sekedar info, itu sudah pernah dilakukan dan bukan hanya sekali. tapi
seperti kata pak yogi dan pak nyoto, tidak mudah utk 'menyatukan'
pendapat. makanya tetap berkepanjangan hingga kini.

biarlah itu tetap jadi 'perdebatan ilmu' sampai kapan pun. yg lebih
penting, bagaimana 'memanfaatkan' si lusi utk kesejahteraan manusia
(dari bencana menjadi berkah).

salam,
syaiful

2008/10/29 Firman Fauzi <[EMAIL PROTECTED]>:
> Dear IAGI netters,
>
> Mengenai hasil diskusi baik di BPPT dulu, tim yang dikomandoi oleh Pak Rubi, 
> Tim Lapindo, juga diskusi terakhir di Cape Town, saya melihat kita semua 
> jalan di tempat. Tidak aja kemajuan sama sekali. Masing-masing kelompok hanya 
> menggunakan data masing2 yang mereka anggap benar lalu menganalisa dan 
> menyimpulkan sesuai dengan keyakinan sendiri yang memang sudah dipegang teguh 
> sejak awal perdebatan. Berangkat dari struktur berpikir masing2 dan 
> kesimpulan sendiri2 itulah maka akhirnya ketika bertemu di ajang perdebatatan 
> ilmiah yang ada malah debat kusir berkepanjangan dengan hasil teteeep aja 
> kesimpulan sendiri yang benar.
>
> Jika memang semua dari kita memiliki benar2 berniat untuk tidak membiarkan 
> hal ini berlarut2, sebenarnya tidak sulit. Tinggal marilah kita duduk 
> bersama, mulai dari titik awal lagi dengan set data yang benar. Mari kita 
> semua pelototi bersama set data itu. Siapa yang boleh hadir? Dua kubu yang 
> bersilang pendapat, yaitu kubu yang menyimpulkan bahwa LUSI adalah murni 
> akibat proses pemboran BJP-1, dan kubu yg menyimpulkan LUSI adalah murni 
> fenomena mud volcano yg dipicu oleh gempa Jogja. Tidak sulit mencari siapa 
> yang perlu hadir di situ: Pak Bambang Istadi, Pak Sawolo, Pak Manzini, Pak 
> Awang, dan yang lain yang menyimpulkan bhw LUSI berkaitan dengan gempa Yogya. 
> Lalu siapa lagi? Pak Nyoto, Pak Rubi, Pak Davis, Pak Tingay, Pak Kusuma, Pak 
> Mino, dan banyak lagi yang menyimpulkan bahwa LUSI adalah akibat dari 
> pemboran BJP-1. Lalu orang2 seperti saya yang haus akan pembelajaran, 
> orang-orang yang terus terang ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.
>
> Lalu apa yang mesti dilakukan? Bikin janjilah Bapak-bapak semua, kapan, di 
> mana, berapa lama, bongkar data set yang ada, QC data setnya apakah data 
> tersebut benar atau rekayasa, lalu sepakat lah bila set data tersebut sudah 
> benar. Nah kemudian berdebatlah. Berdebatlah sejadinya dengan berdasarkan 
> pada set data yang sudah di-QC tadi. Mana mudlognya, mana tabel lumpurnya, 
> mana hidrolikanya, mana deskripsi cuttingnya, mana d-exponent-nya, mana 
> analisa kromatografnya, mana pendekatan gradien fracturenya, mana real time 
> recordnya, mana loss-nya, mana kicknya, berapa shut in pressure-nya, Kujung 
> tertembus atau tidak, berapa leak of test di dekat casing shoe terakhir, 
> mengapa tidak set casing sebelum menembus zona tekanan formasi yang berbeda, 
> atau apakah memang sudah menembus rezim tekanan yang berbeda, mana ini, mana 
> itu, mengapa begini dan begitu, kenapa rig release setelah stuck terjadi, 
> apakah semburan terjadi di BJP-1 atau di jarak 50m atau 150m, atau
>  200m, mana yang benar, mana yang tidak tepat, bla bla bla dan bla bla bla. 
> Ketika kita berdebat sejadinya sambil memelototi data yang sama, insya Allah 
> kita semua akan menuju ke satu arah kesimpulan, insya Allah kita akan 
> mencapai titik temu.
>
> Pertanyaan saya adalah, kenapa kita gak melakukan ini secepatnya? Apakah 
> masing2 terlalu gengsi untuk memulai. Atau jangan2 tiap kelompok sama 
> berpikir bahwa kelompok yang satu membela kepentingan politik tertentu, dan 
> demikian pula sebaliknya. Akhirnya yang ada hanya kekonyolan semata.Ayolah 
> secepatnya, biar jangan kita berlama2 berdebat kusir tak berujung dan lalu di 
> selingi olok2an tak perlu. Ayo kita bikin pertemuan ini, minta izin company 
> masing-masing, kalau perlu usahakan adanya instruksi resmi dari negara untuk 
> menunjuk orang-orang tersebut untuk cuti barang 1-2 minggu agar hanya dan 
> hanya berkonsentrasi memelototi set data yang benar tentang pengeboran BJP-1.
>
> Demi kebaikan bangsa ini, dan demi perkembangan ilmu geologi.
>
> Salam,
> Firman Fauzi
>
>
>



-- 
Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist
Mobile: 62-812-9372808
Emails:
[EMAIL PROTECTED] (business)
[EMAIL PROTECTED]

Technical Manager of
Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)

--------------------------------------------------------------------------------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke