>Rekan rekan 

Saya takut bahwa dalam pengadilan nanti
,Hakim akan sangat terpengaruh oleh opini yang terbentuk 
dimasyarakat luas.
Sebagai  hakim maka hakim ataupun Dewan Hakim
berkuasa atas dasar "keyakinan" - yang ada pada dirinya utuk
memutuskan perkara.
Memang sebagai suatu  kejadian alam ,
peristiwa Lusi memberikan persoalan yang sangat berat kepada Bangsa
Indonesia yang sedang dilanda masalah "kepercayaan " satu sama
lain ( antara warga dengan warga , antara para politisi dengan politisi
lain , antar birokrat dan aparat pengak hulum , bahkan anyar
institusi/lembaga tinggi negara).
SEMPURNA lah  kesulitan
kesulitan ini menimpa bangsa >!!!!!!

Kembali pada Lusi (
Lu..............siiiiih).

Saya sependapat dengan Awang memang
ada dua pendapat , tetapi menurut saya  yang jelas dan dominan
kemudian dalam peran-nya dengan mud flow yang se - abrek adalah KONDISI
GEOLOGI .  
Jadi apapun yang men "trigger" terjadinya
mud flow , tetaplah kondisi geologi memegang peran yang paling ominan.
Kalau ini diterima sebagai fakta alam , apakah layaku yang metnyebakan
ataau men "strigger" terjadinya mud flow diwajibkan menanggung
seluruh kerugian yang timbul ?????

Saya percaya dalam kondisi
tidak adanya saling percaya  dalam masyarakat kita , apaun keputusan
pengadilan  , akan terjadi gonjang ganjing yang tidak akan
berkesudahan .

Apakah saya terlalu pesimis  ?????

Si Abah


 

  Apa penyebab erupsi
"Lusi" (Lumpur Sidoarjo) rupanya telah menjadi bahan
>
perdebatan dari ruang pengadilan, jurnal-jurnal ilmiah, seminar-seminar
> nasional dan internasional, diskusi internet di milis-milis,
sampai
> obrolan di café atau warung kopi. Peliputan media
cetak dan elektronik
> yang luas atas issue ini telah menyebabkan
kasus Lusi diketahui umum di
> mana pun. Dua school of thought
yang menjadi bahan perdebatan telah
> mengerucut menjadi dua : (1)
gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 sebagai
> penyebab, dan (2) pemboran
sumur eksplorasi Banjarpanji-1 (Lapindo
> Brantas, Mei 2006)
sebagai penyebab. Walaupun, sepengamatan saya, orang
> awam lebih
banyak berpihak kepada teori nomor (2) – itu sebagian besar
> karena pemberitaan media; tidak begitu yang terjadi dengan
perdebatan di
> antara para ahli. Kedua kubu pemikiran sama kuat,
ahli-ahli di masing kubu
> bertahan dengan pendapatnya. Perbedaan
pendapat para ahli yang dipanggil
> sebagai saksi ahli dalam
pengadilan telah
>  menyebabkan kasus tersebut tidak dapat segera
tuntas diadili. Minggu ini
> pun, pengadilan negeri Jawa Timur
mulai memanggil kembali beberapa saksi
> ahli untuk dimintai
keterangan.
>  
> Apakah nanti pada akhirnya akan
diperoleh kesepakatan di antara para ahli
> ? Saya tak yakin akan
itu. Apakah nanti pada akhirnya akan diputuskan oleh
> pengadilan
satu penyebab ? Mungkin saja, tetapi sebenarnya pengadilan
> bukan
lembaga yang dengan tepat bisa memutuskan hal itu. Perdebatan ilmiah
> dalam ilmu apa pun memang susah diselesaikan, kita telah punya
banyak
> contohnya. Perdebatan akan selesai ketika ada bukti kuat
yang bisa
> mendiamkan semua perdebatan dan terpaksa satu pihak
harus mau menerima
> pendapat pihak lainnya.
>  
>
Contoh saja, apakah kita masih mau mendebat teori plate tectonics 
ketika
> bukti pengukuran-pengikuran GPS menujukkan bahwa semua
benua saat ini
> tengah bergerak dan mantle tomography menunjukkan
bahwa kerak samudra
> sedang menyusup di bawah benua ? Pada saat 
baru diumumkan, teori ini
> memicu perdebatan yang sengit lebih
dari 20 tahun. Contoh lain, apakah
> kita masih percaya dengan
teori geosentris ketika bukti-bukti astronomi
> dengan gamblang
menunjukkan bahwa Bumi walaupun planet hidup bukan pusat
> Alam
Semesta ? Bahkan, Matahari kita pun bukan (heliosentris). Kita juga
> punya contoh perdebatan yang tak kunjung selesai, misalnya antara
yang
> percaya dan tidak teori evolusi (tahun depan, perdebatan
ini akan memasuki
> tepat 150 tahun).
>  
>
Kembali ke Lusi, melihat perdebatan yang mungkin tak akan mudah
>
diselesaikan, maka AAPG (American Association of Petroleum Geologists)
> dalam pertemuan tahunan internasionalnya yang pada tahun 2008
ini
> akan digelar di Capetown, South Africa, 26-29 Oktober 2008,
akan
> mengadakan acara khusus tentang Lusi dalam program
teknisnya. Sesi khusus
> ini diberi judul ”Lusi Mud Volcano
: Earthquake or Drilling Trigger”.
>  
> Di dalam
acara ini akan diberi kesempatan kepada tokoh-tokoh dari dua kubu
> pemikiran menyampaikan pendapatnya. Acara sidang ilmiah ini akan
diketuai
> oleh Jon Gluyas (Fairfield Energy, Middlesex, England)
yang dijamin AAPG
> akan bertindak ”fair” alias
netral. Berikut judul-judul presentasi yang
> akan digelar :
>  
> 
> ”Causes and Triggers of the Lusi Mud
Volcano, Indonesia” (Mazzini,
> Svensen, Planke,
Akhmanov)
> “East Java Mud Volcano (Lusi) : Drilling Facts
and Analysis” (Istadi)
> “The Lusi Mud Eruption of
East Java” (Tingay, Heidbach, Davies, Swarbrick)
>
“The East Java Mud Volcano (2006 to Present) : An Earthquake or
Drilling
> Trigger” (Davies, Brumm, Manga, Swarbrick,
Rubiandini, Tingay)
>  
> Acara ditutup oleh presentasi
tentang deformasi Lusi akibat erupsinya :
>  
> 
>
“Deformation due to Eruption of a Mud Volcano : The Lusi Mud
Volcano
> (2006-Present), East Java” (Abidin, Davies,
Kusuma, Sumintadiredja,
> Andreas,Gamal)
>  
>
“We need to agree first on the cause, so we expect an active
debate”, kata
> John Snedden (ExxonMobil), penggagas acara
perdebatan itu. Apakah bisa
> diharapkan dalam acara sekitar dua
jam itu akan terjadi persetujuan
> tentang penyebab Lusi ? Saya
meragukannya.
>  
> Pertemuan-pertemuan ilmiah (seminar)
tentang penyebab Lusi telah beberapa
> kali diadakan baik di
Indonesia maupun di luar negeri (Australia, Amerika,
> Eropa),
baik mempertemukan dalam satu ruangan tokoh-tokoh masing kubu
>
pemikiran, maupun tidak (masing-masing kubu pemikiran mengadakan
>
pertemuannya sendiri).
>  
> Publikasi kunci tentang kedua
penyebab ini pun telah beredar :
>  
> Davies, R.,
Swarbrick, R., Evans, R., Huuse, M., 2007, Birth of a mud
>
volcano : East Java, 29 May 2006, GSA Today, 17, p. 4-9.
>  
> Mazzini, A., Svensen, H., Akhmanov, G.G., Aloisi, G., Planke,
S.,
> Sørenssen, M., Istadi, B., 2007, Triggering and
dynamic evolution of the
> LUSI mud volcano, Indonesia, Earth and
Planetary Science Letters, 261
> (2007), p. 375-388.
> 

> Presentasi kunci yang pernah dilakukan tentang kedua pendapat
ini adalah :
>  
> Brumm, M., Manga, M., Davies, R.J.,
2007, Did an earthquake trigger the
> eruption of the Sidoarjo
(LUSI) mud volcano ?, American Geophysical Union,
> Fall Meeting,
December 2007.
>  
> Svensen, H., Mazzini, A., Akhmanov,
G.G., Aloisi,G., Planke, S.,
> Sørenssen, A., Istadi, B.,
2007, Triggering and dynamic evolution of the
> LUSI mud volcano,
Indonesia, American Geophysical Union, Fall Meeting,
> December
2007.
>  
> Beberapa publikasi penting yang berhubungan
dengan hal gempa dan mud
> volcano yang baik dipelajari adalah
:
>  
> Manga, M. and Brodsky, E., 2006, Seismic
triggering of eruptions in the
> far field : volcanoes and
geysers, Annu. Rev. Earth Planet. Sci, 34, p.
> 263-291.
>
 
> Mellors, R., Kilb, D., Aliyev, A., Gasanov, A., and
Yetirmishli, G., 2007,
> Correlations between earthquakes and
large mud volcano eruptions, Journal
> of Geophysical Research,
vol. 112.
>  
> Demikian, adalah perlu dikaji terus dengan
pikiran terbuka dan kepala
> dingin kedua kemungkinan penyebab
Lusi ini.
>  
> Kalau ada rekan-rekan milis yang nanti
kebetulan akan ke Capetown, South
> Africa untuk menghadiri
pertemuan internasional 2008 AAPG, jangan
> dilupakan acara
perdebatan Lusi di sana. Walaupun perdebatan tersebut
> bukan
untuk pertama kalinya digelar, tetap menarik untuk disaksikan, siapa
> tahu kita menemukan kunci-kunci ke arah pemecahan yang lebih
baik.
>  
> Salam,
> awang
> 
>

> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke