Saya sependapat dengan pak Yogi ... nggak akan terjadi semudah seperti
usulan pak Firman, itu hanya bisa terjadi diatas kertas saja ....

Voting itupun saya percaya bukan dibuat utk dalam rangka mengambil keputusan
KESIMPULAN dari Conference tsb, tetapi saya kira pihak moderator hanya ingin
membandingkan saja, berapa orang ahli sich yg setuju dengan pilihan pertama
& sebaliknya, bukan berarti KESIMPULANNYA harus seperti hasil VOTING itu.
Jadi boleh dibilang bahwa Conference tsb TIDAK MENGHASILKAN KESIMPULAN
karena terjadi selang pendapat dari masing2 pihak para ahli sampai detik
terakhir, atau tidak ada kata sepakat atau bisa dibilang hasil Conferencenya
"IN-CONCLUSIVE" ...

wass,
nyoto





On Wed, Oct 29, 2008 at 7:54 PM, <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> ga semudah itu sodara Firman, it's too good to be true....dan kalo pun
> bisa, saya yakin juga ga bakal ada kesimpulannya....dan parahnya
> lagi...kalopun nantinya ada kesimpulan pun, ga bisa mengikat secara
> hukum...dan kalopun bisa mengikat secara hukum, psti dipilih kesimpulan yg
> menguntungkan pihak2 tertentu...
>
> akhrinya mirip debat para pemuka agama tentang agama mana yg paling
> benar...ga bakal ada titik temunya, semua punya pendapatnya masing2 dan
> sulit menerima pendapat yang lain..belum lagi masing2 punya kepentingan yg
> berbeda-beda...
>
> lagipula tidak ada seseorang yang bener2 ahli di dua bidang sekaligus
> seperti drilling & struktur geologi...., ibarat leo messi ga mungkin jago
> jadi striker dan kiper sekaligus...
>
> maap saya terlalu pesimis
>
> cheers,
> YP
>
>
>
>
>
>             Firman Fauzi
>             <[EMAIL PROTECTED]
>             o.uk>                                                      To
>                                       [email protected]
>             10/29/2008 07:13                                           cc
>             PM
>                                                                   Subject
>                                       [iagi-net-l] Sudahi Debat
>             Please respond to         Berkepanjangan Ini
>             <[EMAIL PROTECTED]
>                   .id>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dear IAGI netters,
> Mengenai hasil diskusi baik di BPPT dulu, tim yang dikomandoi oleh Pak
> Rubi, Tim Lapindo, juga diskusi terakhir di Cape Town, saya melihat kita
> semua jalan di tempat. Tidak aja kemajuan sama sekali. Masing-masing
> kelompok hanya menggunakan data masing2 yang mereka anggap benar lalu
> menganalisa dan menyimpulkan sesuai dengan keyakinan sendiri yang memang
> sudah dipegang teguh sejak awal perdebatan. Berangkat dari struktur
> berpikir masing2 dan kesimpulan sendiri2 itulah maka akhirnya ketika
> bertemu di ajang perdebatatan ilmiah yang ada malah debat kusir
> berkepanjangan dengan hasil teteeep aja kesimpulan sendiri yang benar.
> Jika memang semua dari kita memiliki benar2 berniat untuk tidak membiarkan
> hal ini berlarut2, sebenarnya tidak sulit. Tinggal marilah kita duduk
> bersama, mulai dari titik awal lagi dengan set data yang benar. Mari kita
> semua pelototi bersama set data itu. Siapa yang boleh hadir? Dua kubu yang
> bersilang pendapat, yaitu kubu yang menyimpulkan bahwa LUSI adalah murni
> akibat proses pemboran BJP-1, dan kubu yg menyimpulkan LUSI adalah murni
> fenomena mud volcano yg dipicu oleh gempa Jogja. Tidak sulit mencari siapa
> yang perlu hadir di situ: Pak Bambang Istadi, Pak Sawolo, Pak Manzini, Pak
> Awang, dan yang lain yang menyimpulkan bhw LUSI berkaitan dengan gempa
> Yogya. Lalu siapa lagi? Pak Nyoto, Pak Rubi, Pak Davis, Pak Tingay, Pak
> Kusuma, Pak Mino, dan banyak lagi yang menyimpulkan bahwa LUSI adalah
> akibat dari pemboran BJP-1. Lalu orang2 seperti saya yang haus akan
> pembelajaran, orang-orang yang terus terang ingin mengetahui apa sebenarnya
> yang terjadi.
> Lalu apa yang mesti dilakukan? Bikin janjilah Bapak-bapak semua, kapan, di
> mana, berapa lama, bongkar data set yang ada, QC data setnya apakah data
> tersebut benar atau rekayasa, lalu sepakat lah bila set data tersebut sudah
> benar. Nah kemudian berdebatlah. Berdebatlah sejadinya dengan berdasarkan
> pada set data yang sudah di-QC tadi. Mana mudlognya, mana tabel lumpurnya,
> mana hidrolikanya, mana deskripsi cuttingnya, mana d-exponent-nya, mana
> analisa kromatografnya, mana pendekatan gradien fracturenya, mana real time
> recordnya, mana loss-nya, mana kicknya, berapa shut in pressure-nya, Kujung
> tertembus atau tidak, berapa leak of test di dekat casing shoe terakhir,
> mengapa tidak set casing sebelum menembus zona tekanan formasi yang
> berbeda, atau apakah memang sudah menembus rezim tekanan yang berbeda, mana
> ini, mana itu, mengapa begini dan begitu, kenapa rig release setelah stuck
> terjadi, apakah semburan terjadi di BJP-1 atau di jarak 50m atau 150m, atau
>  200m, mana yang benar, mana yang tidak tepat, bla bla bla dan bla bla bla.
> Ketika kita berdebat sejadinya sambil memelototi data yang sama, insya
> Allah kita semua akan menuju ke satu arah kesimpulan, insya Allah kita akan
> mencapai titik temu.
> Pertanyaan saya adalah, kenapa kita gak melakukan ini secepatnya? Apakah
> masing2 terlalu gengsi untuk memulai. Atau jangan2 tiap kelompok sama
> berpikir bahwa kelompok yang satu membela kepentingan politik tertentu, dan
> demikian pula sebaliknya. Akhirnya yang ada hanya kekonyolan semata.Ayolah
> secepatnya, biar jangan kita berlama2 berdebat kusir tak berujung dan lalu
> di selingi olok2an tak perlu. Ayo kita bikin pertemuan ini, minta izin
> company masing-masing, kalau perlu usahakan adanya instruksi resmi dari
> negara untuk menunjuk orang-orang tersebut untuk cuti barang 1-2 minggu
> agar hanya dan hanya berkonsentrasi memelototi set data yang benar tentang
> pengeboran BJP-1.
> Demi kebaikan bangsa ini, dan demi perkembangan ilmu geologi.
> Salam,
> Firman Fauzi
>
>
>
>
>
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain  confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any  other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke