Awang

Terima kasih , saya juga pernah dengar bahwa pantai Laut
Jawa di Semarang dulu terletak ditanjakan Gombel sekarang, apakah itu
benar ?
Apa memang ada patahan yang aktif di selatan semarang ?

Si-Abah

______________________________________________________________________
> Abah, 
> 
> Info lengkap tentang JCB sudah
di-posting Pak Maryanto, terima kasih Mas. 
> 
> Soal
Pulau Muria. Geografi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah zaman 
>
Erlangga pada abad ke-11 sedikit berbeda dengan kondisinya sekarang. Saat

> itu, Bengawan Solo masih bermuara di depan Madura, bukan di
Ujung Pangkah 
> seperti sekarang (kalau saja masih seperti pada
zaman Erlangga, maka 
> teman2 Amerada Hess tak akan sebanyak
sekarang mengeluarkan dana buat 
> survey seismik transisi dan
mendatangkan barge buat mengebor sumur2nya di 
> Lapangan Ujung
Pangkah), Tulungagung masih berupa rawa2, juga Wringinsapta 
>
(barat Mojokerto)dan muara Kali Brantas masih penuh rawa. Di Jawa Tengah

> utara ada Pulau Muryo dan ada Selat Muryo tempat Kali Lusi dan
Kali 
> Tuntang bermuara. 
> 
> Kerajaan Demak
abad ke-16, setelah 500 tahun sejak zaman Erlangga. Selat 
> Muryo
telah banyak tertutup oleh sedimentasi dari Kali Lusi dan Tuntang 
> yang membuang lumpurnya di celah sempit laut di selatan Pulau
Muryo. Ahli 
> sejarah Indonesia masa lalu, Rd. Moh Ali (buku teks
sejarahnya mungkin 
> dipakai Abah saat sekolah menengah dulu -
saya hanya mendapatkannya dari 
> pedagang buku bekas) pernah
menulis dalam buku "Peranan Bangsa Indonesia 
> dalam Sejarah
Asia Tenggara" (Ali, 1963) sebagai berikut. Pada suatu 
>
peristiwa Raden Patah diperintahkan oleh gurunya yaitu Sunan Ngampel agar

> merantau ke barat dan bermukim di sebuah tempat yang terlindung
oleh 
> gelagah wangi. Saat itu, Raden Patah masih sebagai seorang
bangsawan 
> Majapahit. Dalam perantauannya, Raden Patah sampai ke
daerah rawa di tepi 
> selatan Pulau Muryo, yaitu rawa-rawa besar
yang menutup laut atau lebih 
> tepat selat yang terdapat di
antara Pulau Muryo dan daratan Jawa Tengah. 
> Di situlah
ditemukan gelagah wangi dan rawa, kemudian nama itu berubah 
>
menjadi Demak sampai sekarang. 
> 
> Buku lain,
"Negara Krtagama" (Slametmuljana, 1979) menguatkan tulisan Moh

> Ali, ahli sejarah ini menulis bahwa Raden Patah membuka hutan
di 
> Glagahwangi dan menjadikannya dukuh baru bernama Bintara,
maka Raja Demak 
> pertama ini suka disebut juga Sultan Bintara.

> 
> Dulunya Demak terletak di tepi laut, tetapi sekarang
letaknya dari Laut 
> Jawa sekitar 30 km. Ini disokong oleh
pendapat mahaguru sejarah Belanda De 
> Graaf dan Pigeaud dalam
bukunya "De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java" 
>
(Martinus Nijhoff, 1974) yang menulis : letak Demak cukup menguntungkan

> bagi kegiatan perdagangan maupun pertanian. Selat yang
memisahkan Jawa 
> Tengah dari Pulau Muryo pada masa itu cukup
lebar dan dapat dilayari 
> dengan leluasa, sehingga dari Semarang
melalui Demak, perahu dapat 
> berlayar sampai Rembang, baru sejak
abad ke-17 Selat Muryo tak dapat 
> dipakai lagi sepanjang tahun.

> 
> Dalam abad ke-17, khususnya pada musim penghujan,
perahu2 kecil dapat 
> berlayar dari Japara menuju Pati yang
terletak di tepi Kali Juwana. Pada 
> tahun 1657 tercatat dalam
sejarah bahwa Tumenggung Pati mengumumkan bahwa 
> ia bermaksud
memerintahkan menggali terusan yang menghubungkan Demak 
> dengan
Pati, sehingga Juwana dapat dijadikan pusat perniagaan kambali. 
>

> Perhubungan Demak dengan pedalaman Jawa Tengah sendiri adalah
melalui Kali 
> Serang, yang muaranya di antara Demak dan Jepara.
Sampai akhir abad ke-18, 
> Sungai Serang dapat dilayari dengan
kapal-kapal kecil sampai ke suatu 
> pedalaman bernama Godong.
Mata air Serang ada di lereng gunung Merbabu, 
> ada juga yang di
pegunungan Kendeng Tengah. Di sebelah selatan pegunungan 
> ini
terbentanglah bentang alam Pengging (sebelah timur Boyolali) dan 
> Pajang (sekitar Kartasura). Nah, wilayah sekitar Boyolali ini
kemudian 
> akan berperan dalam episode sejarah pasca Demak, zaman
Jaka Tingkir, 
> keturunan Majapahit juga. 
> 
>
Sedimentasi Selat Muria (Muryo) mudah dilihat dari foto2 udara dan 
> satelit; tetapi catatan2 sejarah membuktikannya. 
> 
> Zaman Plistosen, selat dan rawa2 di sekitar Pulau dan Selat Muria
ini 
> menjadi tempat berkubangnya hewan2 besar mamalia sebangsa
kudanil, tapir, 
> bahkan gajah. Tahun 60-an fosil2nya mulai
ditemukan, bahkan minggu lalu 
> pun masih terus ditemukan oleh
para ahli paleontologi seperti Pak Zaim 
> maupun para ahli
arkeologi dari balai2 arkeologi di Jawa. Patiayam antara 
> lain
daerah penemuan di wilayah ini, dan sisa hominids pun pernah 
>
ditemukan Pak Zaim di sini. 
> 
> Salam, 
> awang

> 
> -----Original Message----- 
> 
From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Wednesday,
November 21, 2007 10:20 C++ 
> To: [email protected] 
>
Subject: Re: [iagi-net-l] Gagal Visa !! 
> 
> 
>

> 
> Awang  
> 
> "Pulau
Muria" ????? Apa pula 
> gerangan ???? 
> Ngomong
ngomong JCB - 2007 , kok belum ada komentar ya 
> ??? 
>
Masa yang tua duluan yang ngomong ????  
> 
> Si-Abah

> 
>
_______________________________________________________________________

> 
> 
> 
>
----------------------------------------------------------------------------

> JOINT CONVENTION BALI 2007 
> The 32nd HAGI, the 36th
IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
> Exhibition, 
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007 
>
----------------------------------------------------------------------------

> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
> No. Rek: 123
0085005314 
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580 
> A/n: Shinta Damayanti 
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information 
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event 
> shall IAGI be liable for any, including
but not limited to direct or 
> indirect damages, or damages of
any kind whatsoever, resulting from loss 
> of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of 
> any
information posted on IAGI mailing list. 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> 
> 

Kirim email ke