Terimakasih, pak Koesoema. Karena agak sedikit penasaran, pagi ini saya coba buka beberapa referensi yg ada di rumah:
1) Ternyata di dalam 'Oxford Advanced Learner's Dictionary' (7th Edition), kata 'tufa' maupun 'tuff' tidak ada (yg termuat adalah 'Tuesday' kemudian langsung 'tuft' (halaman 1647). 2) Hal yg sama di dalam kamus karangan John M. Echols dan Hassan Shadily (baik yg Kamus Inggris - Indonesia maupun Kamus Indonesia - Inggris). 3) Di dalam 'A Dictionary of Geology' (D.G.A Whitten dan J.R.V Brooks, 1976/reprinted), di halaman 457 ada kata 'Tufa' yg diminta merujuk ke kata lainnya 'Calc tufa' dan persis di bawahnya ada kata 'Tuff' yg diminta merujuk ke kata lainnya 'Pyroclastic rocks'. Saya kira utk 'pyroclastic rocks' cukup jelas bagi kebanyakan rekan. Di halaman 66, saya temukan 'Calc tufa' (catatan: bukan 'Calc. tufa' alias tidak pakai tanda titik setelah 'calc') yg penjelasannya cukup panjang sekitar satu halaman. Saya kutipkan definisi awalnya saja: "Calc tufa. A general name for deposits of CaCO3 formed by deposition from solutions of calcium bicarbonate, Ca(HCO3)2: ....". 4) Masih penasaran, saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, Depdiknas, Balai Pustaka). Di halaman 1215, saya temukan di baris paling atas, kata 'tufa' yg aslinya didefinisikan sbb: 'batuan yg mengedap dr sumber air panas' (asli, dituliskan 'yg' dan 'dr'). Tidak ada penjelasan lainnya. 5) Iseng-iseng, buka juga deh Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia (J.S. Badudu), yg ternyata tidak memuat kata 'tufa' maupun 'tuff'. Nah, bisa ditarik kesimpulan, bukan? Memang bisa tersesat... Yg selanjutnya menjadi keingin-tahuan saya, dulu ketika pak Mulyono Purbo membuat kamusnya, apakah memang hanya ide pribadi, ataukah sudah juga didiskusikan di dalam lingkup yg lebih luas semisal PIT IAGI? Mungkin pak Koesoema dapat memberikan penjelasan. Saya juga sedang berpikir, apakah IAGI perlu mengangkat masalah 'bahasa' ini di dalam suatu forum khusus? salam dari mbogor, syaiful 2008/11/14 R.P.Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]>: > Karena istilah 'tufa' itu dalam bahasa Inggris berarti endapan 'travertine' > ----- Original Message ----- From: "mohammad syaiful" > <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, November 14, 2008 5:45 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia > > >> Terus-terang, dalam beberapa hal, saya sependapat dengan pak Koesoema. >> Mohon penjelasan, mengapa terjemahan 'tufa' dari 'tuff' dianggap >> menyesatkan? >> >> Terimakasih dan salam, >> syaiful >> >> 2008/11/13 R.P.Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]>: >>> >>> Saya yang kurang setuju dengan istilah2 geologi yang diciptakan Pak >>> Mulyono >>> Purbo, karena akan mempersulit untuk menghafalnya, bahkan dapat >>> menyesatkan. >>> Contoh tuff diterjemahkan menjadi tufa, menyesatkan. Dalam bahasa >>> Malaysia >>> yang ingin memelayukan istilah2 geologi bisa terjadi lucu: graben >>> diterjemahkan 'lurah tergelincir', padahal graben sendiri adalah berasal >>> dari bahasa Jerman, orang Inggris saja tidak menterjemahkannya. Sebaiknya >>> istilah-istilah geologi dicari dari bahasa Latin yang diindonesiakan, >>> karena >>> lafal bahasa Latin tidak terlalu jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. >>> Istilah geologi bahasa Inggris banyak menggunakan istilah Latin yang >>> diinggriskan, apalagi dalam bahasa Perancis. Beruntunglah ilmu biologi >>> yang >>> secara konsisten menggunakan istilah2 Latin, walapun di'italic'kan. >>> RPK >>> ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" >>> <[EMAIL PROTECTED]> >>> To: <[email protected]> >>> Cc: "Geo Unpad" <[EMAIL PROTECTED]>; "Forum HAGI" >>> <[EMAIL PROTECTED]>; "Eksplorasi BPMIGAS" >>> <[EMAIL PROTECTED]> >>> Sent: Thursday, November 13, 2008 4:34 PM >>> Subject: Re: [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia >>> >>> >>> Iya Pak Untung, terima kasih untuk mengingatkan. Tetapi dalam KBBI (Kamus >>> Besar Bahasa Indonesia) itu pun, terdapat 24 orang ahli penyumbang >>> istilah >>> keilmuan. M.M. Purbo-Hadiwidjojo tercatat di dalam kamus tersebut sebagai >>> penyumbang istilah-istilah geologi. >>> >>> Namun demikian, bila kita ingin tahu lebih banyak tentang >>> peng-Indonesia-an >>> istilah-istilah geologi, apa yang diingatkankan Pak Untung adalah tepat. >>> Pak >>> Purbo pernah menerbitkan dua buku tentang istilah-istilah geologi dalam >>> bahasa Indonesia, baik sebagai padanan dari bahasa Inggris (diterbitkan >>> ITB, >>> 1981), maupun sebagai Kamus Ilmu Kebumian (Grasindo, 1994). Bagaimana >>> perkembangan terbaru pengistilahan geologi dalam bahasa Indonesia setelah >>> pertengahan tahun 1990 ? Adakah yang meneruskan usaha yang telah dengan >>> tekun dirintis oleh Pak Purbo tersebut ? Barangkali Pak Untung punya info >>> ? >>> >>> Mud volcano pernah diterjemahkan sebagai "poton" oleh Pak Purbo, megambil >>> kata asli dari Pulau Timor yang banyak gununglumpurnya. Tak ada seorang >>> pun >>> yang kini menggunakan "poton" tersebut untuk menamai Lusi di Jawa Timur, >>> gununglumpur pun sedikit yang memakainya, lebih banyak yang memakai "Lusi >>> mud volcano". Ini mencerminkan bahwa kebanyakan orang lebih senang >>> berbahasa >>> teknis dengan istilah aslinya. Adakah yang lebih senang memakai "selut" >>> sebagai ganti "ooze","petabah" untuk monadnock", "bintil" untuk "nodule", >>> "surutan cepat" untuk "rapid drawdown" ? Saya tak pernah mendengar >>> seorang >>> pun lebih senang memakainya. Maka, pengistilahan bahasa Indonesia jelas >>> masih harus bersaing dengan kegemaran orang beristilah dengan bahasa >>> aslinya. >>> >>> Saya memperhatikan bahwa peristilahan yang dianggit Pak Purbo kebanyakan >>> hanya dipakai oleh publikasi-publikasi keluaran P3G/PSG. Di luar itu, >>> nampak >>> keengganan menggunakannya. Entah mengapa. Paling mungkin adalah bahwa >>> mereka >>> tidak pernah tahu bahwa istilah-istilah bahasa Indonesia untuk banyak >>> istilah teknis geologi itu telah ada. >>> >>> salam, >>> awang >>> >>> --- On Thu, 11/13/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >>> wrote: >>> >>> From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >>> Subject: Re: [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia >>> To: [email protected] >>> Cc: "Geo Unpad" <[EMAIL PROTECTED]>, "Forum HAGI" >>> <[EMAIL PROTECTED]>, "Eksplorasi BPMIGAS" >>> <[EMAIL PROTECTED]> >>> Date: Thursday, November 13, 2008, 3:44 PM >>> >>>> Pak Awang jangan lupa kamus istilah geologi karya MM Purbo-Hadiwidjojo, >>> >>> banyak membantu peristilahan dalam geologi >>> >>> Salam Untung Sudarsono >>> Pak Taufik, >>>> >>>> "Tip atau tips" dalam bahasa Inggris bisa berarti dua : (1) uang >>> >>> persenan, >>>> >>>> (2) petunjuk praktis (kamus bahasa Inggris Echols dan Shadily). Dua kata >>>> itu dalam bahasa Indonesia baku tentu tidak dianjurkan, kita lebih aman >>>> dan lebih sesuai menggunakan "petunjuk praktis" sebagai >>> >>> padananannya >>>> >>>> (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia). >>>> >>>> Berbahasa Indonesia dengan baik (sesuai ragamnya) dan benar (sesuai >>>> aturan >>>> dan kaidah kebahasaan) adalah wajib bagi seluruh pengguna bahasa >>>> Indonesia >>>> berkewarganegaraan Indonesia. Untuk itu, kita harus terus belajar bahasa >>>> kita sendiri. Jangan putus belajar bahasa Indonesia seusai kita lulus >>>> dari >>>> sekolah menengah. Bila semua orang Indonesia berbahasa Indonesia dengan >>>> baik dan benar, dapat dibayangkan betapa akan semakin majunya bahasa >>>> nasional kita. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia >>>> (Inggris, Arab, Cina, dll.), bahasa Indonesia masih sangat muda umurnya. >>>> Meskipun demikian, penuturnya banyak, sehingga di dunia pun bahasa kita >>>> cukup penting posisinya. Maka, pembinaan bahasa Indonesia jelas suatu >>>> kemutlakan. >>>> >>>> Petunjuk praktis berbahasa Indonesia dengan baik dan benar hanya >>>> sesederhana membeli buku-bukunya, mempelajarinya dengan >>>> bersungguh-sungguh, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. >>>> >>>> Buku-buku wajib untuk dapat mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan >>>> benar : >>>> >>>> - Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional - Balai >>>> Pustaka, 2007 - edisi ketiga) - 1387 halaman. Kamus ini akan membimbing >>>> kita akan makna tepat suatu kata dan menunjukkan mana kata-kata baku >>>> mana >>>> kata-kata nonbaku. >>>> >>>> - Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Alwi dkk., Balai Pustaka, >>>> 2003,edisi >>>> ketiga) - 486 halaman. Buku ini walaupun bersifat akademik, masih cukup >>>> praktis untuk digunakan mempelaari semua aturan bahasa Indonesia. >>>> >>>> - Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman >>>> Umum >>>> Pembentukan Istilah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen >>>> Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 1972, 1988, 1992, 2005). Kedua >>>> buku ini bersifat praktis untuk menuntun kita menulis kata-kata dalam >>>> bahasa Indonesia dan menerjemahkan istilah asing. >>>> >>>> Itulah ketiga buku yang harus ada bila kita bersungguh-sungguh ingin >>>> mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai tambahan atas >>>> buku-buku itu, banyak buku praktis yang dapat meningkatkan ketrampilan >>>> kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar, misalnya seperti di bawah >>>> ini. >>>> >>>> - Berbahasa Indonesialah dengan Benar : Petunjuk Praktis untuk Pelajar, >>>> Mahasiswa, dan Guru (Zaenal Arifin, 1986 - saya punya edisi pertamanya, >>>> buku ini mudah dipelajari sehingga banyak dicari orang, edisi terbarunya >>>> - >>>> 2005 masih saya lihat ada di toko-toko buku). >>>> >>>> - Buku-buku pembinaan bahasa Indonesia tulisan Yus Badudu (mungkin >>>> buku-buku ini sudah sulit dicari di toko-toko buku, kecuali karya-karya >>>> Pak Badudu yang terbaru). Beberapa seri bukunya yang banyak dicari orang >>>> : >>>> >>>> Membina Bahasa Indonesia Baku (Badudu, 1980, Pustaka Prima, Bandung) >>>> Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (Badudu, PT Gramedia -banyak edisi >>>> dan >>>> cetakannya) >>>> Pelik-Pelik Bahasa Indonesia (Badudu, Pustaka Prima). >>>> >>>> Masih banyak buku-buku pembinaan bahasa Indonesia yang lain dari >>>> berbagai >>>> penulis. Misalnya, "Masalah Bahasa yang Dapat Anda Atasi >>> >>> Sendiri" (Anton >>>> >>>> Moeliono, Sinar Harapan, 1990), dan "Problematika Bahasa Indonesia : >>>> Sebuah Analisis Praktis Bahasa Baku" (Kusno Santoso, PT Rineka Cipta, >>>> 1990). >>>> >>>> Pak Taufik cukup mengunjungi toko buku yang lengkap dan memilih sendiri >>>> di >>>> sana buku-buku pembinaan bahasa Indonesia. Setelah itu, mempelajari dan >>>> menerapkannya secara disiplin, kita akan melihat bahwa meskipun kita >>>> pernah mempelajari bahasa Indonesia selama minimal 12 tahun, ternyata >>>> masih banyak kesalahan yang selama ini kita lakukan dalam berbahasa >>>> Indonesia. >>>> >>>> Analisis Pak Badudu dalam Cakrawala Bahasa Indonesia (Badudu, 1988) >>>> mengatakan bahwa kita sering membuat kesalahan dalam berbahasa Indonesia >>>> karena kita selama ini suka menganggap bahasa Indonesia itu mudah dan >>>> kita >>>> kurang berlatih di sekolah melalui kegiatan menulis atau mengarang. >>>> >>>> Sebuah pengalaman pribadi, saya menentukan hari-hari tertentu dalam >>>> seminggu untuk mempelajari bahasa Indonesia, tetap menyempatkan untuk >>>> mempelajarinya di tengah berbagai kesibukan. Kita akan memperhatikan >>>> hukum-hukum dalam bahasa ketika kita harus menulis sebuah karangan >>>> dengan >>>> bahasa yang baik dan benar, maka semakin banyak kita menulis, akan >>>> semakin >>>> baik ketrampilan kita berbahasa. >>>> >>>> Mari kita terus belajar bahasa Indonesia ! Beli buku-bukunya, pelajari, >>>> dan terapkan ! >>>> >>>> salam, >>>> awang >>>> >>>> --- On Thu, 11/13/08, taufik anwar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>>> >>>> From: taufik anwar <[EMAIL PROTECTED]> >>>> Subject: Re: [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia >>>> To: [email protected] >>>> Date: Thursday, November 13, 2008, 8:59 AM >>>> >>>> Terima kasih banyak Pak Awang. Uraian yang menarik. Saya merasakan >>>> sekali >>>> kesulitan itu. Mau berbahasa Indonesia yang benar ternyata sulit, >>>> apalagi >>>> berbahasa Inggris yang baik, jauh lebih sulit. Jadinya serba naggung. >>>> Campur-campur. >>>> Mungkin Pak Awang punya tip (saya takut keliru dengan "tips") >>> >>> apa >>>> >>>> yang harus >>>> kita lakukan dalam belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar itu. >>>> Mungkin >>>> punya buku-buku referensi yang bagus dan lengkap? >>>> >>>> Terima kasih, >>>> >>>> Taufik Anwar >>>> >>>> On Thu, Nov 6, 2008 at 11:40 PM, Awang Satyana >>>> <[EMAIL PROTECTED]>wrote: >>>> >>>>> Berikut sebuah tulisan pendek yang saya mulai menulisnya pada 28 >>> >>> Oktober >>>>> >>>>> lalu, tepat 80 tahun setelah "Sumpah Pemuda" diikrarkan, >>> >>> yang >>>> >>>> saya tulis di >>>>> >>>>> ujung selatan Afrika - di Capetown di antara kesibukan menghadiri >>>> >>>> pertemuan >>>>> >>>>> AAPG 26-29 Oktober 2008. Tulisan terputus di tengah, terselingi oleh >>>> >>>> tulisan >>>>> >>>>> lain tentang kasus jajak pendapat Lusi di pertemuan AAPG tersebut yang >>>> >>>> harus >>>>> >>>>> segera ditanggapi. Tulisan ini tentang sikap kita pada umumnya kepada >>>>> bahasa persatuan kita : bahasa Indonesia. >>>>> >>>>> Tanggal 28 Oktober yang lalu kita memperingati 80 tahun "Sumpah >>>> >>>> Pemuda" (28 >>>>> >>>>> Oktober 1928). Semoga kita tetap mengingatnya sebagai tonggak penting >>>>> sejarah bangsa Indonesia, saat para pemuda kita dari berbagai >>>>> perkumpulan >>>>> daerah bersatu bersumpah "bertanah air satu : Tanah Air >>> >>> Indonesia, >>>> >>>> berbangsa >>>>> >>>>> satu : Bangsa Indonesia, berbahasa satu : Bahasa Indonesia. >>>>> >>>>> Apakah kita telah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar setelah >>>> >>>> belasan >>>>> >>>>> tahun bahasa nasional ini kita pelajari dari TK sampai perguruan >>> >>> tinggi >>>> >>>> dan >>>>> >>>>> setelah puluhan tahun bahasa persatuan ini kita gunakan sehari-hari >>>>> dalam >>>>> berbagai kesempatan resmi dan tak resmi ? Banyak orang menganggap >>> >>> bahasa >>>>> >>>>> Indonesia itu mudah. Benarkah ? >>>>> >>>>> "Jangan menganggap bahasa Indonesia itu mudah. Yang mudah ialah >>>> >>>> bahasa >>>>> >>>>> Indonesia tutur (lisan), yang kita gunakan dalam pergaulan >>> >>> sehari-hari, >>>>> >>>>> tetapi bahasa Indonesia ragam resmi yang baku tidak semudah yang >>>> >>>> disangkakan >>>>> >>>>> orang", demikian kutipan dari "Cakrawala Bahasa >>> >>> Indonesia" >>>> >>>> (Badudu, 1988, PT >>>>> >>>>> Gramedia, hal. 11). Kalau seorang guru besar bahasa Indonesia seperti >>>>> Yus >>>>> Badudu saja mengatakan bahwa bahasa Indonesia ragam resmi tak mudah, >>>>> maka >>>>> sebaiknya kita menghapus sangkaan itu. >>>>> >>>>> Kapan bahasa Indonesia terasa tidak semudah seperti yang kita sangka ? >>>>> Yaitu, ketika bahasa Indonesia digunakan dalam tulisan resmi. >>> >>> Seseorang >>>> >>>> yang >>>>> >>>>> tidak biasa menggunakan bahasa Indonesia secara teratur dalam bertutur >>>> >>>> akan >>>>> >>>>> merasakan kesukarannya bila ia tiba-tiba diminta berbicara di depan >>> >>> umum >>>>> >>>>> dalam suatu acara bersifat resmi. Seseorang yang tidak biasa menulis >>>>> akan >>>>> merasa sukar bila ia harus membuat karangan, misalnya surat resmi, >>>>> kertas >>>>> kerja, laporan ilmiah. Memeriksa kemampuan sesungguhnya seseorang akan >>>> >>>> suatu >>>>> >>>>> bahasa dapat segera terbaca melalui tulisan resminya. Dalam setiap >>>>> bahasa >>>>> berlaku hal itu. >>>>> >>>>> Sikap kita terhadap bahasa Indonesia milik nasional sering negatif. >>> >>> Kita >>>>> >>>>> yang sudah tidak wajib lagi mempelajari bahasa Indonesia karena telah >>>> >>>> lulus >>>>> >>>>> sekolah umumnya betapa kurang dan tidak adanya perhatian kita terhadap >>>>> bahasa Indonesia yang setiap hari kita gunakan itu. Kita sering merasa >>>>> tak >>>>> ada kekurangan pada diri kita atas kekurangsanggupan kita menggunakan >>>> >>>> bahasa >>>>> >>>>> Indonesia itu dengan baik dan benar. Apakah kita telah yakin bahwa >>> >>> kita >>>>> >>>>> tidak membuat kesalahan dalam bertatabahasa Indonesia : susunan kata >>>>> dalam >>>>> kalimat, bentukan kata, maupun pemakaian kata dengan makna yang tepat >>> >>> ? >>>>> >>>>> Jika bangsa Indonesia sebagai pemilik dan pemakai bahasa Indonesia >>> >>> terus >>>>> >>>>> bersikap negatif terhadap bahasa nasionalnya, bahasa Indonesia akan >>>>> berkembang secara kacau dan tak pernah bahasa ini menjadi bahasa yang >>>>> mantap. Walaupun kita tidak lagi terikat secara pendidikan harus >>>> >>>> mempelajari >>>>> >>>>> bahasa Indonesia, janganlah kita berhenti mempelajari bahasa Indonesia >>>> >>>> sebab >>>>> >>>>> bahasa kita ini berkembang terus. Aturan bahasa atau bentukan kata >>> >>> yang >>>>> >>>>> selama ini kita anggap benar, ternyata salah menurut aturan yang >>> >>> benar. >>>> >>>> Kita >>>>> >>>>> tidak akan pernah tahu bahwa itu salah kalau kita tidak lagi belajar >>>> >>>> bahasa >>>>> >>>>> Indonesia. Kesalahan berbahasa yang kita anggap benar itu disebut >>>> >>>> "salah >>>>> >>>>> kaprah". >>>>> >>>>> Salah kaprah adalah salah yang sudah umum sehingga tidak lagi terasa >>>>> kesalahannya. Bentuk salah kaprah hendaknya dikembalikan kepada >>>>> bentuknya >>>>> yang benar dan tepat. Bila terlampau banyak bentuk salah kaprah, >>> >>> terlalu >>>>> >>>>> banyak penyimpangan dari kaidah bahasa yang berlaku, bahasa itu >>> >>> bukanlah >>>>> >>>>> bahasa yang baik, yang mantap. Kalau bentuk salah kaprah diterima >>>>> sebagai >>>>> bentuk kecuali maka bahasa itu bukanlah bahasa yang mantap. Bahasa >>> >>> yang >>>> >>>> baik >>>>> >>>>> ialah bahasa yang mantap, yang bersistem, yang mudah dipelajari. >>> >>> Bahasa >>>> >>>> yang >>>>> >>>>> bersistem adalah bahasa yang mudah dipelajari. Dalam linguistik >>>>> dijelaskan >>>>> bahwa kita belajar bahasa dengan membentuk analogi dari bentuk pertama >>>> >>>> yang >>>>> >>>>> kita pelajari. Tanpa keteraturan yang ada pada sistem bahasa itu, akan >>>>> sangat sukar mempelajari bahasa karena semua harus dihafalkan saja. >>>>> >>>>> Sikap kita yang kurang teliti (atau kurang peduli) dalam berbahasa >>>>> menyebabkan makin tersebarnya bentuk salah kaprah itu. Beberapa salah >>>> >>>> kaprah >>>>> >>>>> yang sering ditemui : merubah, mengenyampingkan, dimana, ijin, bersama >>>>> ini >>>>> kami kabarkan, pertanggungan jawab, tapi, kenapa, lain kesempatan, >>>>> kantor >>>> >>>> di >>>>> >>>>> mana saya bekerja, itu adalah benar, disebabkan karena, lebih besar >>>>> dari, >>>>> berulang kali, para hadirin, pada zaman dahulu kala, kwalitas, >>> >>> analisa, >>>>> >>>>> metoda, prosentase, praktek, hektar, sistim. Semoga kita tahu apa >>>>> bentuk-bentuk benar dari bentuk-bentuk salah ini. >>>>> >>>>> Anton M. Moeliono, seorang tokoh bahasa Indonesia, menulis dalam >>>> >>>> "Politik >>>>> >>>>> Bahasa Nasional" (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1976, >>> >>> hal. >>>> >>>> 29), >>>>> >>>>> "Bahasa baku perlu memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa >>>> >>>> kaidah dan >>>>> >>>>> aturan yang tetap. Tetapi kemantapan itu cukup terbuka untuk perubahan >>>> >>>> yang >>>>> >>>>> bersistem di bidang kosakata dan peristilahan dan untuk perkembangan >>>>> berjenis ragam dan gaya di bidang kalimat dan makna." "Ciri >>> >>> lain >>>> >>>> yang harus >>>>> >>>>> dimiliki oleh bahasa baku yang modern ialah ciri kecendekiaan. Bahasa >>>>> Indonesia harus mampu mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di >>>> >>>> berbagai >>>>> >>>>> bidang ilmu, teknologi, dan antarhubungan manusia, tanpa menghilangkan >>>>> kodrat dan pribadinya." >>>>> >>>>> Kita menginginkan dan berusaha menjadikan bahasa Indonesia bahasa yang >>>>> lebih tinggi tarafnya daripada sekadar bahasa pergaulan saja. Kita >>> >>> ingin >>>>> >>>>> agar bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmiah. Keinginan kita itu telah >>>>> kita >>>>> buktikan. Kita telah berusaha menciptakan istilah yang cukup bagi >>>>> berbagai >>>>> bidang ilmu. Kita mencoba meningkatkan swadaya bahasa kita dengan >>>>> menciptakan bentuk-bentuk baru dari unsur bahasa yang ada. Di >>> >>> perguruan >>>>> >>>>> tinggi, kuliah diberikan dalam bahasa Indonesia. Laporan-laporan >>> >>> ilmiah >>>>> >>>>> seperti kertas kerja, makalah, skripsi, dan disertasi ditulis dalam >>>> >>>> berbagai >>>>> >>>>> bidang ilmu ditulis dalam bahasa Indonesia. >>>>> >>>>> Sikap kita terhadap bahasa Indonesia haruslah positif. Artinya, cinta >>>>> akan >>>>> bahasa Indonesia haruslah diejawantahkan dengan perbuatan yang nyata. >>>> >>>> Setiap >>>>> >>>>> putra dan putri Indonesia haruslah mau berusaha meningkatkan >>> >>> pengetahuan >>>> >>>> dan >>>>> >>>>> keterampilannya berbahasa Indonesia. Kita harus memberikan tempat dan >>>>> kedudukan yang layak bagi bahasa Indonesia karena ia bahasa nasional >>>>> kita. >>>>> Penghargaan kita terhadap bahasa Indonesia harus lebih tinggi daripada >>>>> penghargaan kita terhadap bahasa asing yang mana pun. >>>>> >>>>> Mari kita terus belajar bahasa Indonesia. >>>>> >>>>> salam, >>>>> awang >>>>> >>>>> >>>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>> >>> >>> >>> >>> -------------------------------------------------------------------------------- >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... >>> >>> -------------------------------------------------------------------------------- >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG >>> * mungkin di semarang >>> * mungkin pula di solo >>> * mungkin juga join dg HAGI dll. >>> >>> ----------------------------------------------------------------------------- >>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >>> No. Rek: 123 0085005314 >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia >>> No. Rekening: 255-1088580 >>> A/n: Shinta Damayanti >>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> --------------------------------------------------------------------- >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>> posted >>> on >>> its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall >>> IAGI >>> and >>> its members be liable for any, including but not limited to direct or >>> indirect >>> damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, >>> data >>> or >>> profits, arising out of or in connection with the use of any information >>> posted >>> on IAGI mailing list. >>> --------------------------------------------------------------------- >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> __________ NOD32 3244 (20080705) Information __________ >>> >>> This message was checked by NOD32 antivirus system. >>> http://www.eset.com >>> >>> >>> >>> -------------------------------------------------------------------------------- >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... >>> >>> -------------------------------------------------------------------------------- >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG >>> * mungkin di semarang >>> * mungkin pula di solo >>> * mungkin juga join dg HAGI dll. >>> >>> ----------------------------------------------------------------------------- >>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >>> No. Rek: 123 0085005314 >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia >>> No. Rekening: 255-1088580 >>> A/n: Shinta Damayanti >>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> --------------------------------------------------------------------- >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>> posted >>> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall >>> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to >>> direct >>> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from >>> loss >>> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of >>> any >>> information posted on IAGI mailing list. >>> --------------------------------------------------------------------- >>> >>> >> >> >> >> -- >> Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist >> Mobile: 62-812-9372808 >> Emails: >> [EMAIL PROTECTED] (business) >> [EMAIL PROTECTED] >> >> Technical Manager of >> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) >> >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL >> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 >> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG >> * mungkin di semarang >> * mungkin pula di solo >> * mungkin juga join dg HAGI dll. >> >> ----------------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event >> shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to >> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the >> use of any information posted on IAGI mailing list. >> --------------------------------------------------------------------- >> >> >> >> >> __________ NOD32 3244 (20080705) Information __________ >> >> This message was checked by NOD32 antivirus system. >> http://www.eset.com >> >> > > > -------------------------------------------------------------------------------- > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > * mungkin di semarang > * mungkin pula di solo > * mungkin juga join dg HAGI dll. > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist Mobile: 62-812-9372808 Emails: [EMAIL PROTECTED] (business) [EMAIL PROTECTED] Technical Manager of Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

