Air yang selama ini keluar di LUSI kita pikirkan dikontribusi oleh (1) 
lapisan batupasir tebal yang di BJP-1 ditembus dari kedalaman 6100 ft sampai 
mendekati TD sumur di sekitar 9200 ft, (2) lapisan lempung di kedalaman yang 
lebih dangkal dari 6000 ft melalui proses dehidrasi pada saat terjadi perubahan 
diagenesis dari smektit ke ilit (ilitisasi). 
   
  Alternatif ke-2 kalau LUSI merupakan sistem elisional (seperti semua sistem 
rapid sedimentation, diapir, mud volcano, yang terkompresi, dan punya gradien 
geotermal yang lumayan) bisa lebih tepat. Sebab air dehidrasi dari clayey 
series merupakan penggerak utama sistem elisional. 
   
  Di lapisan shale yang smektitnya berubah menjadi illite akan ada interlayer 
water hasil dehidrasi perubahan diagenetik ini. Lalu air ini akan ke luar 
menuju ke tekanan yang rendah (misalnya permukaan) kalau top seal yang ada di 
dalam lapisan shale ini dihilangkan oleh proses transformasi ini, atau retak 
oleh proses tektonik.
   
  Berdasarkan anlisis XRD pada mineral lempung di BJP-1 mineralogi 
lempung/shale di wilayah ini pada kedalaman 2000-6000 ft didominasi oleh 
kaolinit-smektit-ilit. Di kedalaman 3600-5300 feet illit secara sistematik 
bertambah banyak, bisa ditafsirkan telah terjadi ilitisasi yang menghasilkan 
dehydrated water. Dalam proses ini 1m3 lempung bisa menghasilkan 0.35 m3 air. 
Nah, dengan data seismik bisa dihitung berapa banyak volume air yang dihasilkan 
oleh proses transformasi lempung ini di bawah LUSI.
   
  salam,
  awang
  


Franciscus B Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Vick,
Gimana kalau air nya dari shale yang ter " press" itu?

fbs

----- Original Message ----
From: Rovicky Dwi Putrohari 
To: [email protected]
Sent: Monday, October 15, 2007 10:14:32 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali


Penemuan deutrium yang sangat menarik Pak Awang. Indikasi sumber air
dari kedalaman 8000m ini bukannya tidak pernah didiskusikan. Tetapi
sebenarnya sudah saya modelkan dalam "Detak-detak kelahiran Lusi"
http://rovicky.wordpress.com/2007/04/03/detak-detak/ . Dan waktu demi
waktu akhirnya aku semakin yakin bahwa "detak-detak kelahiran Lusi"
ini dapat dipakai sebagai hipotesa untuk memperkirakan 'what next ?'.

Hubungan sekuensial ketika terjadi "intermitten flow" (semburan
terbatuk-batuk), dan amblesan setempat/"differential subsidence"
(banjir), semakin membuat aku yakin bahwa kejadian ini memang
semestinya harus ditangani secara scientific dengan baik. Bukan
sekedar dengan penelitian seadanya. Saya setuju dengan pendapat ADB
dahulu bahwa yang paling pantes menangani segi penelitian ilmiahnya
adalah BPPT. Sehingga dengan misi saintific ini data akan dapat
terbuka kepada siapa saja yang berminat meneliti. Dan akan mempermudah
scientist-saintis memperoleh data untuk diteliti dengan lebih
intensif.

Air dari kedalaman 8000 m.
Aku sendiri tidak berpikir bawa di kedalaman 8000 ini sudah masuk ke
basement. Saya memperkirakan adanya sedimen dibawah Kujung, atau
paling tidak ada sub cekungan (syn-rift) yang menjadi wadah penampung
air. Dalam model Detak-detak kelahiran Lusi aku sebut di dalam model
itu sebagai "potential hydrothermal reservoir".

Menurut pendapatku, jumlah air yang sangat banyak ini sangat sulit
kalau disebabkan oleh diffesential magmatik. Mungkin saja akan ada
fraksi-fraksi differential magmatik sebagai pembentuk air (wah ini
menjadi info baru tentang dari mana asalnya air ya ?), namun fraksi
terbesarnya kemungkina adanya wadah (reservoir) tempat penyimpanan air
dibawah sana.

Kalau gejalanya akhirnya menjunjukkan "geyser saja" (hanya uap air
yang keluar), yang perlu diperhatikan adalah debit. BIsa saja kalau
geyser ini merupakan siklus tertutup dari Gunung Penanggungan, maka
proses ini menjadi lebih mudah dikontrol. (seperti dugaan "Detak-detak
kelahiran Lusi". Namun kalau material yang keluar masih bercampur
lempung dan material padat lainnya, maka kondisi "batuk-batuk" ini
perlu dicermati karena kemungkinan akan terjadi amblesan lagi yang
akan menyebabkan banjir limpahan pada bagian tanggul yang turun.

Salam

RDP

On 10/15/07, kartiko samodro wrote:
> Pak Awang,
> Apakah dengan GPR memang bisa memetakan struktur sampai kedalaman
8000 m,
> dan apakah biayanya lebih murah untuk bisa menggantikan seismic ?
>
>
> On 10/15/07, Awang Satyana wrote:
> >
> > Pak Soffian Hadi (ahli geologi anggota BPLS) kemarin kirim sms
sbb.:
> > "Perilaku Lusi makin jelas seperti geyser, dalam 2 hari terakhir
ini
> > kejadian quiet selama 20 menit-150 menit dengan interval 5-8 jam,
meskipun
> > (seperti geyser) diawali semburan yang cukup kuat 3-5 meter mud
kick"
> >
> > Pak Soffian pun membagi info bahwa terdapat kehadiran deuterium
yang
> > signifikan, dan berdasarkan rekaman GPR (ground penetrating radar)
terbaru
> > terdapat sesar2 baru yang memotong sampai kedalaman 8000-an meter.
Sumber
> > air pembawa deuterium diperkirakan berasal dari kedalaman 8000-an
meter itu
> > yang terpanasi oleh magma yang statik. Kalau air formasinya habis,
maka Lusi
> > akan seperti bledug Kuwu.
> >
> > Info2 di atas menunjukkan perkembangan baru Lusi yang tak pernah
menjadi
> > diskusi selama ini. Pendapat sumber air dari 8 km itu masih menjadi
diskusi
> > kami. Harus dilakukan analisis air selama ini yang keluar saat
diperkirakan
> > berasal dari kedalaman 2 km, dan yang sekarang diperkirakan dari
kedalaman 8
> > km. Kedalaman 8 km di wilayah ini mestinya sudah masuk ke basement;
> > bagaimana ia bisa mengandung air - diferensiasi magmatik ?
> >
> > salam,
> > awang
> >
> > Rovicky Dwi Putrohari wrote:
> > Senin, 15 Okt 2007
> > * BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali
> > *
> > SIDOARJO - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mencatat
aktivitas
> > semburan lumpur panas di Porong berhenti beberapa kali. Fenomena
itu masih
> > diselidiki sebagai tanda-tanda atau gejala apa, mengingat terjadi
empat
> > kali
> > dalam tiga hari.
> >
> > Menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad
> > Zulkarnain,
> > sejak Kamis (11/10), semburan lumpur berhenti empat kali. Kali
pertama
> > terjadi pada Kamis pukul 16.25 WIB sampai 17.50 atau sekitar 85
menit.
> > Semburan berhenti untuk kali kedua pada hari yang sama pukul 22.30
hingga
> > 23.30 atau sekitar 60 menit.
> >
> > Keesokan hari, Jumat (12/10), kata Zulkarnain, semburan juga sempat
> > berhenti
> > pada pukul 10.30 hingga pukul 11.00. "Semburan berhenti sampai
menjelang
> > salat Jumat. Setelah itu, lumpur menyembur lagi," ujarnya. Kejadian
> > keempat
> > berlangsung pada Sabtu (13/10). Semburan berhenti sekitar pukul
11.05 WIB
> > dan menyembur lagi pukul 11.20 atau sekitar 15 menit.
> >
> > Dia menambahkan, berhentinya aktivitas semburan lumpur panas
tersebut
> > diikuti kenaikan kadar gas hydrogen sulfide (H2S) yang mencapai 22
PPM
> > dari
> > batas normal 20 PPM. Selain itu, 71 gelembung (bubble) yang ditemui
di
> > berbagai tempat menunjukkan penurunan aktivitas. "Mungkin, ada
kaitan
> > dengan
> > berhentinya semburan sebanyak beberapa kali itu," ucapnya.
> >
> > Berhentinya aktivitas semburan juga ditandai ritme semburan lumpur
yang
> > berbeda. Di pusat semburan, sempat tidak tampak asap yang tinggi
maupun
> > gelembung air.
> >
> > Zulkarnain mengatakan, BPLS berencana mendatangkan ahli untuk
meneliti
> > lebih
> > lanjut fenomena tersebut. Berhentinya aktivitas semburan itu juga
pernah
> > terjadi pada masa Tim Nasional Penanggulangan Lumpur sekitar
Februari
> > 2007.
> > "Namun, kali ini kejadiannya berulang. Waktu terjadinya pun
berdekatan,"
> > paparnya. (riq)
> >
> >
> > --
> > http://rovicky.wordpress.com/
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get
> > listings, and more!
>


-- 
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------





----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------



       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

Kirim email ke