Pak Rovicky,
 
Tidak termasuk kelapa sawit, tetapi kelapa klasik. Kelapa yang saya maksud 
adalah Cocos nucifera, sedangkan kelapa sawit adalah Elaeis guineensis atau 
Elaeis oleifera, jelas spesies yang berbeda.
 
Kalau kelapa sawit, Indonesia punya 364 juta hektare lahan sawit (data terbaru 
2008), termasuk yang paling luas di dunia. Kalau jalan2 ke Sumatra bagian 
timur, entah itu di Cekungan Sumatra Utara, Sumatra Tengah, atau Sumatra 
Selatan, di atasnya banyak minyak sawit dari kelapa sawit di bawahnya minyak 
bumi...
 
Tetapi, tak jarang perkebunan sawit punya masalah dengan kontraktor 
perminyakan, masalah pembebasan lahan sawit untuk mendirikan menara bor. Teman2 
Medco kerap menghadapi masalah seperti itu.
 
Sekarang, sawit bisa jadi biodiesel, sementara minyak tanah tak bisa jadi 
minyak goreng. Tetapi dulu waktu kecil saya di kampung suka makan krupuk mlarat 
- krupuk yang katanya digoreng dengan minyak tanah campur pasir...
 
Salam,
awang
 
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 02, 2008 8:04 C++
To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] OOT : Tragis Rayuan Pulau Kelapa
 
Mengapa Indonesia bukan pengekspor dan menguasai pasaran minyak kelapa ?
Mungkin karena dikonsumsi sendiri. Di Indonesia masayarakatnya gemar
goreng-gorengan.
Apakah pohon kelapa disini juga kelapa sawit ? Kalao orang jawa
biasanya ngga ngenali kelapa sawit tetapi lebih tau kelapa biasa (yg
kalau dijemur menjadi kopra sebagai bahan minyak goreng) cmiiw
 
RDP


      

Kirim email ke