Pak Awang, Sependek yang saya tahu, proses illitisasi ini umumnya terjadi secara bertahap. Pada daerah yang mempunyai tekanan sangat tinggi umumnya pada kedalaman 1000 m pertama, smektit bisa berubah menjadi illite dan umumnya terjadi di temperatur sekitar 60 derajat C dimana lapisan air pertama dikeluarkan dari struktur smektit. Selanjutnya proses illitisasi semakin meningkat pada suhu sekitar 80 derajat C. Pada suhu diatas 150 derajat Celcius umumnya smektit bisa sepenuhnya menjadi illite. Secara rata-rata proses dehidrasi terjadi pada suhu sekitar 105 derajat C. Yang saya ingin tanyakan, kira-kira berapa gradient geothermal di sumur BJP-1 ? Mungkin kehadiran illite yang berlimpah di kedalaman 3600-5300 ft bisa lebih dijelaskan dgn data tambahan gradient geothermal yang ada.
-doddy- -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 16, 2007 1:20 PM To: [email protected]; Geo Unpad Subject: Re: [iagi-net-l] BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali Air yang selama ini keluar di LUSI kita pikirkan dikontribusi oleh (1) lapisan batupasir tebal yang di BJP-1 ditembus dari kedalaman 6100 ft sampai mendekati TD sumur di sekitar 9200 ft, (2) lapisan lempung di kedalaman yang lebih dangkal dari 6000 ft melalui proses dehidrasi pada saat terjadi perubahan diagenesis dari smektit ke ilit (ilitisasi). Alternatif ke-2 kalau LUSI merupakan sistem elisional (seperti semua sistem rapid sedimentation, diapir, mud volcano, yang terkompresi, dan punya gradien geotermal yang lumayan) bisa lebih tepat. Sebab air dehidrasi dari clayey series merupakan penggerak utama sistem elisional. Di lapisan shale yang smektitnya berubah menjadi illite akan ada interlayer water hasil dehidrasi perubahan diagenetik ini. Lalu air ini akan ke luar menuju ke tekanan yang rendah (misalnya permukaan) kalau top seal yang ada di dalam lapisan shale ini dihilangkan oleh proses transformasi ini, atau retak oleh proses tektonik. Berdasarkan anlisis XRD pada mineral lempung di BJP-1 mineralogi lempung/shale di wilayah ini pada kedalaman 2000-6000 ft didominasi oleh kaolinit-smektit-ilit. Di kedalaman 3600-5300 feet illit secara sistematik bertambah banyak, bisa ditafsirkan telah terjadi ilitisasi yang menghasilkan dehydrated water. Dalam proses ini 1m3 lempung bisa menghasilkan 0.35 m3 air. Nah, dengan data seismik bisa dihitung berapa banyak volume air yang dihasilkan oleh proses transformasi lempung ini di bawah LUSI. salam, awang

