Pak Ade,

Mohon bisa di share cara mendeskripsi yang benar untuk batuan Metamorph dari
cutting/core? Supaya bisa menghindari terjadinya kesalahan mendasar dalam
mendeskripsikan metamorphic basement.

Terimakasih..


Salam,
Natan
2009/2/1 Ade Kadarusman <[email protected]>

> Menambahkan apa yang dijelaskan oleh Pak Awang, tetapi saya akan melihat
> dari sisi yang berbeda dan mencoba untuk menjelaskan apa yang dimaksud
> dengan "metasediment" dalam conteks sedimentary basin (burial metamorphism)
> dan perbedaannya dengan batuan "metasediment" akibat convergent plate
> boundary (regional metamorphism). Kalau sudah bisa memahami perbedaan antara
> dua jenis metasediment tsb, kita bisa menyebutkan "metasediment" yg
> merupakan bagian dari formasi batuan sediment itu sendiri atau
> "metasediment" yg merupakan bagian dari basement rock.
>
> Dalam pemahaman saya yg dimaksud dengan basement rock dalam conteks
> sedimentary basin, adalah bagian yg terpisah dari system sediment tsb, jadi
> umumnya basement rock harus ada unconformity dgn batuan sediment diatasnya.
> Jadi jika ada batuan metasediment yang hadir dibagian bawah suatu basin dan
> diduga masih merupakan bagian dari formasi sediment tsb (tdk ada
> unconformity), bisa jadi metasedimen tsb merupakan dari system sedimentary
> basin tsb, bukan sebagai basement rock.
> Perubahan batuan sediment tsb menjadi metasediment diakibatkan burial
> metamorphism (metamorfis beban), jadi kita harus hati-hati menyebutkan suatu
> batuan metamorf terutama yg low grade sebagai basement rock.
>
> Batuan metasediment adalah penamaan batuan sedimen yang sdh mengalami
> proses metamorphism pada kondisi very low to low grade metamorphism, jadi
> umumnya masih menunjukkan struktur dan bentuk batuan sediment asalnya, dalam
> penamaannya utk protolith limestone namanya menjadi metalimestone, untuk
> sandstone menjadi metasandstone, metagreywacke dst. Kalau sdh menunjukkan
> bidang foliasi bisa langsung disebutkan sebagai batu sabak (slate), filit
> dan sekis (schist).
>
> Cara membedakan metasediment yang merupakan burial metamorphism atau
> metasediment sebagai basement rock (regional met.), selain mengenali
> protolithnya (batuan asal), juga melihat mikrostukturnya, jika metasediment
> tersebut sudah memperlihatkan kompleks mikrostuktur/foliasi, seperti sdh
> berkembangnya foliasi S0, S1, S2 dst, bisa disimpulkan metasediment tsb
> adalah basement rock akibat regional metamorphism. Sedangkan metasediment
> akibat burial metamorphism, biasanya S0 (struktur sediment asal) memiliki
> arah dan bidang yg sama dgn S1-nya. (foliasi akibat burial met.). Ini memang
> paling ideal dilihat dari core samples, bukan dari cutting.
>
> Yang disebut kristalin basement umumnya batuan metamorf yang memiliki grade
> dari medium to high grade, seperti kuarsit, marble, sekis mika, sekis hijau,
> gneiss, granitic gneiss etc
>
> Dalam konsep basement tectonic, basement rock dapat dikategorikan sebagai :
> -         Continental basement (umumnya granite and low/med to high grade
> metamorphic rock), umumnya stabil dan old continent, biasanya menjadi target
> di dalam eksplorasi migas, karena umumya sedimentary basin yg potensial
> berada di back arc basin atau continental shelf basin.
> -         Oceanic crust basement, sekuen chert, basalt, gabbro dan
> peridotite di ocean floor, jika sekuen oceanic crust tsb tersingkap di
> continental margin atau island arc dinamakan sebagai ophiolite basement
> -         Island Arc basement, biasanya percampuran produk island arc
> magmatism/volkanism dgn batuan produk komplek akresi (mélange etc), hadir di
> dalam convergent plate boundary.
>
> Proses diagenesis dalam batuan sediment bukan merupakan proses
> metamorphism, walaupun proses diagenesis dan proses low grade metamorphism
> adalah daerah yang abu-abu (overlap). Thermal history dari batuan sediment
> bisa overlap dgn P-T history dari suatu batuan metamorf. Istilah dalam
> eksplorasi migas:
> - Diagenesis (up to 180ºC)
> - Oil window (70-180 ºC)
> - Gas Window (170-230 ºC)
> - Oil destroyed and gas lost (from 230 ºC)
> Klasifikasi thermal history tsb sangat tergantung berapa lama batuan
> sediment tsb mengendap atau terbebankan (burial history).
>
> Klasifikasi grade dari Burial metamorphism yang berkaitan dengan
> sedimentary basin (normal gradient geothermal 20 ºC/km), untuk protolith
> dari mafic rocks (Fe-Mg rich rock)
>
> Very low grade metamorphism (150-230 ºC), zeolite facies,
> prehnite-pumpelite
> Low grade metamorphism (200-400 ºC ), greenschist facies
> Medium grade metamorphism (400-600 ºC), amphibolite
> High grade metamorhism (>600 ºC), granulite
>
> Beberapa tahun yang lalu saya mendapat kesempatan melihat sayatan tipis
> dari core dan cutting utk Fm Jatibarang (thanks Pak Edy Sunardi) sampai ke
> ke batuan yg dikategorikan basement, ada kesalahan mendasar dalam
> mendeskripsikan suatu metamorphic basement, mungkin ketidaktahuan dalam
> mendefinisikan suatu basement rock dan ketidaktahuan tentang jenis2 batuan
> metamorf. Bisa jadi pemboran berhenti di formasi yg sebenarnya bukan
> metamorphic basement, dan akhirnya akan miss mendapatkan informasi formasi
> yg dibawahnya yang mungkin potensi migasnya ada. Maaf Saya gak bisa
> menjelaskan lebih lanjut, harus minta ijin Pak Edy dulu.he..he..he...
>
> Kerancuan mendasar lainnya dalam pemetaan regional di Indonesia Timur,
> banyak batuan metamorf very low-low grade dgn protolith batuan sediment
> dinamakan sebagai nama batuan sedimen atau dinamakan sebagai formasi batuan
> sedimen, sedangkan yang batuan metamorf yg berderajat sedang keatas (medium
> to high grade) dinamakan sebagai komplek batuan metamorf, padahal kedua
> jenis batuan tersebut mengalami proses metamorphism yang sama tetapi berbeda
> derajat (grade) dalam suatu komplek batuan metamorf regional atau sering
> dinamakan sebagai prograde metamorphism ( jenis dan umur protolith batuan
> tsb tersebut sama).
>
> Ade Kadarusman
> Metamorphic Geologist, now trapped in Mining Industry
>
> --- Pada Kam, 29/1/09, Awang Satyana <[email protected]> menulis:
>
> Dari: Awang Satyana <[email protected]>
> Topik: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] Basement (?)
> Kepada: "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]>
> Cc: "'Eksplorasi BPMIGAS'" <[email protected]>, "'Geo
> Unpad'" <[email protected]>, "'IAGI'" <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 29 Januari, 2009, 4:38 AM
>
> Wida,
>
> Mendefinisikan proper basement tidak semestinya hanya dari sumur. Definisi
> proper basement harus menggunakan berbagai data : sumur, seismik, surface
> geology, analisis lokal dan regional dalam ruang dan waktu. Basement adalah
> kompleks batuan dasar yang melandasi suatu cekungan sedimen. Dari definisi
> ini
> jelas bahwa basement punya konteks regional, maka ia tak semestinya
> didefinisikan hanya dari sumur.
>
> Tentang kasus yang Wida contohkan, namanya cutting sumur tentu kita tak
> akan
> tahu asal serbuk2 batuan itu dari mana, apakah dari lapukan basement yang
> sudah
> jadi basal sediments di atas basement (ini bukan proper basement lagi) atau
> memang dari proper basement sendiri. Saya tak yakin bahwa bila schist dan
> phyllitic basement terlapuk dan tererosi akan tetap sebagai schist dan
> filit di
> cutting, saya pikir ia akan jadi mineral lempung yang banyak berhubungan
> dengan
> metamorphic terrane seperti klorit. Artinya kalau sekis ditemukan di
> cutting,
> mungkin itu sudah menembus proper basement, bukan lapukan sedimennya. Juga
> hubungannya ke reflector seismik, pada umumnya ia tak akan menunjukkan
> reflector
> seismik dengan well-defined horizons seperti pada sedimentary layers, maka
> saya
> pikir akan jarang terjadi hal seperti itu.
>
> Pada umumnya dari sumur2 yang menembus basement, sumur itu berposisi di
> tinggian basement, bukan di rendahan basement yang di atasya ada endapan
> syn-rift; sehingga cutting itu bukan synrift sediments tetapi justru
> shoulder
> dari rift atau sebagian horst-nya, sehingga besar kemungkinan produk
> lapukan -
> tetapi seperti keterangan di atas, sekis tak akan menghasilkan lapukan
> sekis,
> tetapi mineral lempung kloritik.
>
> Salam,
> awang
>
>
> Pak Awang & rekan2 milis,
>
> Sehubungan dengan definisi proper basement, saya ingin bertanya dari sudut
> pandang  karakter seismic pada basement. Terkadang pada daerah yang belum
> pernah dilakukan pemboran sampai basement, kita tidak bisa mengikatkan
> antara
> data sumur dan data seismic, sehingga pada akhirnya kita hanya mengandalkan
> reflector seismic saja.
> Pertanyaannya, apakah basement bisa didefinisikan sebagai karakter
> amplitude
> terkuat, dan terletak sebagai reflektor terakhir yang bisa dikenali
>  sebelum
> semuanya menjadi chaotic & blur? Jika ya, apakah ini bisa menjadi definisi
> "proper basement" despite of the lithology?
>
> Salam,
> -Dimas-
>
>
>
>
>
>
>      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo!
> Answers!
> http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke