Ass.w.W.,
Abah Yth.,
Benar apa yang diungkapkan Pak Awang; dalam buku The Geology of
Indonesia-nya van Bemmelen(1949)juga diungkapkan bahwa pada abad ke 16
Muria masih merupakan sebuah pulau yang terpisah dari P.Jawa, dengan selat
yang memanjang barat-timur: Semarang - Kudus - Pati, yang sekarang
merupakan jalur jalan raya yang padat.Data pemboran air daerah Pati dan
Demak sampai kedalaman 30-50 an meter masih mengandung Cl (Chlorine) yang
sangat tinggi, yang berasal dari air laut yang masih terjebak dalam
sedimen laut (connate water?) berumur Holosen - Resen di daerah
tersebut,yang memperkuat apa yang diungkapkan van Bemmelen tersebut.
Wassalam,

Yahdi Zaim,
KKGP - FITB

>
> Awang
>
> Terima kasih , saya juga pernah dengar bahwa pantai Laut
> Jawa di Semarang dulu terletak ditanjakan Gombel sekarang, apakah itu
> benar ?
> Apa memang ada patahan yang aktif di selatan semarang ?
>
> Si-Abah
>
> ______________________________________________________________________
>> Abah,
>>
>> Info lengkap tentang JCB sudah
> di-posting Pak Maryanto, terima kasih Mas.
>>
>> Soal
> Pulau Muria. Geografi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah zaman
>>
> Erlangga pada abad ke-11 sedikit berbeda dengan kondisinya sekarang.
> Saat
>
>> itu, Bengawan Solo masih bermuara di depan Madura, bukan di
> Ujung Pangkah
>> seperti sekarang (kalau saja masih seperti pada
> zaman Erlangga, maka
>> teman2 Amerada Hess tak akan sebanyak
> sekarang mengeluarkan dana buat
>> survey seismik transisi dan
> mendatangkan barge buat mengebor sumur2nya di
>> Lapangan Ujung
> Pangkah), Tulungagung masih berupa rawa2, juga Wringinsapta
>>
> (barat Mojokerto)dan muara Kali Brantas masih penuh rawa. Di Jawa Tengah
>
>> utara ada Pulau Muryo dan ada Selat Muryo tempat Kali Lusi dan
> Kali
>> Tuntang bermuara.
>>
>> Kerajaan Demak
> abad ke-16, setelah 500 tahun sejak zaman Erlangga. Selat
>> Muryo
> telah banyak tertutup oleh sedimentasi dari Kali Lusi dan Tuntang
>> yang membuang lumpurnya di celah sempit laut di selatan Pulau
> Muryo. Ahli
>> sejarah Indonesia masa lalu, Rd. Moh Ali (buku teks
> sejarahnya mungkin
>> dipakai Abah saat sekolah menengah dulu -
> saya hanya mendapatkannya dari
>> pedagang buku bekas) pernah
> menulis dalam buku "Peranan Bangsa Indonesia
>> dalam Sejarah
> Asia Tenggara" (Ali, 1963) sebagai berikut. Pada suatu
>>
> peristiwa Raden Patah diperintahkan oleh gurunya yaitu Sunan Ngampel
> agar
>
>> merantau ke barat dan bermukim di sebuah tempat yang terlindung
> oleh
>> gelagah wangi. Saat itu, Raden Patah masih sebagai seorang
> bangsawan
>> Majapahit. Dalam perantauannya, Raden Patah sampai ke
> daerah rawa di tepi
>> selatan Pulau Muryo, yaitu rawa-rawa besar
> yang menutup laut atau lebih
>> tepat selat yang terdapat di
> antara Pulau Muryo dan daratan Jawa Tengah.
>> Di situlah
> ditemukan gelagah wangi dan rawa, kemudian nama itu berubah
>>
> menjadi Demak sampai sekarang.
>>
>> Buku lain,
> "Negara Krtagama" (Slametmuljana, 1979) menguatkan tulisan Moh
>
>> Ali, ahli sejarah ini menulis bahwa Raden Patah membuka hutan
> di
>> Glagahwangi dan menjadikannya dukuh baru bernama Bintara,
> maka Raja Demak
>> pertama ini suka disebut juga Sultan Bintara.
>
>>
>> Dulunya Demak terletak di tepi laut, tetapi sekarang
> letaknya dari Laut
>> Jawa sekitar 30 km. Ini disokong oleh
> pendapat mahaguru sejarah Belanda De
>> Graaf dan Pigeaud dalam
> bukunya "De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java"
>>
> (Martinus Nijhoff, 1974) yang menulis : letak Demak cukup menguntungkan
>
>> bagi kegiatan perdagangan maupun pertanian. Selat yang
> memisahkan Jawa
>> Tengah dari Pulau Muryo pada masa itu cukup
> lebar dan dapat dilayari
>> dengan leluasa, sehingga dari Semarang
> melalui Demak, perahu dapat
>> berlayar sampai Rembang, baru sejak
> abad ke-17 Selat Muryo tak dapat
>> dipakai lagi sepanjang tahun.
>
>>
>> Dalam abad ke-17, khususnya pada musim penghujan,
> perahu2 kecil dapat
>> berlayar dari Japara menuju Pati yang
> terletak di tepi Kali Juwana. Pada
>> tahun 1657 tercatat dalam
> sejarah bahwa Tumenggung Pati mengumumkan bahwa
>> ia bermaksud
> memerintahkan menggali terusan yang menghubungkan Demak
>> dengan
> Pati, sehingga Juwana dapat dijadikan pusat perniagaan kambali.
>>
>
>> Perhubungan Demak dengan pedalaman Jawa Tengah sendiri adalah
> melalui Kali
>> Serang, yang muaranya di antara Demak dan Jepara.
> Sampai akhir abad ke-18,
>> Sungai Serang dapat dilayari dengan
> kapal-kapal kecil sampai ke suatu
>> pedalaman bernama Godong.
> Mata air Serang ada di lereng gunung Merbabu,
>> ada juga yang di
> pegunungan Kendeng Tengah. Di sebelah selatan pegunungan
>> ini
> terbentanglah bentang alam Pengging (sebelah timur Boyolali) dan
>> Pajang (sekitar Kartasura). Nah, wilayah sekitar Boyolali ini
> kemudian
>> akan berperan dalam episode sejarah pasca Demak, zaman
> Jaka Tingkir,
>> keturunan Majapahit juga.
>>
>>
> Sedimentasi Selat Muria (Muryo) mudah dilihat dari foto2 udara dan
>> satelit; tetapi catatan2 sejarah membuktikannya.
>>
>> Zaman Plistosen, selat dan rawa2 di sekitar Pulau dan Selat Muria
> ini
>> menjadi tempat berkubangnya hewan2 besar mamalia sebangsa
> kudanil, tapir,
>> bahkan gajah. Tahun 60-an fosil2nya mulai
> ditemukan, bahkan minggu lalu
>> pun masih terus ditemukan oleh
> para ahli paleontologi seperti Pak Zaim
>> maupun para ahli
> arkeologi dari balai2 arkeologi di Jawa. Patiayam antara
>> lain
> daerah penemuan di wilayah ini, dan sisa hominids pun pernah
>>
> ditemukan Pak Zaim di sini.
>>
>> Salam,
>> awang
>
>>
>> -----Original Message-----
>>
> From:
> [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Wednesday,
> November 21, 2007 10:20 C++
>> To: [email protected]
>>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gagal Visa !!
>>
>>
>>
>
>>
>> Awang 
>>
>> "Pulau
> Muria" ????? Apa pula
>> gerangan ????
>> Ngomong
> ngomong JCB - 2007 , kok belum ada komentar ya
>> ???
>>
> Masa yang tua duluan yang ngomong ???? 
>>
>> Si-Abah
>
>>
>>
> _______________________________________________________________________
>
>>
>>
>>
>>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
>> JOINT CONVENTION BALI 2007
>> The 32nd HAGI, the 36th
> IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
>> Exhibition,
>> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
>> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website:
> http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123
> 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
> or others. In no event
>> shall IAGI be liable for any, including
> but not limited to direct or
>> indirect damages, or damages of
> any kind whatsoever, resulting from loss
>> of use, data or
> profits, arising out of or in connection with the use of
>> any
> information posted on IAGI mailing list.
>>
> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>




----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke