Sigit dan rekan2 milis,
 
 
Pembukaan Selat Makassar ke selatan-baratdaya menuju East Java Sea Basin hanya 
ke sebelah utara, ke kompleks horst dan graben Sibaru High-Masalima 
Trough-Masalima High-Doang Trough. Saya agak meragukan efeknya terjadi sampai 
ke Pagerungan Half Graben dan MDA Half Graben. Bila direkonstruksi ke earliest 
Tertiary dan lower Paleogene kedua dalaman yang terakhir punya orientasi yang 
lain dengan horst-graben2 yang disebutkan pertama. Pembukaan kompleks 
horst-graben di East Java Sea itu mengikuti suatu konsep, ada pula yang 
menganggapnya sebagai akibat rifting di posisi back-arc akibat melambatnya laju 
penunjaman di selatan Jawa yang berkurang (roll-back rifting). Perlu diketahui, 
bahwa kerak samudra dari ujung Jawa Barat ke ujung Jawa Timur semakin tua 
umurnya, sehingga mekanisme roll back di selatan Jawa Timur logis diajukan. 
Suatu kerak samudra (slab) berumur tua akan lebih mudah menyebabkan roll back 
subduction daripada kerak yang muda.
 
Retak benua pada earliest Tertiary-Paleogen antara Kalimantan dan Sulawesi yang 
membentuk Selat Makassar membuka peluang pembentukan graben sebagai kitchen 
lakustrin yang posisinya sekarang berada di bagian dalam Selat Makassar dan di 
bawah Sulawesi Barat. Batuan induk fluviodeltaik-lakustrin yang akan 
menghasilkan minyak parafinik (ekivalen Tanjung Bawah/Malawa/Toraja) akan 
diendapkan di graben2 Paleogen tersebut. Banyak rembesan minyak di Lengan 
Sulawesi Barat telah dikarakterisasi secara geokimia sebagai berhubungan dengan 
batuan induk semacam ini. Tetapi pengisian hidrokarbon lapangan-lapangan2 
Gambah, Goda, Gudang, Gendalo, Gandang, Geng, Gula, Gada, Gehem dan Ranggas 
di Selat Makassar bukan dari graben Paleogen yang lakustrin ini. 
Gas/kondensat/minyak yang ditemukan di lapangan-lapangan itu semuanya berasal 
dari Upper Miocene detrital deltaic sources yang dibawa ke sistem laut dalam. 
Sources yang sama merupakan asal minyak dan gas di lapangan2
 Delta Mahakam (Handil, Bekapai, Nilam, Badak, dll.).
 
Tetapi, beberapa age-diagnostic biomarkers yang menunjukkan umur Eosen 
("lupanoid")ditemukan di minyak Ranggas. Dalam geokimia, hal ini bisa 
dibuktikan dengan cross plot antara aromatic HC carbon isotop ratio dengan 
carbon 13 pristane. Umur sample juga akan muncul dengan melakukan crossplot 
antara isotop karbon-13 n-C26 dengan 17alpha (H)-trisnorhopane/hopane. Cross 
plot2 tersebut telah diujicobakan dan positif bahwa Lapangan Ranggas mengandung 
minyak asal Eosen yang parafinik. Tentu ini berita gembira sebab membuktikan 
konsep bahwa di bawah Makassar Strait ada kitchen Eosen seperti di Tanjung. 
Bagaimana pembentukannya ? Seperti di atas, melalui rifting Selat Makassar. 
Hanya, source Paleogen ini bukan yang dominan mengisi minyak Ranggas.
 
Sedangkan minyak parafinik di Pangkat-1 (Sebuku, Makassar Selatan) memang diisi 
oleh source Eosen Tanjung Bawah di dalam graben kitchen. Juga Makassar 
Strait-1X (Sebuku, Makassar Selatan), hanya karena gas dan kondensat, merupakan 
late generation dan late migration.
 
Tonasa carbonate (saya meragukan sampai Miosen Tengah, sebab Miosen Tengah 
Sulawesi sudah didominasi Middle Miocene Camba volcanics) terutama berkembang 
dalam ramp margin dan carbonate platform. Hanya ke utara, masuk ke wilayah 
Enrekang, ia berkembang sebagai rimmed shelf carbonate dengan sebuah sesar 
besar memisahkan platform selatan ke utara menuju Enrekang. Tak ada ditemukan 
reefal buildup, kecuali re-deposited carbonate yang diendapkan di downblock 
sesar rimmed shelf tadi. Redeposited carbonate ini bisa sebagai reservoir, dan 
beberapa merupakan asal rembesan gas (seperti di area Salo Kalupang). Tacipi 
reefs (Miocene Atas) di Sengkang-Bone Basin berkembang sebagai "knoll reefs", 
tak berhubungan dengan Tonasa carbonate di Sulawesi Selatan. Dan Tacipi reefs 
telah terbukti sebagai lapangan2 gas (biogenic-thermogenic) Kampung Baru, 
Walanga, Sampi2. Tak banyak karbonat berkembang di Lariang-Karama karena di 
sini pada umur Miocene berkembang klastik
 tebal yang menyusun fold-thrust belt menerus sampai ke wilayah offshore 
Sulawesi Barat. 
 
Karbonat-karbonat yang berkembang di Makassar Strait adalah ekivalen Berai 
(Oligo-Miocene) dan hanya tumbuh sebagai reefal build ups di setiap tinggian 
horst dari sistem rifting Selat Makassar pada zaman Paleogen. Ke sebelah 
selatan, ditemukan pula karbonat nummulitic berumur Eosen yang bisa menjadi 
target reservoir hidrokarbon. Semua karbonat ini kini tenggelam jauh di bawah 
Makassar Strait yang dalam tertkubur sedimen klastik Neogen dan laut yang 
dalam. Tahun ini, kita akan melihat prospektivitas karbonat2 ini dibuktikan. 
Sebuah operator akan mengebornya untuk pertama kalinya. Just wait and see..
 
Berai di Barito seperti Tonassa, berkembang dalam bentuk ramp shelf tanpa 
tinggian2 berarti untuk tumbuhnya reefal buildup, sehingga yang terbentuk betul 
dominan biomicrite yang ketat. Ia hanya jadi reservoir di puncak-puncak 
antiklin melalui retakan, beberapa menemukan minyak dengan akumulasi kecil 
seperti di Dahor Selatan dan Tanta. Tetapi, Berai bagus sebagai reservoir di 
rimmed shelf ke utara yang dipotong Adang Fault, yaitu Kerendan reefs, juga 
redeposited carbonates ala Tonasa di selatan Selat Makassar yaitu Makassar 
strait-1X gas.
 
Kedua paper tulisan Sinchia Puspita dan Nur'aini (2005) tersebut dengan baik 
melukiskan fold belt di sebelah barat Sulawesi sampai ke wilayah offshore-nya. 
Sekarang foldbelt berisi sedimen klastik Neogen ini merupakan salah satu play 
yang menarik di semua blok di sebelah barat Sulawesi yang dioperatori oleh 
perusahaan2 besar (Exxon, Marathon, StatOil, Pertamina, COPI, dll.). Hanya, 
harus diingat bahwa Sulawesi sebagai sumber klastik berbeda dengan Kalimantan 
sebagai sumber klastik. Sulawesi didominasi volkanik pada Neogen, dan semua 
sedimen asalnya tak punya jarak yang cukup untuk mencuci bersih klastik 
halusnya. Sebagian sedimennya hanya di-dumping ke sebelah barat. Berbeda dengan 
sedimen asal Kalimantan yang tercuci jauh di daratannya sampai jauh ke Selat 
Makassar dan mengalami recycles berulang2. Sedimennya akan matang dan hanya 
akan didominasi kuarsa yang stabil. Turbidit jelas bisa terbentuk di sebelah 
barat Sulawesi dari Neogen sediments, sebab
 banyak slope terbentuk, toe-thrusting yang thin-skinned tectonics juga akan 
terbentuk, hanya jangan membayangkan kualitas yang sama seperti di sisi timur 
Kalimantan.
 
salam,
awang

--- On Thu, 1/15/09, sigit prabowo <[email protected]> wrote:

From: sigit prabowo <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] mahakam basin
To: [email protected]
Date: Thursday, January 15, 2009, 10:42 AM

Pak Awang YTH.,

Saat pembukaan Makassar strait basin ke Selatan ke arah Jawa Timur ini ,
secara fisiografis secara berurutan apakah meliputi South Makassar
basin-Masalima through, Doang through-Pagerungan half graben, MDA half graben,
dst...., ataukah ada perbedaan dalam mekanisme pembentukan nya...

Dengan adanya pembukaan Makassar strait yang ber arah Utara-Selatan ini, secara
paleogeography source rock yang selama ini dikenal dari Eocene Mallawa/Toraja
FM, nampak nya memberikan kondisi ideal secara migration pathway nya ya pak,
yang mana pengisian tersebut ber arah relatif Barat-Timur, ....yang saya
tanyakan, apakah migration Hydrocarbon ini telah mengisi ke sumur2 di sebalah
barat nya, secara berurutan dari selatan adalah sumur Gambah, Goda, Gudang,
Gendalo, Gandang, Geng, Gula, Gada, Gehem, Ranggas, dst., ; dan juga di sebelah
Timur, secara berurutan dari selatan adalah Pangkat-1, Makassar St-1, dst....

Paleogeography saat Oligo-Miocene dimana reservoir yang selama ini dikenal
dengan Eocene-Middle Miocene Tonasa (Van Leeuwen, 1981, dan Sukamto,
1982)/Makale FM, nampak nya variasi facies carbonate yang ditemukan tidak
terlalu banyak ya pak, dari ramp margin, carbonate platform, sampai dengan reef
build-up..., apakah type2 carbonate facies di Makassar strait basin ini juga
bisa di analog kan ke Lariang, Karama, dan Sengkang basin ya pak...., selain
dengan Berai limestone (biomicrite) di Barito basin...

Melihat seismic berarah Barat-Timur (dalam paper IPA 2005, Puspita et al, dan
juga di Nuraini et al), dihubungkan dengan pola 'aulacogen', dan bila
melihat adanya collision antara Banggai/Sula micro continent dengan West
Sulawesi pada Late Miocene-Pliocene...., apakah mungkin adanya pola fold and
thrust belt yang terjadi, kemudian ter uplift dan ter erosi, bisa menjadikan
suatu clastic source sediment dari sebelah Timur (Sulawesi) dan sehingga bisa
menjadi suatu turbidite play system, selain source sediment yang selama ini
dikenal adalah dari sebelah Barat...

Mohon pencerahan nya pak...

Terimakasih

Best Regards
Sigit Ari Prabowo

 
Sdr. Hepy,
 
"Mahakam Basin" atau secara resmi bagian offshore Kutei Basin yang
makin ke timur membentuk embayment (terbuka, tanpa border yang signifikan)
menyatu ke North Makassar Basin diawali oleh suatu rifting atau peretakan kerak
benua pada sekitar Eosen Tengah di posisi yang kedudukannya sekarang berupa
Selat Makassar.
 
Sebelum Eosen, bagian barat Sulawesi masih bersatu dengan bagian timur
Kalimantan. Persatuan ini bukan merupakan kerak kontinen yang asli (craton),
tetapi hasil akresi oleh berbagai proses tektonik sepanjang Yura dan Kapur. Ke
dalam akresi ini terlibat beberapa mikrokontinen seperti Paternoster,
Mangkalihat, dan Pompangeo (di Sulawesi). Maka pada awal Tersier, akibat akresi
ini, Sundaland berukuran lebar.
 
Massa kerak Sundaland yang lebar ini telah menghalangi sirkulasi mantel di
bawahnya. Akibatnya, lama-kelamaan terbentuk garis retakan akibat mantle plume
yang naik di bawah bagian timur Sundaland, itulah cikal bakal rifting yang akan
membuka Selat Makassar. Pada Eosen, rifting mulai terjadi. Rifting bagian paling
timur Sundaland ini juga dipicu oleh proses tektonik yang disebut "escape
tectonism" akibat regional berbenturnya massa benua India ke Eurasia pada
Eosen Tengah (50-45 Ma). Dalam escape tectonics, suatu benturan akan selalu
diikuti oleh terpisahnya beberapa massa kerak Bumi berhubungan menjauhi pusat
benturan. Rifting Selat Makassar adalah salah satu responnya di samping dipicu
juga oleh upwelling mantle plume (material mantel yang naik ke bawah litosfer)
yang kemudian akan segera diikuti oleh lateral separation mengikuti hukum
konveksi sel mantel. Begitulah asal-muasal terjadinya rifting.
 
Rfting Selat Makassar kemudian membuka Cekungan Kutei, "Mahakam
Basin" dan North Makassar Basin. Skenario tektonik rifting di Selat
Makassar ini bisa dipelajari lebih jauh di publikasi saya di proceedings PIT
IAGI-HAGI tahun 2003 (Satyana, 2003 : Accretion and dispersion of SE Sundaland :
the growing and slivering of a continent) dan proceedings PIT IAGI tahun 2006
(Satyana, 2006 : Post-collisional tectonic escapes in Indonesia : fashioning the
cenozoic history). 
 
Setelah rifting makin jauh membuka ke selatan menuju Jawa Timur dan ke utara
menuju Laut Sulawesi, terbentuklah tiga lengan patahan : (1) ke utara (menuju
Laut Sulawesi - ini akan berpengaruh ke pembukaan Tarakan Basin), (2) ke selatan
(menuju Jawa Timur - ini akan berpengaruh ke pembentukan horst-graben Paleogen
di Jawa Timur), dan (3) ke barat menuju bagian tengah Kalimantan. Sistem tiga
lengan rifting ini kita kenal sebagai sistem "aulacogen". Hukum
aulacogen mengatakan bahwa satu lengan yang keluar dari kesejajaran akan
berhenti membuka - dalam hal ini lengan ke-3 yang ke arah Kalimantan yang
berhenti membuka memasuki Neogen. Sementara lengan 1 dan lengan 2 terus membuka
ke timur, tetapi pada Mio-Pliosen terhenti juga akibat Sulawesi Barat berhenti
bergerak ke timur tertahan oleh benturan dua mikrokontinen besar di timur
Sulawesi : Buton dan Banggai dan terangkatnya bagian tengah Sulawesi.
 
Dalam sistem tripartit aulocogen, lengan yang keluar dari kesejajaran akan
merupakan asal muasal sistem delta, dan progradasinya akan ke arah dua lengan
lain yang aktif membuka. Dalam kasus "Mahakam Basin" delta berasal
dari onshore Kalimantan bagian timur dan berprogradasi ke arah timur ke dua
lengan yang aktif membuka. Bisa dimengerti mengapa begitu sebab dua lengan yang
aktif membuka tentu terus-menerus menyiapkan space of accommodation (tempat
sedimen diendapkan). 
 
Begitulah, sedimen Paleogen berkembang di rift-rift kecil di bawah Makassar
Strait sekarang (lengan-1 dan lengan-2), dan di rift2 kecil di wilayah
Kalimantan onshore di lengan ke-3. Memasuki Oligo-Miosen, rift2 kecil ini
seluruhnya terkubur transgresi maksimum laut saat itu yang bersamaan dengan masa
sagging (penenggelaman), maka karbonat berkembang di mana-mana, baik di bawah
Makassar Strait sekarang (sekarang menjadi target utama semua operator di
Sulawesi Barat offshore), maupun di onshore Kalimantan. Sedimen delta baru
mendominasi pada periode Neogen, sejalan dengan terangkatkanya bagian tengah
Kalimantan pada awal Miosen, yang kemudian akan menjadi provenance delta Mahakam
purba sampai delta Mahakam modern dan semua progradasinya sampai ke laut dalam
di North Makassar Basin.
 
Demikian sekilas tektonik pembentukan dan sedimentasi "Mahakam
Basin", semoga cukup mudah diikuti dan sesuai dengan yang ditanyakan.
 
salam,
awang
 
From: 

"hepy kurnia atmajana" <[email protected]>
To: 

[email protected]


-----Inline Attachment Follows-----



if (typeof YAHOO == "undefined") {
var YAHOO = {};
}
YAHOO.Shortcuts = YAHOO.Shortcuts || {};
YAHOO.Shortcuts.hasSensitiveText = false;
YAHOO.Shortcuts.sensitivityType = [];
YAHOO.Shortcuts.doUlt = false;
YAHOO.Shortcuts.location = "us";
YAHOO.Shortcuts.document_id = 0;
YAHOO.Shortcuts.document_type = "";
YAHOO.Shortcuts.document_title = "mahakam basin";
YAHOO.Shortcuts.document_publish_date = "";
YAHOO.Shortcuts.document_author = "[email protected]";
YAHOO.Shortcuts.document_url = "";
YAHOO.Shortcuts.document_tags = "";
YAHOO.Shortcuts.document_language = "indonesian";
YAHOO.Shortcuts.annotationSet = {
"lw_1231385671_0": {
"text": "terima kasih",
"extended": 0,
"startchar": 328,
"endchar": 339,
"start": 328,
"end": 339,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.545492,
"relScore": 35.6149,
"type": ["shortcuts:/concept"],
"category": ["CONCEPT"],
"wikiId": "Terima_Kasih",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "pak.  jadi seperti apa pak analisa pembentukan
mahakam basin itu?? terima kasih sebelumnya pak salam",
"metaData": {
"visible": "true"
}
}
};
YAHOO.Shortcuts.headerID = "49b8f7e446c951b4f2de3db4ad71cf92";


pak awang, saya mahasiswa geofisika.
pak saya mau tanya mengenai pembentukan mahakam basin, yang saya pembentukannya
oleh rifting.tapi saya belum begitu jelas maksudnya dan saya cari di search
engine cuma meneman rifting itu juga pak.
jadi seperti apa pak analisa pembentukan mahakam basin itu??
terima kasih sebelumnya pak
salam,


--- On Wed, 1/7/09, hepy kurnia atmajana <[email protected]>
wrote:

From: hepy kurnia atmajana <[email protected]>
Subject: [Forum-HAGI] mahakam basin
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 7, 2009, 8:18 PM

bapak dan ibu anggota HAGI, saya salah satu mahasiswa geoisika. saya
mau tanya-tanya tentang mahakam basin. seperti apa analisa bapak dan
ibu tentang mahakam basin??
sebelumnya saya ucapkan terima kasih

______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected]
www.hagi.or.id



     

________________________________

From: Awang Satyana <[email protected]>
To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia <[email protected]>
Cc: IAGI <[email protected]>; Geo Unpad
<[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS
<[email protected]>
Sent: Wednesday, January 7, 2009 11:12:41 PM
Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] mahakam basin



      


      

Kirim email ke