teori-teori yang dulu >> > dikembangkannya di rantai pegunungan di Spanyol (Beltic) dan diilhami >> konsep geo-tumor Haartman tahun 1920-1930-an. Sebagai contoh, bisa > dicek >> di keterangannya tentang asal Laut Banda. >> >> >> >> Demikian, untuk kita pikirkan bersama kalau > kita cukup peduli dengan >> Geologi Indonesia. >> >> >> >> Salam, >> >> awang >> > >> >> >> >> >> > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > 228 papers have been accepted to be presented; > send the extended-abstract or full paper > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

