Dimas, Pertanyaan yang bagus. Teman2 geophysicist akan menjawab lebih baik daripada saya. Silakan. Reflektor dengan amplitude kuat di atas wilayah dengan free reflector sering dijadikan batas basement. Di banyak cekungan, misalnya Sumatra Selatan, reflector ini sering berpasangan (doublet). Itu saya lihat dilakukan oleh banyak companies di banyak blok di seluruh Indonesia. Karena reflektor seismik sebenarnya hanya mencerminkan karakter perbedaan impedansi seismik antara satu horizon dengan horizon sekitarnya, maka sebenarnya reflektor beramplitude kuat tersebut sesungguhnya hanya mencerminkan perbedaan sifat fisika batuan (petrofisika) -densitas dan kecepatan gelombang seismik yang melaluinya - antara "basement" dengan sedimentary cover di atasnya. Menurut hemat saya, reflektor beramplitude kuat yang diidentifikasi sebagai basement itu bisa memang proper basement; bisa sekedar top of metasedimen yang dalam pandangan saya bukan proper basement seperti definisi Burwash (1987) dan para penulis lain yang saya kutip pendapatnya. Karena itu, saya pikir, reflector terakhir yang bisa dikenali sebelum blurry area tidak bisa dijadikan pegangan sebagai top of proper basement sebab bisa ya dan tidak jawabannya. Tetapi kalau ia hendak dijadikan petunjuk economic "basement" (bukan proper basement), saya pikir bisa - hanya economic basement bisa berubah sesuai target penemuan yang makin dalam. Sekali strong amplitude reflector doublet itu diikat ke sumur yang menembusnya, dan dilakukan studi petrografi atas batuannya, juga mekanika struktur, lebih bagus lagi kalau ada data radiometric dating, maka kita bisa meyakinkan diri apakah doublet tersebut metasedimen atau proper basement. Hasil ini akan kita bawa secara regional melalui picking seimik. Tetapi di Sumatra Selatan, secara seismik, doublet reflector ini bisa berubah2 karakter impedansinya -maka ini perlu kehati-hatian. salam, awang
--- On Thu, 1/29/09, Dimas hendrawan patra <[email protected]> wrote: From: Dimas hendrawan patra <[email protected]> Subject: Re: [Forum-HAGI] Basement (?) To: "'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'" <[email protected]> Cc: "'Eksplorasi BPMIGAS'" <[email protected]>, "'Geo Unpad'" <[email protected]>, "'IAGI'" <[email protected]> Date: Thursday, January 29, 2009, 7:34 AM Pak Awang & rekan2 milis, Sehubungan dengan definisi proper basement, saya ingin bertanya dari sudut pandang karakter seismic pada basement. Terkadang pada daerah yang belum pernah dilakukan pemboran sampai basement, kita tidak bisa mengikatkan antara data sumur dan data seismic, sehingga pada akhirnya kita hanya mengandalkan reflector seismic saja. Pertanyaannya, apakah basement bisa didefinisikan sebagai karakter amplitude terkuat, dan terletak sebagai reflektor terakhir yang bisa dikenali sebelum semuanya menjadi chaotic & blur? Jika ya, apakah ini bisa menjadi definisi “proper basement” despite of the lithology? Salam, -Dimas- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Awang Satyana Sent: Wednesday, January 28, 2009 4:28 PM To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia Cc: Eksplorasi BPMIGAS; Geo Unpad; IAGI Subject: Re: [Forum-HAGI] Basement (?) Pak Franc, Metasedimen yang sudah termetamorfosa akan berganti nama menjadi metamorf, dan itu basement; kalau ia (metasedimen) masih punya hubungan dengan sedimen di atasnya - tak ada unconformity - jelas ia bukan basement kalau mengikuti definisi Burwash (1987). Saya pikir definisi enam konteks basement dari Burwash (1987) bagus untuk menyaring mana metasedimen mana basement. Economic "basement" bukan proper basement, dan yang namanya economic basement bisa berganti2. Dulu, awal tahun 1900, di Indonesia Timur (Seram), Mesozoic sedimentary rocks yang melandasi cekungan Bula yang diisi sedimen Pliosen, disebut sebagai economic basement; tetapi 90 tahun kemudian, saat pertengahan 1990-an ditemukan minyak di Manusela limestone yang Jurassic, maka Mesozoic basement ini tak lagi jadi economic basement, ia bergeser ke bawah, ke Paleozoic-nya; nanti kalau di Paleozoic ditemukan hidrokarbon, maka economic basement-nya bergeser lagi ke bawah. Maka economic basement bukan proper basement. Salam, awang -----Original Message----- From: Franciscus B Sinartio [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, January 28, 2009 4:04 C++ To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia; [email protected] Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Basement (?) ikutan bertanya ya.. apakah benar, dalam perminyakan, meta-sediment sering disebut basement, karena merupakan economic basement. tidak didapatkan hydrocarbon komersial lagi disana (mungkin sekarang sudah berubah karena sdh ditemukan fractured metasediment). bagaimana dengan pendapat dibawah ini? Juga mungkin bisa dibedakan metasediment yang masih berhubungan secara genetic depositionally dengan sediment yang diatasnya. jadi maksudnya sediment itu hanya sebagian yang ter metamorph. lain kalau sudah termetamorph lalu ada sediment diendapkan diatasnya, maka metasediment ini adalah basement. fbs --- On Wed, 1/28/09, Awang Satyana <[email protected]> wrote: From: Awang Satyana <[email protected]> Subject: [Forum-HAGI] Basement (?) To: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>, "Geo Unpad" <[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]> Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:55 AM Minggu lalu, seorang mahasiswa mengirimkan e-mail kepada saya bertanya tentang basement dan secara khusus mananyakan apakah basement harus batuan beku atau metamorf, dan bagaimana dengan batuan meta-sedimen. Karena pertanyaanya menurut hemat saya penting dan mendasar, dasar itu penting, berikut jawaban saya, barangkali ada gunanya untuk rekan2 netter yang lain. salam, awang Basement = any widespread association of igneous and metamorphic rocks which covered unconformably by unmetamorphosed sediments (Whitten and Brooks,1985 - Dictionary of geology - Penguin Books) Basement = (1) the undifferentiated complex of rocks that underlies the rocks of interest in an area, (2) the crust of the Earth below sedimentary deposits,extending downward to the Mohorovicic discontinuity. In many places, the rocks of the complex are igneous and metamorphic and of Precambrian age, but in some places they are Paleozoic, Mesozoic,or even Cenozoic (Bate and Jackson, 1987 - Glossary of geology - American Geological Institute) Definisi basement yang panjang dan detail lengkap dengan sejarah asal istilahnya dberikan oleh Burwash (1987) dalam The encyclopedia of structural geology and plate tectonics (editor : Carl Seyfert - penerbit van Nostrand Reinhold company). Burwash membedakan definisi basement menjadi enam konteks. 1. spatial relation : basement is in the lowest or basal rock unit occurring within a region. 2. stratigraphic relation : basement lies beneath an unconformity of regional extent. The formations above the unconformity are referred to as cover. 3. temporal relation : basement is always older than its cover. The difference in age of the basement and cover may range from 10 million year to over 2 billion year. 4. rock type : characteristic of a basement complex is a hybrid assemblage of igneous and metamorhic rocks. The overlying cover is composed of sedimentary rocks, with or without thin interbedded pyroclastic or volcanic flow rocks. 5. structure and texture : basement rocks are usually highly deformed and dominantly crystalline, in contrast to cover rocks that are less deformed and preserve their clastic texture. 6. mechanical behavior : a fundamental distinction between basement and cover is found in the difference in behavior during deformation. The crystalline basement remains relatively undeformed until it yields by faulting. The stratified cover rocks yield more continuously by folding, followed in many cases by faulting, this distinction remains valid as long as depth of burial remains moderate. Where the basement is deeply burried, especially in orogenic belts,a ductile, remobilized basement may be formed. Menjawab pertanyaan2-nya yang spesifik : Term basement itu sendiri adalah batuan dasar yg bsa terdiri dari batuan beku , batuan metamorf ya? ---> ya,umumnya begitu berdasarkan definisi di atas sebab pertanyaan itu punya konteks rock type definisi Burwash (1987), dan cocok dengan definisi Bates and Jackson (1987) dan Whitten and Brooks (1985). Bagaimana dengan batuan metasedimen? ----> kita lihat dulu definisi batuan metasedimen berdasarkan Bates and Jackson (1987) : a sediment or sedimentary rock that shows evidence of having been subjected to metamorphism. Jadi batuan metasedimen, berdasarkan definisi ini tetap merupakan batuan sedimen. Kembali ke definisi2 di atas, maka batuan metasedimen menurut hemat saya bukanlah basement (alasannya lihat keterangan paling bawah). kalau batuan beku kayanya kan enggak memberikan gambaran seperti itu ya? begitu juga metamorf kan ? sekis & filit apa akan memberikan gambaran layer yg bagus? (kayanya enggak ya? belum pernah lihat karakter filit, sekis kalau di seismik sih..). -----> Batuan beku atau metamorf di penampang seismik tidak akan memberikan gambaran layers (lihat definisi Burwash, 1987 untuk konteks structure and texture dan mechanical behavior). Batuan metamorf yang kristalin akan "free of reflector" atau "blurred" atau "chaotic" di penampang seismik dan tak menunjukkan layers sekalipun ia asalnya dari batuan sedimen. Secara mineralogi memang mineral2nya mengarah ke orientasi tertentu (foliasi), tetapi secara rock mass ia tidak stratified, ia kristalin, kalau di singkapan ia kelihatan stratified, hati2 itu bukan strata tetapi karena efek lebih dari 50 % mineralnya berfoliasi sehingga saling paralel dan akibatnya mudah belah-belah (split into flakes) berlembar-lembar - lamellar. Slate dan filit menunjukkan karakter flakes yang sama sebab foliated. Keduanya adalah batuan metamorf, bukan metasedimen, walaupun tak sekristalin seperti sekis. Nah, bagaimana kalau metasedimen? apa bisa disebut basement? ----> menurut hemat saya, batuan metasedimen bukanlah basement, alasannya : ia tetap sedimentary cover di atas basement, ia adalah sedimentary rock (lihat definisi metasedimen di atas), tidak kristalin, jarang menunjukkan hubungan unconformity dengan sedimentary cover di atasnya, secara mechanical behavior masih mengikuti stratified dan folded seperti batuan sedimen di atasnya. Juga, kalau membaca sejarah istilah basement berdasarkan Burwash (1987), istilah basement dipakai untuk pertama kalinya muncul pada sebuah laporan geologi tahun 1843 yang menerangkan bahwa sebuah kompleks batuan "metmorphosed shale" (mungkin yang dimaksud metasedimen) di Semenanjung Portrush (Skotlandia) duduk di atas batuan massive crystalline augitic. Metamorhosed shale itu bukan basement, tetapi batuan masif kristalin augit (beku) itu yang basement. Karena istilah basement akan mengemuka saat kita mendiskusikan stratigrafi, maka definisi sederhana dan banyak dipakai tentang basement adalah : a subjacent crystalline mass of any age unconformably overlain by sedimentary cover (Burwash,1987). ('subjacent' - di dekatnya tetapi posisinya relatif di bawahnya -nya di sini adalah sedimentary cover). *** ______________________________________________The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing [email protected] NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the use of the individual or entity named above and may contain information that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. If you are not the intended party to receive the message and its attachment(s), you are hereby notified that any dissemination, distribution or copy of the message is strictly prohibited. Please immediately notify the sender and delete the message as soon as possible. Thank you for kind attention. CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi dan mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat elektronik ini, mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu kepada pihak pengirim akan kekhi lafannya serta menghapus suratnya. Terima kasih atas perhatian Anda. ______________________________________________ The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. [email protected] www.hagi.or.id

