Mari meneliti dan menulis walaupun tanpa apresiasi apa pun !
========================
Paling tidak nulis di millis , tapi itupun kdg kdg msh susah juga......
kalau tidak hoby..itu tadi )
ISM
----- Original Message -----
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, April 25, 2008 1:09 AM
Subject: RE: RE: [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation
Nah, itu juga alasan yang selalu dikemukakan kebanyakan teman akademisi saat
saya minta menyumbang tulisan untuk Majalah Geologi Indonesia (MGI). Saat
ini MGI punya no. ISSN 0216-1061. "Wah, kalau hanya ISSN malas-lah, coba
naikkan dulu ke status ISBN, baru nanti saya kontribusi tulisan" begitu kata
seorang teman dari Perguruan Tinggi. Nilai kum jurnal ber-ISBN lebih tinggi
daripada nilai kum jurnal ber-ISSN. Hm...ada maksud lain rupanya dengan
menyumbang tulisan itu, tadinya saya hanya berpikir "scientist must write"
Maka MGI pun sangat sepi dikontribusi...
Seorang kandidat doktor pernah menghubungi saya bertanya bagaimana caranya
memasukkan paper ke jurnal internasional, bila masuk, maka predikat
judicium-nya akan naik. Memang begitulah aturan2 di akademik kelihatannya,
semua ada perhitungannya. Berapa paper di simposium, berapa paper di jurnal
(jurnal mana dulu nih; jurnal internasional dengan ISBN, yang terkenal, yang
ada peer review-nya tentu akan dinilai tinggi kreditnya); semua ada nilainya
(untuk jadi profesor atau menduduki jenjang2 akademik).
Di dunia akademik internasional pun mungkin kelihatannya begitu. Maka Robert
Hall yang duduk bersebelahan dengan saya saat pertemuan IPA 2007 (kami saat
itu sebagai dua pembicara yang berurutan tentang tektonik Jawa) tercenung
melihat kartu nama saya bukan dari afiliasi pusat riset atau perguruan
tinggi, tetapi dari BPMIGAS. "You did your research as a hobby ?", begitu
tanyanya. "Yes, I did", jawab saya. Sebenarnya bukan hobi, tetapi ekspresi
cinta. Orang yang jatuh cinta tak akan pernah berhitung, "just do it" (kata
Abah), walaupun dengan nilai kum : 0.
Siapapun bisa dan boleh melakukan riset, syaratnya hanya : cinta, tekad,
tekun, berani. Cinta menjadi pendorong utamanya. Tekad dan tekun menjadi
bahan bakar perjalanan risetnya. Berani menjadi pijakannya saat ia bertemu
dan berdebat dengan periset lain. Benar atau tidak risetnya (karena ia bukan
seorang doktor riset atau bukan doktor akademik) akan ditentukan dengan
pertemuan dan perdebatan melalui forum-forum ilmiah.
Mari meneliti dan menulis walaupun tanpa apresiasi apa pun !
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 25, 2008 2:07 C++
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation
Saya mau sharing betapa susahnya untuk meminta akademisi untuk menulis di
majalah Berita Sedimentologi dan aktif di Forum Sedimentologi Indonesia
(FOSI). Saya pernah tanya kenapa tidak menyumbang tulisan, alasannya
mula-mula karena tidak ada nomor ISSN / ISBN. Karena hal ini kami
mendaftarkan majalah ini ke LIPI. Setelah mendapat ISSN / ISBN masih juga
tidak banyak mendapat kontribusi. Tapi alasannya ganti: FOSI / Berita
Sedimentologi ini adalah majalah atau organisasi LOKAL. Jadi sayang kalau
papernya di publish secara domestik, lebih baik sekalian INTERNATIONAL.
Akhirnya kami cenderung untuk minta kawan-kawan dari industri untuk
menyumbangkan tulisan. Mungkin karena mereka tidak cari cum / credit point
dan mungkin mereka memang 'jatuh cinta' jadi mau menulis seperti Awang
sampaikan sebelumnya.
Herman
-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 24, 2008 6:53 PM
To: [email protected]; Geo Unpad; Forum HAGI
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation
"Perasaan" bahwa poster kelas dua harus dihapuskan baik dari panitia
konvensi maupun peserta konvensi, juga penulisnya. Tidak bisa dinafikan
bahwa perasaan kelas dua itu masih ada. IPA dalam lima tahun terakhir ini
boleh dikatakan tak menganut pembedaan itu, sekali paper lengkapnya dimuat
dalam proceedings, maka hilanglah mana paper oral mana paper poster.
Menyiapkan poster lebih susah daripada sekedar menyiapkan presentasi oral.
Menyiapkan poster lebih makan waktu, tenaga, dan biaya. Dulu saat presentasi
oral masih menggunakan slide 35 mm menyiapkan presentasi oral sama susahnya
dengan menyiapkan poster. Sekarang, dengan menggunakan power point
presentation, 10 menit sebelum presentasi pun kita masih bisa melakukan
perubahan atas bahan presentasi bila diperlukan.
Presentasi oral hanya 15-20 menit, lalu diskusi 5-10 menit; habis itu
orang melupakannya. Pembicara hanya cukup membawa flash disk dan memberikan
bahannya ke panitia untuk di-copy. Nah, poster : booth-nya dijagai
pembuatnya bisa setengah hari-sehari. Lalu ia/mereka juga mesti siap sedia
menjawab pertanyaan pengunjung selama posternya digantung. Membawanya ke
tempat konvensi pun tak sederhana, tak hanya disakui seperti flash disk;
tapi mesti dibawa menggunakan tabung pipa, dibawa terbang, jauh melintasi
benua2 (kalau mengikuti konvensi internasional), merepotkan. Dan, biaya
membuat poster dengan kualitas cetak yang prima sungguh tak murah biayanya.
Maka, sungguh tak adil kalau poster dikelasduakan sebab dalam banyak hal
menyiapkannya lebih susah daripada presentasi oral.
Hanya, dalam pengamatan saya, orang2 lebih senang menonton presentasi oral
daripada presentasi poster. Mengapa ? Sebagian karena kesalahan panitia juga
yang menempatkan abstrak2 yang menurutnya menarik menjadi presentasi oral;
sedangkan yang ditaruh di poster yang menurutnya biasa2 saja; atau bila tak
tertampung di oral, maka ditaruh di poster saja. Sebagian lagi karena
penonton umumnya pasif, mereka merasa lebih nyaman duduk di ruang yang enak,
setengah gelap, dan mengikuti presentasi oral dengan nyaman. Coba kalau
melihat poster, mereka mesti berdiri, berhadapan dengan penulisnya, dan
merasa canggung bila diam saja tak bertanya. Jadi, para pengunjung poster
hanya berjalan-jalan cepat melihat poster2 dari jauh. Unrtuk mendekatinya
agak enggan, apalagi kalau di booth poster itu gak ada orang lain hanya
penulisnya. Umumnya si pengunjung tak akan mampir untuk berdiskusi dengan
penulisnya. Maka, begitu juga alasan mengapa booth poster sering juga tak
dijagai penulisnya -yang
lihat aja gak ada kok...
Kalau booth poster bersebelahan dengan booth pameran industri, nah
celakalah,sebab booth pameran industri selalu menjadi magnet yang paling
kuat di setiap konvensi.
Maka,kalau poster terasa sebagai kelas dua, ya kesalahannya ada di kita
juga. Semuanya harus berubah sebab presentasi poster harus dihargai setinggi
presentasi oral, penghargaannya juga harus sebanyak kategori2 penghargaan di
oral, jangan dibedakan. Penulis poster harus menyerahkan full paper seperti
juga oral.
Tentang nilai cum untuk penulisan makalah, mestinya saat ini sudah
direvisi. IPA tak mencetak prosiding-nya secara langsung, tetapi berdasarkan
pesanan. Alasannya, biaya mencetak prosiding IPA itu semakin mahal,sehingga
satu volume harganya bisa sekitar Rp 1 juta. Memang di penilaian cum ada
kategori2 tertentu apakah makalahnya dimuat di jurnal nasional,
internasional, di publikasi yang punya ISBN, atau ISSN, dll. Dalam era
digital seperti sekarang mestinya aturan2 itu ditinjau lagi.
Menulis paper untuk mengejar nilai cum guna mencapai posisi2 tertentu di
akademik memang pendorong semangat berkarya; hanya setelah posisi itu
tercapai, diharapkan jangan berkurang berkaryanya. Menulis memang bisa
berkorelasi dengan mengejar jabatan, sebab begitu memang rangsangan
aturannya; tetapi menulis paper sejatinya adalah untuk kemajuan sains yang
pada akhirnya berguna juga untuk kemajuan bangsa.
Pengalaman pribadi saja, belasan tahun saya telah menulis paper dan
berbagai publikasi lainnya, sampai saat ini ada 130 publikasi, setengahnya
adalah paper2 ilmiah di berbagai pertemuan atau jurnal2 nasional dan
internasional yang ada makalah lengkapnya. Tidak ada nilai cum, tidak ada
posisi jabatan tertentu yang diberikan karena karya2 tulis itu. Yang ada
hanyalah perasaan cinta kepada geologi yang semakin mendalam. Tetapi
begitulah bila orang jatuh cinta, tentu banyak ia menulis surat.
salam,
awang
Eddy Subroto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Syaiful,
He he enggak, saya di Bandung saja (di kantor). Lho kan ITB mempergunakan
jasa AI3 (jangan tanya singkatannya karena saya lupa) dari Jepang. Jadi
kalau saya kirim email, maka setelah melalui servernya ITB, email saya
jalan-jalan dulu ke Jepang dan baru dikirim ke server IAGI. Mungkin di
perjalanan itu jam saya diganti dengan GMT. Jadi kalau ingin tahu saat
saya mengirim, ya GMT + 7.
Hal lain, sampai saat ini masih sulit seseorang mengklaim makalah di
prosidings yang diterbitkan dalam bentuk CD, padahal kecenderungan
sekarang organisasi besar seperti AAPG menerbitkan prosidingsnya dalam
bentuk CD yang praktis. Nah, beberapa teman yang mengajukan permohonan
kenaikan jabatan banyak yang terganggu (terhambat) karena tidak memiliki
prosidings yang dalam bentuk buku. Pak Zaim (kalau baca) akan dapat
mengomentari juga masalah ini.
Semoga saja milis ini dibaca oleh pejabat yang berwenang mengganti
kebijakan sehingga presentasi dalam bentuk oral atau poster nilainya sama.
Kalau seperti di IPA yang menerbitkan makalah baik poster maupun oral di
prosidings tidak masalah. Kita dapat saja menyebutnya sebagai makalah oral
toh tidak diminta bukti daftar acara. Yang diminta hanya prosidingsnya
saja. Jadi walau saya sudah mendapat CD dari Konvensi IPA, misalnya, kalau
saya mau menggunakan makalah di dalam CD itu untuk naik jabatan dan tidak
mau bermasalah, maka saya harus beli bukunya. Karena itu saya terus tanya
terbitnya Proceedings IPA tahun sebelumnya karena makalah saya ada di
dalamnya. Untuk IPA yang akan datang ini tampaknya saya tidak perlu beli
buku prosidingsnya, lha makalah saya tidak diterima.
Wsalam,
EAS
Abah Yanto, pak Eddy, dkk lainnya,
Terimakasih atas masukan dari pak Eddy. Sebelumnya mohon maaf, apakah
pak Eddy sedang berada di luar negeri? Catatan waktu di komputer yg pak
Eddy gunakan berbeda jauh dengan wib, sehingga ada 2 kemungkinan:
komputernya salah setting utk waktu, atau ya itu tadi, pak Eddy sedang
jalan2 ke luar negeri.
Mengenai tindakan dari 'panitia' (iagi, ipa, dll), sudah dilakukan kok.
Tidak hanya sekedar abstrak, bahkan full paper atau
extended-abstract utk makalah yg dipresentasikan sbg poster, juga sudah
dimasukkan proceedings (entah dalam format digital atau pun hardcopy).
Artinya, utk kedua jenis presentasi tsb, sudah diperlakukan hal yg sama:
penulis/presenter sama2 diminta mengirimkan makalah lengkapnya.
Nah, mungkin sekarang mesti dihimbau agar yg dikemukakan oleh pak Eddy
tentang perbedaan kredit yg didapat, utk dihapuskan alias kreditnya
mesti sama.
Jaman dulu, paling tidak hingga akhir abad 20, memang utk ikut
presentasi oral atau poster sangat jauh berbeda, sbb:
Makalah utk PRESENTASI ORAL (jadul):
* setelah membuat abstrak dan diterima, harus mengirimkan makalah
lengkap;
* harus mempersiapkan materi presentasi (yg sangat sederhana ya dengan
plastik murahan utk ditulisi spidol, atau yg agak mahal dikit dg plastik
khusus dan tulisan atau gambar dicetak: ini kalo mau
menggunakan overhead projector alias OHP; nah, yg lebih canggih waktu
dulu, menggunakan slide projector, bisa satu projector dan satu layar,
atau dua projector dan dua layar: mesti ribet utk mempersiapkan gambar
di draftsman, terus difoto dulu dg kamera positif, dst, dst) --> yg
jelas, rumit, repot, makan banyak waktu, tenaga, dan biaya.
Makalah utk PRESENTASI POSTER (jadul):
* cukup mengirimkan abstrak saja;
* tinggal menentukan media (kertas, karton, dll) dan tulisan serta
gambar tinggal ditempelkan saja.
JAMAN KINI, semua persiapan sama (abstrak, makalah lengkap), bedanya
hanya cara presentasi.
Nah, kembali kepada pak Eddy dan rekan2 di lembaga yg memberikan kredit
utk karyawan yg memberikan presentasi, apakah kedua jenis presentasi tsb
dapat dihargai sama? Sekarang, dalam beberapa kasus, membuat poster
lebih syusyahhh lho dibandingkan mempersiapkan
presentasi oral (seperti disitir oleh pak Eddy).
Bagaimana?
salam,
syaiful
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
This email was Anti Virus checked by Administrator.
http://www.bpmigas.com
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------