> Rekan

Sinayalemen dibawah ini mungkin lebih dekat
"benar"nya.
Kita harus hati hati jangan sampai tanpa terasa
kita diperalat oleh fihak tertentu, masihbanyak yang dapat kita lakukan
sebagai ahli kebumian .
Memang kita IDAK boleh main politik , tetapi
kita juga tidak boleh buta politik sehingga jadi kuda tunggangan orang
lain.
Kalau dilihat "timing" nya , pantaslah kalau kita
agak "bercuriga: " "Ada apa ini ujug ujug Lusi kok muncul
?".

Tetapi mengungkit PADA SAAT SEKARANG kiranya kurang
bijaksana.
Yang kita dapat lakukan (tentunya BPLS sedang
melakukannya) adalah memonitor "kelakuan" lumpur saat ini ,
dengan memonitor saya kira kita dapat menemukan karakter /meknisme
lumpurnya. Yang kelak ( kalau sudah selesai Century heheheh, mungkin ???)
dapat kita manfaatkan untuk mencoba melihat secara jernih sejarah 
terjadinya semburan lumpur Si-DoArJo ini.
 
Ada
peribahasa" yang Benar akan tetap Benar , akan tetapi yang paling
Benar adalah Kebenaran yang sesuai dengan waktunya" . Wallhualam
..

Wassalam


Si Abah


    sepengetahuan saya data DDR itu sudah dilihat oleh
beberapa ahli kita, dan
> kebanyakan mereka mengatakan kasus LUSI
adalah kesalahan pemboran, dari
> ahli
> perminyakan ada
Pak Rudy dari Geologi dalam wawancara di beberapa TV pak
> ADB
> juga condong mengatakan LUSI akibat pemboran. Kalau akhirnya
pihak
> kepolisian dan DPR lebih memilih gempalah yang
mengakibatkan kasus LUSI
> banyak kepentingan yang bermain. Salah
satunya mungkin alasan
> politis..termasuk juga di luar sana orang
mau ungkit lagi kasus ini, lebih
> banyak unsur politisnya.
> 
> 2010/2/26 Yoga Negara <[email protected]>
> 
>>____________________________________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke