Rekan-rekan,

 

Saya baru membaca paper Pak Awang (Cekungan Sedimen Indonesia...) yang
diterbitkan di MGI (Majalah Geologi Indonesia) Vol.12 No.1, Nov 2007, yang
mengulas ada lebih dari 60 cekungan di Indonesia. Karena saya banyak
berkecimpung di dunia "hard rocks" - pikiran jadi melayang, mungkinkah ada
deposit sedex (sediment exhalatives) di cekungan-cekungan Indonesia?

 

Sebagai ilustrasi saja, deposit sedex (dan saudara-saudara-nya di kelompok
sediment hosted) saat ini merupakan sumber dari produksi dan cadangan Pb dan
Zn di dunia. Deposit tipe ini sudah dipelajari dan dieksplorasi dengan rinci
di Australia, Kanada dan USA yg memang geologi-nya "favorable". Tetapi di
daerah yang paleotectonic-nya kompleks spt Indonesia study ttg deposit ini
sangat sedikit (???). Walaupun banyak "occurrences" Pb-Zn diketemukan di
Indonesia dan memiliki kemiripan dengan tipe sedex. Sebut saja misalnya
Tanjung Balit di Riau, Kelapa Kampit di Belitung, Riam Kusik di Kalbar, juga
yg masih aktif dieksplorasi - Dairi di Sumut. 

 

Beberapa ahli dan penulis memberikan bbrp criteria untuk bisa terbentuknya
deposit sedex di suatu cekungan, baik dari aspek geologi, geokimia dlsb.
Salah satu aspek yg mungkin agak susah ketemu di Indonesia adalah umur
cekungan. Deposit-deposit sedex di dunia rata-rata memang berumur tua -
peak-nya ada di Proterozoic, tetapi ada juga sedikit yg di Carboniferous.
Umur termuda dari deposit ini yg pernah diketemukan adalah Tertiary (Lan
Ping di China) - walau masih jadi perdebatan apakah Lan Ping benar-benar
sedex.   

 

Seandainya cekungan-cekungan Indonesia memang favorable untuk Pb-Zn sedex,
makin lebarlah target eksplorasi para geologist "hard rocks", yang tentunya
memungkinkan disinergikannya teknik-teknik eksplorasi yang sering dipakai di
"soft rocks". Adakah yg punya pengalaman demikian?

 

Selamat akhir pekan.

 

Salam - Daru

 

   

 

 

 

Kirim email ke