Kalo tidak salah, petroleum system yang ada di Andaman basin (utara dari Aceh) cukup berbeda dengan yang ada di onshore atau offshore Gulf of Thailand (GoT).
Kalo di onshore dan offshore GoT, source rock umumnya Oligocene dan Middle Miocene lacustrine shales. Sedangkan di offshore Andaman, source rock banyak didominasi oleh Oligocene sampai Early Miocene marine shales. Demikian pula untuk reservoirnya. Di onshore dan offshore GoT reservoirnya banyak didominasi oleh fluvial dan fluvio lacustrine. Sedangkan di offshore Andaman, reservoirnya lebih beragam, mulai dari Oligocene basin floor fan, Early Miocene carbonate reef, sampai Miocene turbidite dan deltaic sandstones. Critical timenya mungkin sekitar penghujung Middle Miocene sampai awal Late Miocene dimana hydrocarbon mulai bermigrasi. Di onshore dan offshore GoT, critical timenya juga hampir sama waktunya sekitaran Middle Miocene sampe Late Miocene. Selain faktor teknis, faktor non teknis juga tidak mudah dalam mengexplorasi daerah offshore Andaman terutama yang dekat daerah wisata seperti Phuket. Beberapa sumur explorasi yang dibor untuk mengetes basin di offshore Andaman berjarak lebih dari 100 km ke arah barat dari Phuket. Beberapa di antara sumur explorasi yang dibor tahun 1976 memperlihatkan adanya gas shows. Gas prone lebih terlihat di offshore Myanmar seperti dibuktikan dengan produksi gas dari dua field yang ada di offshore Myanmar, Yadana dan Yetagun. -doddy- -----Original Message----- From: Witan Odakar Ardjakusumah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, 11 February, 2008 10:10 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] JakPost - Agencies discover hydrocarbon in Aceh Wah... teman2 sabar dulu untuk menanggapi berita ini. Kebetulan saya hadir disitu sebagai pengamat. Pembicara utama pak Yusuf (BPPT), didampingi pak Heri Hardjono (LIPI) dan cak Andang (ETTI). Sebetulnya ini masalah pengertian istilah saja. Pak Yusuf menyatakan mengidentifikasi potensi HC di busur muka dari data seismik yg diambil pd saat riset Tsunami. Bukannya discovered reserves spt yg diplesetkan wartawan itu. Pak Yusuf juga menekankan berkali2 yg ia kemukakan itu baru bulk rock volume atau tangki nya saja yg isinya bisa minyak, atau gas, bahkan air. Ia juga menjelaskan possible petroleum system di kawasan itu. Source nya di perkirakan dari serpih lakustrin, reservoir nya berupa terumbu, seal nya marine shale. Critical time nya tak saya tangkap jelas. Cak Andang memberi conto discovery HC di fore arc Basin di Andaman dan Arakan Basin di offshore Myanmar yg secara regional satu trend dgn fore arc pantai Barat Sumatra, jadi kalau di Utara terbukti maka di Selatan kemungkinan juga ada. Ia juga berkali2 menjelaskan bedanya istilah reserves dan resources, bahkan ia melakukan koreksi parameter2 reservoir yg dipakai pak Yusuf (yg mengasumsikan porositas reef tsb 30%), dan setelah di discount bermacam2 ia masih perkirakan potensi resources sebesar 60 billion barrel, masih spektakuler katanya. Ia juga menyarankan mengintegrasikan dgn well data yg pernah di bor oleh berbagai operator di segmen tsb. Lha... grid lintasan seismiknya juga masih sangat jarang (60 km), tapi dari lintasan yg spt itu saja pak Yusuf sdh mengidentifikasi ada 14 event build up dan angka minimum 107 itu saja belum dihitung semuanya. Ada bright spot pula.. Menurut saya event build up nya sendiri bisa ditafsirkan macam2 bisa reef, atau shale diapir, bahkan barangkali mud volcano... Tapi seperti yg sering dikutip pak Awang "omni bona perfora= all prospect looks good until it drilled". Dari sisi operasional juga tidak mudah dan cukup menantang, kedalaman air yg bisa mencapai 1000m walau untuk menembus reef tsb hanya 500 m dari dasar laut. Perlu persiapan dan peralatan yg tepat untuk mengantisipasi gempa pd saat drilling dan produksi, bagaimana memastikan sumur2 itu tidak hilang terhimpit batuan yg tergempakan. Apapun, Ini suatu wacana yg baik dan perlu tindak lanjut. Tak hanya masalah geologi dan teknologi tapi juga rencana mitigasi petroleum operation di zona gempa yg aktif. Demikian laporan pandangan mata saya. Wass. Witan -----Original Message----- From: Doddy Suryanto <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, 11 February 2008 4:13 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] JakPost - Agencies discover hydrocarbon in Aceh Memang agak susah dicerna beritanya. Pertama dibilang unproven reserve 107 billion barrel of oil/gas as minimum. Kalo unproven harusnya ada well yang membuktikan adanya hydrocarbon accumulation seperti yg dibilang Pak Noor. Kecuali kalo dibilang undiscovered resources baru masuk akal. Yang kedua ternyata cuma vessel yang melintas berarti logikanya belum ada well yang membuktikan adanya hydrocarbon accumulation di daerah tersebut. Biasanya ini mainan di NV dimana vessel2 yang melintas ambil beberapa data sebagai pesanan beberapa kumpeni dgn tujuan untuk diperjual belikan ke kumpeni2 yang tertarik dgn berita2 macam ini. -----Original Message----- From: noor syarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, 11 February, 2008 2:09 PM To: [email protected] [The entire original message is not included] ------------------------------------------------------------------------ ---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

