Untuk diketahui bahwa Prof Sartono itu adalah murid Prof. Dr. Peter Marks,
yang merupakan murid Von Koenigswald. "Kuncen" di Sangiran yang "mengabdi"
pada Von Koenigswald sebelum Perang Dunia II kemudian menganggap Dr. Peter
Marks sebagai pewaris Koenigswald, dan kemudian diwariskan lagi pada Prof
Sartono.
Suatu peristiwa terjadi di tahun 70-an kuncen ini menemukan tengkorak
penting, langsung pergi ke Bandung untuk menemui Prof Sartono dan tidak mau
menyerahkannya pada siapa2, tidur di museum geologi menunggu prof Sartono
datang. Ini waktu itu cukup heboh dan tegang, karena Prof Jacob waktu itu
sedang naik daun dan melakukan penilitian di Sangiran. Itulah adat Jawa
untuk mengabdi turun-temurun.
RPK
----- Original Message -----
From: "Maryanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, October 19, 2007 8:49 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Antrtopolog Prof DR Teuku Jacob Meninggal Dunia
Iagi.netter yang budiman, Selamat ketemu lagi.
(Ini setelah sebulan, sejak sekitar 4 September saya tak mendapatkan email
dari milist ini, entah "nyantol" dimana. Kalau ada pertanyaan di sebulan
itu, mohon beritahu kami).
Memang saya kaget kemarin dengan berpulangnya Prof Teuku Jacob. Seorang
paleontolog kelas internasional, lagi bersahaja. Saya ketemu pertama,
berdiskusi pada Desember 2005 lalu. Beliau amat ramah, amat terbuka dengan
ilmu. Kami kasihkan softfile teoriku juga print, Beliau senang dengan ide
global supercontinet cycle kami. Sambil bilang: loh kok banyak amat nih
isinya.
Orang besar Aceh ini, ceritakan kepada kami. Setelah lulus SMA, beliau lalu
naik pesawat ke Jogja untuk kuliah di Kedokteran. Bayangkan saja, kalau
tidak orang besar juga kaya, mana bisa naik pesawat tahun itu di Indonesia.
Tujuh tahun beliau menyelesaikan pendidikan dokter (1950-1956). Belajar di
Universitas Amerika, Washington DC, hingga 1960), dan menjadi doktor di 7 th
berikutnya (1967) di Rijksuniversiteit, Utrecht, Negeri Belanda, dibimbing
dua arkeolog ternama: Prof. Dr. W. Montague Cobb, dan Prof. Dr. G.H.R.
Koenigswald.
Menjadi Rektor ke 7 (1981-1986), di Kampus Cemara 7 UGM ini. Ini setelah
melewati menjadi assiten ahli antropologi, sekertaris fakultas Kedokteran,
dan dekan, serta banyak jabatan lainnya. Pada tahun ''77, menjadi anggota
Komisi Kerja Senat UGM. Di tahun '77 ini, beliau menarik sekali bercerita,
di iringi banyak mobil bersirine ketika mengunjungi di Tokyo, membawa banyak
kopor isi fosil. Meninggal di usia 77 th (6 Des 1929-17 Oktober 2007),
meninggalkan banyak karya, dan tetap bersahaja, sampai rumah pribadipun
katanya tak punya. Beliau tinggal di kompleks Sekip, perumahan dosen itu.
(Kutimpali cerita bahwa th '77, waktu ku masuk UGM).
Betapa karyanya amat banyak. Lumayan, saya mempunyai beberapa karya beliau.
Jumlah karya beliau 300'an paper. Atau rata-rata 10 paper per tahun dalam
sepuluh - dua puluh tahun terakhir. Suatu prestasi yang sulit saya lakukan
mencapai jumlahnya. Ada yang menyaingi ? Untuk membahas masalah temuan fosil
Liang Bua Flores, seminar tingkat internasional 23-25 Juli 2007 di Hyatt
Regency Yogya.
Kami merasa amat kehilangan beliau, belum sempat banyak berdiskusi. Semoga
Alloh menerima semua amalnya, di ampuni dosanya, dan dimasuk di surga,
dimana sabda-sambutanNya adalah "salam".
Ma'af lahir dan bathin kepada semua netter. Aku kan bisa banyak salah ucap
waktu berdiskusi.
Salam,
Maryanto.
----- Original Message ----
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; Geo Unpad <[EMAIL PROTECTED]>; Eksplorasi
BPMIGAS <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 18, 2007 3:58:43 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Antrtopolog Prof DR Teuku Jacob Meninggal Dunia
Turut berduka cita dengan berpulangnya Prof Dr. Teuku Jacob.
Ralph von Koenigswald, ahli vertebrata dan paleo-antropologi terkenal
semasa zaman Belanda di Indonesia, punya dua murid orang Indonesia yang
kemudian meneruskan pekerjaannya. Dua orang Indonesia ini kemudian terkenal
sebagai ahli2 paleo-antropologi pertama di Indonesia. Mereka adalah Sartono
Sastrohamidjojo dan Teuku Jacob. Pak Sartono berpulang pada 1995, Pak Teuku
Jacob berpulang baru kemarin (17 Oktober 2007). Kini kedua ahli
paleo-antropologi Indonesia pertama itu telah tiada.
Saya yakin, para penerus Pak Sartono di ITB dan Pak Teuku Jacob di UGM
akan tetap mengembangkan paleo-antropologi di Indonesia - sebuah negeri
"hot-spot" dalam dunia paleo-antropologi.
Pak Teuku Jacob terkenal sebagai orang yang keras akan koleksi2 fosilnya.
Tidak sembarang orang bisa melihat dan menelitinya, termasuk para peneliti
bule yang datang ke Indonesia. Sering ditulis bahwa Pak Teuku Jacob sangat
hati2 dengan koleksi fosilnya itu, sampai ia selalu membawanya ke mana-mana
menggunakan kopor.
Pak Teuku Jacob (lahir 1929) sebaya dengan Pak Sartono (lahir 1928), hanya
berbeda setahun usianya. Tentu saja mereka berdua mempunyai beberapa
penelitian paleo-antropologi bersama, terutama di Jawa. Pak Jacob memperoleh
gelar doktornya di Utrecht Belanda dibimbing langsung oleh Prof. Dr.
Koenigswald. Pak Sartono memperoleh gelar doktornya 12 tahun sebelumnya
(1958) di Universitas Indonesia dengan disertasinya tentang Pegunungan Sewu.
Dan, ternyata penyakit liver sama-sama mengakhiri hidup Pak Sartono dan
Pak Teuku Jacob.
Seperti Pak Sartono, Pak Teuku Jacob pun beberapa kali mengeluarkan
gagasan2 yang kontroversial. Misalnya, Pak Teuku pernah mengeluarkan gagasan
agar boleh menerima anak SMA lulusan IPS di Faklutas Kedokteran, juga pernah
mengeluarkan gagasan agar sarjana teknik (insinyur) pun diberi kewajiban
praktek di desa dan daerah terpencil, WKS (wajib kerja sarjana) itu jangan
hanya jadi kewajiban para lulusan kedokteran. Dalam dunianya
(paleo-antropologi) juga ada beberapa gagasan kontroversialnya. Gagasan
kontroversialnya yang terakhir adalah tentang Homo floresiensis.
Temuannya tentang manusia Flores sampai saat ini masih mengundang
perdebatan. Sebagian ahli menilai manusia Flores adalah spesies tersendiri
dari manusia yang disebut
Homo floresiensis. Namun Prof Jacob bersikukuh pada pendapatnya manusia
flores adalah manusia biasa seperti kita (Homo sapien) namun memiliki
gangguan sehingga tubuhnya kerdil atau mengalami penyakit micro sevali
(pengecilan tempurung kepala). Untuk membahas masalah temuan fosil Liang Bua
Flores itu, Pak Jacob hampir tiga bulan lalu menggelar pertemuan
International Seminar on Southeast Asian Paleoanthropology (ISSP) pada
tanggal Senin 23 Juli hingga 25 Juli 2007 di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta.
Pak Teuku Jacob menyatakan bahwa volume otak yang kecil ini mungkin
merupakan suatu tanda kelainan mental daripada sekedar bukti yang
menyatakannya sebagai satu spesies terpisah. (Pak Teuku Jacob juga seorang
pakar di bidang patologi.) Selain itu, proses dwarfisme yang diperkirakan
menjadi penyebab ukuran otak yang kecil pada Manusia Flores ini juga
ditemukan pada ras-ras manusia lain. Teuku Jacob menekankan bahwa dwarfisme
semacam itu tidak hanya dapat ditemukan di Flores, tapi juga di Central
Mountain, Papua dan Andaman, Aceh. Fakta bahwa dwarfisme dikenal pada
ras-ras manusia lainnya memberikan petunjuk baru tentang kekeliruan
menetapkan H. floresiensis sebagai suatu "spesies" terpisah berdasarkan
dwarfisme tersebut.
Begitulah Pak Teuku Jacob. Selamat jalan Pak Teuku. Semoga penerus2mu akan
membuat Indonesia semakin berdaulat dan terpandang dalam dunia
paleo-antropologi.
salam duka,
awang
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
*17/10/07 21:51*
Antrtopolog Prof DR Teuku Jacob Meninggal DuniaYogyakarta (ANTARA News) -
Guru Besar Emeritus (pensiun) Ilmu Kedokteran dari Universitas Gadjah Mada
(UGM), Prof DR Teuku Jacob, yang juga antropolog ragawi, meninggal dunia di
Rumah Sakit (RS) Sardjito, Yogyakarta, pada Rabu sekira pukul 18.00 WIB.
"Prof Jacob meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif di RS
Sardjito karena penyakit liver kronis," kata Kepala Hubungan Masyarakat
(Humas) dan Protokol UGM, Suryo Baskoro, di Yogyakarta.
Prof Jacob adalah seorang antropolog ragawi UGM yang dikenal dengan
penemuannya tentang keberadaan manusia Flores yang kontroversial dan sering
menghebohkan kalangan antropolog di seluruh dunia.
"Ia juga dikenal sebagai seorang ilmuwan yang menghasilkan banyak karya
tulis, penelitian, buku, artikel, makalah di berbagai jurnal dan surat
kabar," katanya.
Pada tahun 2002, Rektor UGM ke-7 periode 1981-1986 itu juga menerima
penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Megawati Soekarnoputri.
Sebelum meninggal dunia, ia ditangani secara intensif oleh sepuluh dokter
spesialis, antara lain berasal dari dokter ahli pencernaan, jantung, dan
saluran kencing.
"Jenazah akan disemayamkan di Balairung UGM pada Kamis pukul 12.00 WIB dan
dimakamkan pada pukul 13.00 WIB di makam keluarga UGM Sawitsari," katanya
menambahkan. (*)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
---------------------------------------------------------------------