tahun 2004 jutaan ikan mati di danau toba memang pernyataan dinas perikanan
setempat yg menyatakan virus koi herpes penyebabnya, hebatnya mereka
menyalahkan asal bibit ikan tersebut (riau) lah penyebabnya..dinas perikanan
riaunya mencak-mencak, mereka katakan kalau penyebab bibit ikannya dari asal
mereka..kenapa tak terjadi wabah tersebut di daerah Riau?.

Dinas perikanan setempat juga lupa bahwa qaulitas air danau toba sangat
tercemar, akibat tambak perikanan tersebut sendiri dan polutan yg masuk
kedanau..hal yg sama juga sering terjadi di jatiluhur, secara periodik
petani ikan sering gagal panen disebabkan matinya ribuan ikan yg yg siap
panen, jatiluhur sendiri tingkat pencemarannya sangat tinggi.

Dalam hal ini lingkungan hidup beberapa danau alam/buatan di Indonesia
memang sangat parah pencemarannya.

2009/1/9 Setiabudi Djaelani <[email protected]>

> Pak Awang,
>
> Terima kasih banyak atas informasi/ ulasannya. Pengetahuan luas Pak Awang
> telah banyak menjawab pertanyaan anggauta milis ini. Sepantasnya setiap
> Geologist dapat memberi penerangan kepada masyarakat, setiap ada fenomena
> alam /geologi yang terjadi disekitar kita. Walaupun dengan kadar keahlian
> asing-masing sehingga keberadaan kita dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
>
> Sekali lagi terima kasih telah meluangkan waktu untuk merespon.
>
> Nuhun,
> SDJ
>
> -----Original Message-----
> From: Awang Satyana [mailto:[email protected]]
> Sent: Friday, January 09, 2009 1:56 PM
> To: [email protected]; Forum HAGI
> Subject: Re: [iagi-net-l] Erupsi Sulfida dari bawah danau .....ribuan ton
> ikan mati !!!
>
> Pak Setiabudi,
>
> Sambil lalu, saya sempat menyaksikan tayangan hal ini di sebuah televisi.
> Karena tak menyimak dengan baik alias sambil berlalu, saya tak tahu itu
> kejadian di danau mana, tetapi memang di Sumatra, dan baru tahu juga kalau
> penyebabnya oleh semburan sulfida dari dasar danau.
>
> Ekshalasi gas sulfida (sulphide gas venting) umum ditemukan di danau-danau
> yang sebenarnya merupakan kawah-kawah kompleks gunungapi berstatus dormant.
> Misalnya, dua dari tiga danau kawah di Kelimutu Flores adalah danau dengan
> serupsi gas sulfida yang kuat (saya mengulas tentang hal ini bulan lalu di
> milis ini). Yang menyembur bukan hanya gas belerang, tetapi biasanya juga
> dengan metana, CO2, atau CO. Sebagian gas2 ini kita tahu bersifat toksik.
> Gas sulfur saat bereaksi dengan air bisa menghasilkan H2SO4 (asam belerang)
> atau H2S. Mungkin itu yang meracuni ikan-ikan di danau.
>
> Danau-danau di Sumatra, yang berlokasi di sepanjang Bukit Barisan sebagian
> adalah sisa-sisa kawah gunungapi Kuarter atau yang lebih tua, maka fenomena
> seperti di atas bisa saja terjadi.
>
> Tetapi ikan mati secara masal juga bisa terjadi karena limbah (misalnya
> oleh eutrofikasi ganggang atau eceng gondok) atau penyakit endemik seperti
> akibat virus. Misalnya, di Danau Toba, pada November 2004, puluhan juta ekor
> Ikan Mas yang dibudidaya warga ditemukan mati secara serentak akibat
> terserang virus koi herpes yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah.
>
> Maka bila benar ribuan ton ikan mati di danau Sumatra baru2 ini akibat
> suphide gas venting di bawah danau, diperlukan juga penelitian
> geologi/volkanologi danau tersebut.
>
> salam,
> awang
>
>
> --- On Fri, 1/9/09, Setiabudi Djaelani <[email protected]>
> wrote:
>
> From: Setiabudi Djaelani <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] Erupsi Sulfida dari bawah danau .....ribuan ton ikan
> mati !!!
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Friday, January 9, 2009, 11:33 AM
>
> Kemarin pagi saya mendengar berita radio, ribuan ton ikan setiap hari mati
> di
> danau ? (Sumatra) akibat keluarnya matrial sulfide dari bawah/ dasar  danau
> tersebut.
>
> Gejala geologi apakah gerangan itu ?  Mohon sharenya !! Apakah pernah
> terjadi
> sebelumnya di tempat lain ??
>
> Setiabudi Dj
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on
> its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI
> and
> its members be liable for any, including but not limited to direct or
> indirect
> damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
> data or
> profits, arising out of or in connection with the use of any information
> posted
> on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke