Pak Awang,
Wah, artikel geologi kok dibumbui cerita pendekar silat; tetapi menarik lho.
Trimakasih.
Baiklah, kalau eksplorasi di Paleozoic (new frontier?) yang relatif lebih
sulit dan lebih mahal, apakah sistem pembagian hasil dalam PSC tetap
berlaku; dan dapat diterima para investor? Kalau investornya (perusahaan
migas) ibarat petani penggarap sawah kita, dia akan menuntut hasil lebih
besar misalnya "mertelu" (dapat sepertiga hasil panen) atau "maro" (mendapat
separo) apabila musim garap sawah menjelang kemarau, dimana resiko "puso"
(gagal panen) lebih besar karena kemungkinan kekurangan air. Jadi
pembagiannya bukan 85% -- 15%. Mohon penjelasan.
Tahun 1983 saya pernah berkerja di laut Arafuru, pemboran eksplorasi
perusahaan dari Malaysia. Perjalanan cukup jauh: Jakarta-Makassar, ganti
pesawat DC-3 ke Tual. Sebelum pesawat tua mendarat, semua sapi yang merumput
di lapangan digiring keluar. Kami tinggal di barge semalam, esoknya dengan
helikopter ke lokasi. Belakangan saya dengar bahwa pemboran berhenti di
sekitar 6000 ft (rencana 10.000 ft) karena sudah ketemu basement. Ini
menarik. Pemboran ditangguhkan, katanya mereka akan lakukan seismik lagi.
Setelah itu saya tidak pernah mendengar kabar kegiatan pemboran di Arafuru.
Yang masih teringat adalah: laut Arafuru banyak mengandung misteri, dan hiu
harimau yang loreng-2....
Semoga kawan-2 geosaintis berhasil menemukan minyak di lapisan Kambrium di
daerah ini.
Salam hangat,
sugeng
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[email protected]>
To: "IAGI" <[email protected]>; "Forum HAGI" <[email protected]>; "Geo
Unpad" <[email protected]>; "Eksplorasi BPMIGAS"
<[email protected]>
Sent: Monday, May 18, 2009 11:47 AM
Subject: [iagi-net-l] Badai Laut Aru (Paleozoic Exploration)
Para penggemar komik yang dikarang Djair tentu ingat beberapa tokoh pendekar
dari Indonesia Timur yang dikumpulkan Jaka Sembung untuk memperkuat
pasukannya melawan Belanda di Kandang Haur. Ada Awom dari Ambon yang jago
memanah, ada juga Wori dari Papua si pendekar bumerang. Ada si Iblis Pulau
Aru yang bergentayangan di pulau-pulau Aru dan Tanimbar atau perairan
Arafura sebagai perompak. Saat berhasil ditundukkan kedigjayaan Jaka Sembung
dan para pendekar temannya (misalnya Karta si gila dari Muara Bondet), para
pendekar Indonesia Timur ini ikut Jaka Sembung ke Kandang Haur, membantunya
melawan penjajah Belanda.
“Badai Laut Aru” yang saya tulis ini tentu bukan cerita silat Jaka Sembung
walaupun ide menulis artikel kecil ini saya dapatkan setelah membuka-buka
kembali komik-komik lama itu (he2..). Ini adalah cerita tentang
kecenderungan eksplorasi migas baru di Indonesia Timur : mengejar target
Paleozoikum, di tengah-tengah badai Laut Aru, kebetulan target Paleozoikum
Indonesia tersembunyi di bawah ganasnya badai Laut Aru ini, badai yang juga
menenggelamkan KRI Macan Tutul tahun 1962 dan Yos Sudarso, saat
berkonfrontasi dengan patroli kapal Belanda ketika masalah politik Irian
Jaya mengemuka di Republik tercinta ini.
Adalah survey umum (speculative survey) pada tahun 2005 yang dilakukan
sebuah perusahaan seismic atas izin Ditjen Migas yang membuka potensi Laut
Aru-Arafura ini. Sebelum itu, wilayah ini kosong dari cekungan sedimen, juga
kosong dari jalur wilayah potensi migas atau pun petroleum system (bisa
dicek di peta-peta Nayoan et al., 1991; Howes dan Tisnawijaya, 1995; Hardy
et al., 1997; Howes, 2000 – tak ada yang mencantumkan potensi migas atau
satu cekungan pun di wilayah ini). Setelah dilakukan seismic, tumpukan
sedimen setebal 5 (lima) seconds berumur Paleozoikum (berdasarkan ikatan
dengan cekungan korelatif dan sumur di wilayah perairan utara Australia)
ternyata terkubur di wilayah Aru-Arafura ini. Sebuah potensi migas !
Seismik-seismik di wilayah ini menujukkan hadirnya sebuah cekungan besar
dengan sedimen-sedimen Wessel Group (Proterozoikum Atas), Goulburn Group
(Kambrium-Ordovisium), Arafura Group (Devon Akhir) dan Kulshill
Group(Karbon-Perem). Wessel Group punya kapasitas sebagai batuan induk.
Sedangkan Goulburn-Arafura-Kulshill Groups punya kapasitas batuan
induk-reservoir-penyekat. Terkubur sampai kedalaman maksimal 6 seconds di
atas kerak benua tentu hal kematangan batuan induk bukan sesuatu yang perlu
diragukan. Data seismic juga menunjukkan keberadaan perangkap yang besar
(antiklin dan draping folds pada horst blocks).
Studi regional petroleum system oleh para eksplorasionis Australia (misalnya
Bradshaw et al., 1997 atau Struckmeyer et al., 2006, ) menunjukkan bahwa
Laut Aru-Arafura memiliki supersystem (petroleum system group) bernama
Larapintine L1 berumur Kambrium. Supersystem Larapintine telah terbukti
menggenerasikan dan memerangkap hidrokarbon di beberapa cekungan daratan
Australia (bagian tengah-baratlaut Australia) yaitu Cekungan Amadeus dan
Canning. Keberadaan petroleum system Kambrium di wilayah ini dibuktikan
dengan sangat ringannya isotop karbon-13 baik untuk fraksi saturat maupun
aromat (-31 s.d. -32 per mile)
Satu atau dua tahun ke depan, mudah-mudahan kita bisa melihat pembuktian
prospektivitas Laut Aru saat operator beberapa blok di wilayah ini menguji
play Paleozoics melalui pemboran. Bila objektif Kambrium di wilayah ini
terbukti mengandung dan mengalirkan hidrokarbon, maka Indonesia adalah
satu-satunya wilayah di dunia yang memiliki reservoir tertua-termuda
(Kambrium-Plistosen; reservoir produktif Plistosen Indonesia ada di Wunut,
Jawa Timur – gas, dan Bula, Seram –minyak).
Go to extreme, high risk, but high reward !
Salam,
awang
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------