Pak Awang apa yang dimaksud Pantai Selatan P. Muria disni ? ( " Pantai
selatan Pulau Muria ini kini ditempati kota2 kecil Bangsri dan Bae. " )
Kalau kita urut dipantai Utara sekitar situ ada dari Demak - Jepara -
Mlonggo - Bangssri - Keling Kelet , didaerah ini ada peninggalan Benteng
Portugis ( di Ujung Watu - Keling) dimana Demak dan Jepara Kabupaten ,
sedangkan Bangsri dan Keling Kecamatan.
Didaerah Mlonggo saat ini ada PLTU Batubara Tanjung Jati B , kemudian
ketimur ada calon lokasi PLTN ( di Desa Balong dan Ujung Watu , dimana kedua
daerah ini yang direkomendasikan untuk dibangun PLTN , semuanya masuk
wilayah Kabupaten Jepara.
Diutara pantai Jepara ada P.Kecil Namanya P. Mandalika ( biasa dipakai
untuk wisata naik perahu kecil kira kira 15 - 30 menit dari pantai Kartini
Jepara , daerah ini ramai sekali kalau habis lebaran , seminggu habis
lebaran yang dinamakan Pesta Lomban )
Kemudian di utara Jauh diutara Jepara ada P. Karimunjawa ( Kecamatan yg
masuk wilayah Jepara ) . Pertanyaan saya apa hubungan antara ketiganya (
P.Muria - P.Mandalika dan P.Karimunjawa ) tsb.
seperti diketahui studi tapak ( penentuan lokasi PLTN tsb ) telah dilakukan
pada tahun 1990 - 1992 oleh konsultan dari Jepang bersama sama konsorsium
konsultan Indonesia , yang meliputi kajian dari berbagai aspek . yg
menyimpulkan lokasi tsb layak ditempati PLTN ( waktu itu ) , lha mungkin
juga sekarang bisa jadi nggak layak.
Salam
ISM
----- Original Message -----
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, November 21, 2007 4:55 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Pulau dan Selat Muria ( Muryo) (was : RE:
[iagi-net-l] Gagal Visa !!)
Mas Maryanto,
Terima kasih atas analisis SALAM kepada kasus paleo & recent- sites pusat2
peradaban.
Demak 10 km atau 30 km dari pantai dua2nya benar. Saat ini Demak sekitar 10
km dari pantai. Tulisan saya 30 km adalah jarak relatif >600 tahun yang lalu
terhadap pantai selatan Pulau Muria, bukan terhadap pantai utara saat ini.
Pantai selatan Pulau Muria ini kini ditempati kota2 kecil Bangsri dan Bae.
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: Maryanto (Maryant) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 21, 2007 4:17 C++
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Pulau dan Selat Muria ( Muryo) (was : RE:
[iagi-net-l] Gagal Visa !!)
Resend...(tanpa lampiran gambar).
-----Original Message-----
From: Maryanto (Maryant)
Sent: Wednesday, November 21, 2007 4:14 PM
To: '[email protected]'; 'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'
Subject: RE: [iagi-net-l] Pulau dan Selat Muria ( Muryo) (was : RE:
[iagi-net-l] Gagal Visa !!)
Mantablah info Mas Awang.
Salamologi sudah prediksikan bahwa, "maximum fooding surface" siklus 7 Ka,
adalah th 78 BC, 6922 AD. Muka laut menurun sejak th 78 BC, hingga minimum
3500 th kemudian, lalu naik hingga maximum lagi pada th 6922 AD.
Di dalam siklus itu, terdapat siklus 700 a, dengan mfs th 78 BC, 622 AD,
1322 AD, 2022 AD, 2722 AD, ...
Di dalam siklus itu ada siklus 70 a, dengan mfs diantaranya adalah : 1322
AD, 1392, 1462, 1522, 1602, 1672, 1742, 1812, 1882, 1952, 2022, 2092, ...
Pusat-pusat kerajaan pantai, sejak 0 Masehi, terdengarlah sellau kini berada
jauh dari pantai, atas muka laut yang menurun itu. Pusat kerajaan setelah 0
Masehi itu, misalnya, Sunda, Mojopahit-Mojokerto, Demak, Banten, Batavia,
Paris, London,...hayoo manalagiii....
Kota, tahun kasarnya, elevasi kini:
Roma, 500 BC-500 AD, 150 ft.
Sunda, 800-1000 (AD), 300 ft.
Mojopahit, 1200-1478 AD, 70 ft.
Demak, 1400-1600 AD, 20 ft.
Banten, mesjid, 1400-1800 20 ft.
Jkt, Museum Fatahilah, 1600-1945, 25 ft.
Paris, 1200-2000, 100 ft.
London, 1200-2000, 50 ft.
Hayooo, mana lagiii ?
Elevasi daerah jalur timur-barat di sekitar kota Demak-Pati-Kudus, dengan
terendahnya kini kurang dar 20 ft. Dulu pernah sebagi selat. Artinya, dari
tahun itu, muka laut menurun.
Muka laut, data seratus tahun terakhir, th 1880-2000, tunjukkan muka laut
naik, dengan 1.2 mm/th. Dugakan, muka laut maximum pada th 2022, lalu
menurun, dan baru naik lagi, dengan elevasi sekarang, pada 5000 (lima ribu
tahun lagi).
Data itu, dengan banyak properties alam yang telah di korelasikan.
Global temperatur, tunjukkan bahwa siklusnya naik turun, maxium-minimum,
sesuai dengan grafik naik-turn muka laut itu.
Jadi, teperatur kini, akan naik hingga th 2022, dan menurun dan lalu naik
lagi, dengan akan sam dengan temperatur sekarang adalah 5000 th lagi.
Data temperatur 1900-2000, tunjukkan kenaikan temperatur dengan 0.007
derajad celcious pertahun. Nah, isu global warming, katakan bahwa akan
terjadi gradien kenaikan itu sepuluh kali lipat, yakni 0.07 deg C/th.
Akibatkan akan naik 3.5 derajd hingga 2050 AD nanti. Dan terus naik.
Maryanto, tak percaya itu, dabn dugakan naik hingga hanya th 2022, lalu
menurun, dan batru naik lagi, dan sama temeratur sekarang pada th 7000, ataw
5000 th lagi.
(Mas Awang, dataku sebut kota Demak hanya 10 km dari pantai, bukan30 km yang
di sebutkan Mas Awang).
Komentar ?
Salam,
Maryanto.
-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 21, 2007 11:23 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Pulau dan Selat Muria ( Muryo) (was : RE: [iagi-net-l]
Gagal Visa !!)
Abah,
Info lengkap tentang JCB sudah di-posting Pak Maryanto, terima kasih Mas.
Soal Pulau Muria. Geografi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah zaman
Erlangga pada abad ke-11 sedikit berbeda dengan kondisinya sekarang. Saat
itu, Bengawan Solo masih bermuara di depan Madura, bukan di Ujung Pangkah
seperti sekarang (kalau saja masih seperti pada zaman Erlangga, maka teman2
Amerada Hess tak akan sebanyak sekarang mengeluarkan dana buat survey
seismik transisi dan mendatangkan barge buat mengebor sumur2nya di Lapangan
Ujung Pangkah), Tulungagung masih berupa rawa2, juga Wringinsapta (barat
Mojokerto)dan muara Kali Brantas masih penuh rawa. Di Jawa Tengah utara ada
Pulau Muryo dan ada Selat Muryo tempat Kali Lusi dan Kali Tuntang bermuara.
Kerajaan Demak abad ke-16, setelah 500 tahun sejak zaman Erlangga. Selat
Muryo telah banyak tertutup oleh sedimentasi dari Kali Lusi dan Tuntang yang
membuang lumpurnya di celah sempit laut di selatan Pulau Muryo. Ahli sejarah
Indonesia masa lalu, Rd. Moh Ali (buku teks sejarahnya mungkin dipakai Abah
saat sekolah menengah dulu - saya hanya mendapatkannya dari pedagang buku
bekas) pernah menulis dalam buku "Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah
Asia Tenggara" (Ali, 1963) sebagai berikut. Pada suatu peristiwa Raden Patah
diperintahkan oleh gurunya yaitu Sunan Ngampel agar merantau ke barat dan
bermukim di sebuah tempat yang terlindung oleh gelagah wangi. Saat itu,
Raden Patah masih sebagai seorang bangsawan Majapahit. Dalam perantauannya,
Raden Patah sampai ke daerah rawa di tepi selatan Pulau Muryo, yaitu
rawa-rawa besar yang menutup laut atau lebih tepat selat yang terdapat di
antara Pulau Muryo dan daratan Jawa Tengah. Di situlah ditemukan gelagah
wangi dan rawa, kemudian nama itu berubah menjadi Demak sampai sekarang.
Buku lain, "Negara Krtagama" (Slametmuljana, 1979) menguatkan tulisan Moh
Ali, ahli sejarah ini menulis bahwa Raden Patah membuka hutan di Glagahwangi
dan menjadikannya dukuh baru bernama Bintara, maka Raja Demak pertama ini
suka disebut juga Sultan Bintara.
Dulunya Demak terletak di tepi laut, tetapi sekarang letaknya dari Laut Jawa
sekitar 30 km. Ini disokong oleh pendapat mahaguru sejarah Belanda De Graaf
dan Pigeaud dalam bukunya "De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java"
(Martinus Nijhoff, 1974) yang menulis : letak Demak cukup menguntungkan bagi
kegiatan perdagangan maupun pertanian. Selat yang memisahkan Jawa Tengah
dari Pulau Muryo pada masa itu cukup lebar dan dapat dilayari dengan
leluasa, sehingga dari Semarang melalui Demak, perahu dapat berlayar sampai
Rembang, baru sejak abad ke-17 Selat Muryo tak dapat dipakai lagi sepanjang
tahun.
Dalam abad ke-17, khususnya pada musim penghujan, perahu2 kecil dapat
berlayar dari Japara menuju Pati yang terletak di tepi Kali Juwana. Pada
tahun 1657 tercatat dalam sejarah bahwa Tumenggung Pati mengumumkan bahwa ia
bermaksud memerintahkan menggali terusan yang menghubungkan Demak dengan
Pati, sehingga Juwana dapat dijadikan pusat perniagaan kambali.
Perhubungan Demak dengan pedalaman Jawa Tengah sendiri adalah melalui Kali
Serang, yang muaranya di antara Demak dan Jepara. Sampai akhir abad ke-18,
Sungai Serang dapat dilayari dengan kapal-kapal kecil sampai ke suatu
pedalaman bernama Godong. Mata air Serang ada di lereng gunung Merbabu, ada
juga yang di pegunungan Kendeng Tengah. Di sebelah selatan pegunungan ini
terbentanglah bentang alam Pengging (sebelah timur Boyolali) dan Pajang
(sekitar Kartasura). Nah, wilayah sekitar Boyolali ini kemudian akan
berperan dalam episode sejarah pasca Demak, zaman Jaka Tingkir, keturunan
Majapahit juga.
Sedimentasi Selat Muria (Muryo) mudah dilihat dari foto2 udara dan satelit;
tetapi catatan2 sejarah membuktikannya.
Zaman Plistosen, selat dan rawa2 di sekitar Pulau dan Selat Muria ini
menjadi tempat berkubangnya hewan2 besar mamalia sebangsa kudanil, tapir,
bahkan gajah. Tahun 60-an fosil2nya mulai ditemukan, bahkan minggu lalu pun
masih terus ditemukan oleh para ahli paleontologi seperti Pak Zaim maupun
para ahli arkeologi dari balai2 arkeologi di Jawa. Patiayam antara lain
daerah penemuan di wilayah ini, dan sisa hominids pun pernah ditemukan Pak
Zaim di sini.
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 21, 2007 10:20 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Gagal Visa !!
Awang
"Pulau Muria" ????? Apa pula
gerangan ????
Ngomong ngomong JCB - 2007 , kok belum ada komentar ya ???
Masa yang tua duluan yang ngomong ????
Si-Abah
_______________________________________________________________________
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
This email was Anti Virus checked by Administrator.
http://www.bpmigas.com
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
---------------------------------------------------------------------