Meskipun demikian, Pak Moelyono Purbo adalah satu-satunya geologiwan (ini istilah Pak Moelyono juga) yang telah duduk di komisi istilah bahasa Indonesia dari tahun 1950-an dalam rangka mencari padanan istilah teknis beberapa ilmu tertentu. Nama Pak Moelyono juga masih tercantum sebagai satu-satunya geologiwan penyumbang istilah-istilah geologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV yang menurut rencana Pusat Bahasa akan terbit akhir tahun ini. Seperti Pak Koesoema, saya juga punya beberapa istilah temuan Pak Moelyono yang tak "nyaman" dipakai sebab salah kaprah atau tak cocok dengan aslinya (misalnya kasus tufa untuk tuf). "tuffaceous" sebagai pencampur abu gunungapi harus diterjemahkan sebagai tufan, bukan tufaan. Tetapi, hanyalah pak Moelyono yang konsisten selama puluhan tahun mencari padanan istilah2 Indonesia untuk istilah2 geologi. Dan saya yakin, bahwa Pak Moelyono lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengutak-atik istilah geologi dibandingkan keahlian yang sesungguhnya sebagai geohydrologist. Publikasinya tentang peristilahan geologi lebih banyak dibandingkan publikasinya tentang geohidrologi atau geoteknik. Beberapa kesalahan memang sudah seharusnya diperbaiki. Salam, awang -----Original Message----- From: mohammad syaiful [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, November 14, 2008 4:31 C++ To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] 'tufa' bukan 'tuff' (was: Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia) Terimakasih, pak Koesoema, atas penjelasannya. Tampaknya suatu waktu perlu diadakan temu-darat oleh IAGI utk membahas masalah ini. Salam dari Tebet/Jakarta yg sedang hujan deras dengan guntur yg cukup menggelegar, syaiful 2008/11/14 R.P.Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]>: > Pak Moelyono Purbo menyusun kamus geologi bahasa Indonesia itu tentu resmi > dalam tugasnya di Direktorat Geologi. > Pada waktu itu tidak ada seminar-seminar atau forum-forum mengenai itu, ya > Pak Moelyono Purbo dianggap authority mengenai hal itu, dan tidak ada > mailing list IAGI untuk memprotesnya. > Saya pernah diskusi dengan beliau, tetapi beliau selalu mengatakan kalau > tidak setuju ya tidak usah digunakan. > Tetapi kemudian kelihatannya di Direktorat Geologi dan Departemen > Pertambangan menjadi wajib untuk menggunakanannya. > Begitu ceritanya. > RPK

