Para penggemar komik yang dikarang Djair tentu ingat beberapa tokoh pendekar 
dari Indonesia Timur yang dikumpulkan Jaka Sembung untuk memperkuat pasukannya 
melawan Belanda di Kandang Haur. Ada Awom dari Ambon yang jago memanah, ada 
juga Wori dari Papua si pendekar bumerang. Ada si Iblis Pulau Aru yang 
bergentayangan di pulau-pulau Aru dan Tanimbar atau perairan Arafura sebagai 
perompak. Saat berhasil ditundukkan kedigjayaan Jaka Sembung dan para pendekar 
temannya (misalnya Karta si gila dari Muara Bondet), para pendekar Indonesia 
Timur ini ikut Jaka Sembung ke Kandang Haur, membantunya melawan penjajah 
Belanda.

“Badai Laut Aru” yang saya tulis ini tentu bukan cerita silat Jaka Sembung 
walaupun ide menulis artikel kecil ini saya dapatkan setelah membuka-buka 
kembali komik-komik lama itu (he2..). Ini adalah cerita tentang kecenderungan 
eksplorasi migas baru di Indonesia Timur : mengejar target Paleozoikum, di 
tengah-tengah badai Laut Aru, kebetulan target Paleozoikum Indonesia 
tersembunyi di bawah ganasnya badai Laut Aru ini, badai yang juga 
menenggelamkan KRI Macan Tutul tahun 1962 dan Yos Sudarso, saat berkonfrontasi 
dengan patroli kapal Belanda ketika masalah politik Irian Jaya mengemuka di 
Republik tercinta ini.

Adalah survey umum (speculative survey) pada tahun 2005  yang dilakukan sebuah 
perusahaan seismic atas izin Ditjen Migas yang membuka potensi Laut Aru-Arafura 
ini. Sebelum itu, wilayah ini kosong dari cekungan sedimen, juga kosong dari 
jalur wilayah potensi migas atau pun petroleum system (bisa dicek di peta-peta 
Nayoan et al., 1991; Howes dan Tisnawijaya, 1995; Hardy et al., 1997; Howes, 
2000 – tak ada yang mencantumkan potensi migas atau satu cekungan pun di 
wilayah ini). Setelah dilakukan seismic,  tumpukan sedimen setebal 5 (lima) 
seconds berumur Paleozoikum (berdasarkan ikatan dengan cekungan korelatif dan 
sumur di wilayah perairan utara Australia) ternyata terkubur di wilayah 
Aru-Arafura ini. Sebuah potensi migas !

Seismik-seismik di wilayah ini menujukkan hadirnya sebuah cekungan besar dengan 
sedimen-sedimen  Wessel Group (Proterozoikum Atas), Goulburn Group 
(Kambrium-Ordovisium), Arafura Group (Devon Akhir) dan Kulshill 
Group(Karbon-Perem). Wessel Group punya kapasitas sebagai batuan induk. 
Sedangkan Goulburn-Arafura-Kulshill Groups punya kapasitas batuan 
induk-reservoir-penyekat. Terkubur sampai kedalaman maksimal 6 seconds di atas 
kerak benua tentu hal kematangan batuan induk bukan sesuatu yang perlu 
diragukan. Data seismic juga menunjukkan keberadaan perangkap yang besar 
(antiklin dan draping folds pada horst blocks).

Studi regional petroleum system oleh para eksplorasionis Australia (misalnya 
Bradshaw et al., 1997 atau Struckmeyer et al., 2006, ) menunjukkan bahwa Laut 
Aru-Arafura memiliki supersystem (petroleum system group) bernama Larapintine 
L1 berumur Kambrium. Supersystem Larapintine telah terbukti menggenerasikan dan 
memerangkap hidrokarbon di beberapa cekungan daratan Australia (bagian 
tengah-baratlaut Australia) yaitu Cekungan Amadeus dan Canning. Keberadaan 
petroleum system Kambrium di wilayah ini dibuktikan dengan sangat ringannya 
isotop karbon-13 baik untuk fraksi saturat maupun aromat (-31 s.d. -32 per mile)

Satu atau dua tahun ke depan, mudah-mudahan kita bisa melihat pembuktian 
prospektivitas Laut Aru saat operator beberapa blok di wilayah ini menguji play 
Paleozoics melalui pemboran. Bila objektif  Kambrium di wilayah ini terbukti 
mengandung dan mengalirkan hidrokarbon, maka Indonesia adalah satu-satunya 
wilayah di dunia yang memiliki reservoir tertua-termuda (Kambrium-Plistosen; 
reservoir produktif Plistosen Indonesia ada di Wunut, Jawa Timur – gas, dan 
Bula, Seram –minyak).

Go to extreme, high risk, but high reward !

Salam,
awang





--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke