> Awang
Wooow menjanjikan , dan mendebarkan
jantung kita , debaran yang akan berhenti berdenyut kencang manakala
ada satu pemboran yang membuktikan (apapun hasinya).
Ngomong ngomong
beberapa pemboran didaerah itu (kalau tidak salah masih di Mesozoium???)
menunjukan hasil negatrip , apa sebabnya, Mohon info ya .
Diamping itu "high risk and high reward" itu bagi siapa ???
High risk tentunya bagi KKKS - nya ya , tapi apa pasti high reward bagi
Pemerintah cq Rakyat Indonesia ?????? Ini hal yang penting dan sensitif
!!!!
Apa dan bagaimana peran ahli geologi dan ahli
geiscientsist untuk menjembatani agar high risk tetap bagi KKKS
tetapi high reward juga akan dinikmati baik oleh KKKS maupun
Pemerintah.
Kan sekarang banyak kritikan bahwa hasil SDA
inihanya dinikmati oleh Asing .
Si Abah.
Yth Pakp Awang,
>
> Teriima
cerahannya...
> Dan yang utama adalah kalimat terakhir yang Bpk
tulis
> "Go to extreme, high risk, but high reward !"
> Walaupun bukan hal yang baru tapi mampu meng-encourage konsep
berpikir
> seorang explorationis geologist untuk mau lebih
mengembangkan diri...
> Karena bukankah inovation2 baru terlahir
dari konsep berpikir yang
> sederhana tapi extreme...
>
> Salam,
> yoga
>
> -----Original
Message-----
>
From: Awang Satyana
[mailto:[email protected]]
> Sent: Monday, 18 May 2009 2:48
PM
> To: IAGI; Forum HAGI; Geo Unpad; Eksplorasi BPMIGAS
>
Subject: [iagi-net-l] Badai Laut Aru (Paleozoic Exploration)
>
>
> Para penggemar komik yang dikarang Djair tentu ingat
beberapa tokoh
> pendekar dari Indonesia Timur yang dikumpulkan
Jaka Sembung untuk
> memperkuat pasukannya melawan Belanda di
Kandang Haur. Ada Awom dari
> Ambon yang jago memanah, ada juga
Wori dari Papua si pendekar bumerang.
> Ada si Iblis Pulau Aru
yang bergentayangan di pulau-pulau Aru dan
> Tanimbar atau
perairan Arafura sebagai perompak. Saat berhasil
> ditundukkan
kedigjayaan Jaka Sembung dan para pendekar temannya
> (misalnya
Karta si gila dari Muara Bondet), para pendekar Indonesia
> Timur
ini ikut Jaka Sembung ke Kandang Haur, membantunya melawan
>
penjajah Belanda.
>
> "Badai Laut Aru" yang
saya tulis ini tentu bukan cerita silat Jaka
> Sembung walaupun
ide menulis artikel kecil ini saya dapatkan setelah
> membuka-buka
kembali komik-komik lama itu (he2..). Ini adalah cerita
> tentang
kecenderungan eksplorasi migas baru di Indonesia Timur :
>
mengejar target Paleozoikum, di tengah-tengah badai Laut Aru, kebetulan
> target Paleozoikum Indonesia tersembunyi di bawah ganasnya badai
Laut
> Aru ini, badai yang juga menenggelamkan KRI Macan Tutul
tahun 1962 dan
> Yos Sudarso, saat berkonfrontasi dengan patroli
kapal Belanda ketika
> masalah politik Irian Jaya mengemuka di
Republik tercinta ini.
>
> Adalah survey umum
(speculative survey) pada tahun 2005 yang dilakukan
> sebuah
perusahaan seismic atas izin Ditjen Migas yang membuka potensi
>
Laut Aru-Arafura ini. Sebelum itu, wilayah ini kosong dari cekungan
> sedimen, juga kosong dari jalur wilayah potensi migas atau pun
petroleum
> system (bisa dicek di peta-peta Nayoan et al., 1991;
Howes dan
> Tisnawijaya, 1995; Hardy et al., 1997; Howes, 2000 -
tak ada yang
> mencantumkan potensi migas atau satu cekungan pun
di wilayah ini).
> Setelah dilakukan seismic, tumpukan sedimen
setebal 5 (lima) seconds
> berumur Paleozoikum (berdasarkan ikatan
dengan cekungan korelatif dan
> sumur di wilayah perairan utara
Australia) ternyata terkubur di wilayah
> Aru-Arafura ini. Sebuah
potensi migas !
>
> Seismik-seismik di wilayah ini
menujukkan hadirnya sebuah cekungan besar
> dengan sedimen-sedimen
Wessel Group (Proterozoikum Atas), Goulburn
> Group
(Kambrium-Ordovisium), Arafura Group (Devon Akhir) dan Kulshill
>
Group(Karbon-Perem). Wessel Group punya kapasitas sebagai batuan induk.
> Sedangkan Goulburn-Arafura-Kulshill Groups punya kapasitas
batuan
> induk-reservoir-penyekat. Terkubur sampai kedalaman
maksimal 6 seconds
> di atas kerak benua tentu hal kematangan
batuan induk bukan sesuatu yang
> perlu diragukan. Data seismic
juga menunjukkan keberadaan perangkap yang
> besar (antiklin dan
draping folds pada horst blocks).
>
> Studi regional
petroleum system oleh para eksplorasionis Australia
> (misalnya
Bradshaw et al., 1997 atau Struckmeyer et al., 2006, )
>
menunjukkan bahwa Laut Aru-Arafura memiliki supersystem (petroleum
> system group) bernama Larapintine L1 berumur Kambrium.
Supersystem
> Larapintine telah terbukti menggenerasikan dan
memerangkap hidrokarbon
> di beberapa cekungan daratan Australia
(bagian tengah-baratlaut
> Australia) yaitu Cekungan Amadeus dan
Canning. Keberadaan petroleum
> system Kambrium di wilayah ini
dibuktikan dengan sangat ringannya isotop
> karbon-13 baik untuk
fraksi saturat maupun aromat (-31 s.d. -32 per
> mile)
>
> Satu atau dua tahun ke depan, mudah-mudahan kita bisa melihat
pembuktian
> prospektivitas Laut Aru saat operator beberapa blok
di wilayah ini
> menguji play Paleozoics melalui pemboran. Bila
objektif Kambrium di
> wilayah ini terbukti mengandung dan
mengalirkan hidrokarbon, maka
> Indonesia adalah satu-satunya
wilayah di dunia yang memiliki reservoir
> tertua-termuda
(Kambrium-Plistosen; reservoir produktif Plistosen
> Indonesia ada
di Wunut, Jawa Timur - gas, dan Bula, Seram -minyak).
>
>
Go to extreme, high risk, but high reward !
>
> Salam,
> awang
>
>
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
> --------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK
HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
------------------------------------------------------------------------
> --------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI
ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober
2009
>
------------------------------------------------------------------------
> -----
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no
> event shall IAGI and its members be liable for
any, including but not
> limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind
> whatsoever, resulting from loss of use, data
or profits, arising out of
> or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing
> list.
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan
dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI and its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.