Pak Franc,

Tepat tebakan Pak Franc. Sebenarnya, itulah yang menjadi alasan mengapa kami, 
BPMIGAS, mengadakan fieldtrip ke Danau Satonda di pulau volkanik nan kecil 
Satonda di utara Sumbawa pada Desember tahun lalu (pernah saya ulas di milis2).

Stromatolit modern yang masih hidup, maupun yang sudah mati dan terdampar di 
pinggir danau sebagai singkapan terumbu, ditemukan di banyak tempat di danau 
ini. Kami mempelajarinya untuk analog modern objektif stromatolit 
Proterozoikum, Kambrium, dan Ordovisium yang kemungkinan ada di bawah Aru dan 
Arafura dan segera akan menjadi target eksplorasi di wilayah ini. Batugamping 
di Wessel dan Goulburn Groups sangat mungkin merupakan terumbu stromatolit, 
bukan terumbu koral. Kita punya contoh reservoirnya yang produktif di Oman dan 
Michigan Basin. 

Data seismik spec survey tahun 2005 terlalu lebar space untuk memetakan dengan 
detail terumbu ini, tetapi gejala2 muncul. Stromatolit di Shark Bay, Western 
Australia tumbuh di hypersaline lagoon, sementara yang di Satonda berhubungan 
dengan volcanic crater yang diisi air laut yang hypersaline dan sodic. 
Paleogeografi kedua jenis ini harus dicari di bawah Aru dan Arafura.

salam,
awang

--- On Mon, 5/18/09, Franciscus B Sinartio <[email protected]> wrote:

> From: Franciscus B Sinartio <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Badai Laut Aru (Paleozoic Exploration)
> To: [email protected]
> Date: Monday, May 18, 2009, 2:45 PM
> Pak Awang,  
> apa di spec survey seismic nya ada kelihatan kayak
> limestone   (stromatolite? atau species
> lainnya)
> atau lautnya terlalu dalam untuk  hidupnya organisme
> semacam itu.
> tdk jauh dari sana ada equivalent modern stromatolite di
> australia.
> 
> fbs
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Awang Satyana <[email protected]>
> To: IAGI <[email protected]>;
> Forum HAGI <[email protected]>;
> Geo Unpad <[email protected]>;
> Eksplorasi BPMIGAS <[email protected]>
> Sent: Monday, May 18, 2009 5:47:33 AM
> Subject: [iagi-net-l] Badai Laut Aru (Paleozoic
> Exploration)
> 
> 
> Para penggemar komik yang dikarang Djair tentu ingat
> beberapa tokoh pendekar dari Indonesia Timur yang
> dikumpulkan Jaka Sembung untuk memperkuat pasukannya melawan
> Belanda di Kandang Haur. Ada Awom dari Ambon yang jago
> memanah, ada juga Wori dari Papua si pendekar bumerang. Ada
> si Iblis Pulau Aru yang bergentayangan di pulau-pulau Aru
> dan Tanimbar atau perairan Arafura sebagai perompak. Saat
> berhasil ditundukkan kedigjayaan Jaka Sembung dan para
> pendekar temannya (misalnya Karta si gila dari Muara
> Bondet), para pendekar Indonesia Timur ini ikut Jaka Sembung
> ke Kandang Haur, membantunya melawan penjajah Belanda.
> 
> “Badai Laut Aru” yang saya tulis ini tentu bukan cerita
> silat Jaka Sembung walaupun ide menulis artikel kecil ini
> saya dapatkan setelah membuka-buka kembali komik-komik lama
> itu (he2..). Ini adalah cerita tentang kecenderungan
> eksplorasi migas baru di Indonesia Timur : mengejar target
> Paleozoikum, di tengah-tengah badai Laut Aru, kebetulan
> target Paleozoikum Indonesia tersembunyi di bawah ganasnya
> badai Laut Aru ini, badai yang juga menenggelamkan KRI Macan
> Tutul tahun 1962 dan Yos Sudarso, saat berkonfrontasi dengan
> patroli kapal Belanda ketika masalah politik Irian Jaya
> mengemuka di Republik tercinta ini.
> 
> Adalah survey umum (speculative survey) pada tahun
> 2005  yang dilakukan sebuah perusahaan seismic atas
> izin Ditjen Migas yang membuka potensi Laut Aru-Arafura ini.
> Sebelum itu, wilayah ini kosong dari cekungan sedimen, juga
> kosong dari jalur wilayah potensi migas atau pun petroleum
> system (bisa dicek di peta-peta Nayoan et al., 1991; Howes
> dan Tisnawijaya, 1995; Hardy et al., 1997; Howes, 2000 –
> tak ada yang mencantumkan potensi migas atau satu cekungan
> pun di wilayah ini). Setelah dilakukan seismic, 
> tumpukan sedimen setebal 5 (lima) seconds berumur
> Paleozoikum (berdasarkan ikatan dengan cekungan korelatif
> dan sumur di wilayah perairan utara Australia) ternyata
> terkubur di wilayah Aru-Arafura ini. Sebuah potensi migas !
> 
> Seismik-seismik di wilayah ini menujukkan hadirnya sebuah
> cekungan besar dengan sedimen-sedimen  Wessel Group
> (Proterozoikum Atas), Goulburn Group (Kambrium-Ordovisium),
> Arafura Group (Devon Akhir) dan Kulshill
> Group(Karbon-Perem). Wessel Group punya kapasitas sebagai
> batuan induk. Sedangkan Goulburn-Arafura-Kulshill Groups
> punya kapasitas batuan induk-reservoir-penyekat. Terkubur
> sampai kedalaman maksimal 6 seconds di atas kerak benua
> tentu hal kematangan batuan induk bukan sesuatu yang perlu
> diragukan. Data seismic juga menunjukkan keberadaan
> perangkap yang besar (antiklin dan draping folds pada horst
> blocks).
> 
> Studi regional petroleum system oleh para eksplorasionis
> Australia (misalnya Bradshaw et al., 1997 atau Struckmeyer
> et al., 2006, ) menunjukkan bahwa Laut Aru-Arafura memiliki
> supersystem (petroleum system group) bernama Larapintine L1
> berumur Kambrium. Supersystem Larapintine telah terbukti
> menggenerasikan dan memerangkap hidrokarbon di beberapa
> cekungan daratan Australia (bagian tengah-baratlaut
> Australia) yaitu Cekungan Amadeus dan Canning. Keberadaan
> petroleum system Kambrium di wilayah ini dibuktikan dengan
> sangat ringannya isotop karbon-13 baik untuk fraksi saturat
> maupun aromat (-31 s.d. -32 per mile)
> 
> Satu atau dua tahun ke depan, mudah-mudahan kita bisa
> melihat pembuktian prospektivitas Laut Aru saat operator
> beberapa blok di wilayah ini menguji play Paleozoics melalui
> pemboran. Bila objektif  Kambrium di wilayah ini
> terbukti mengandung dan mengalirkan hidrokarbon, maka
> Indonesia adalah satu-satunya wilayah di dunia yang memiliki
> reservoir tertua-termuda (Kambrium-Plistosen; reservoir
> produktif Plistosen Indonesia ada di Wunut, Jawa Timur –
> gas, dan Bula, Seram –minyak).
> 
> Go to extreme, high risk, but high reward !
> 
> Salam,
> awang
> 
> 
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak
> biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
> akan dilaksanakan di Semarang
> 13-14 Oktober 2009
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be
> liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any information posted on
> IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------




--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke