Like this pisan ateuh euyyy...setubuh..sepakat..jeung rea-rea deui... RiFa TeA
2010/3/3 oki musakti <[email protected]> > "Sekarang kudu yang dicari itu apa solusinya buat korban bencana yang masih > terkatung katung itu." > > Sepakat dengan Uni Yuriza..... > > Dari dulu (termasuk pernah saya kemukakan waktu pembahasan Lusi di BPPT), > saya berpendapat bahwa PEMERINTAH lah yang harus ambil alih tanggung jawab > soal LUSI ini sampai ada keputusan hukum yang bersifat tetap (termasuk > segala banding, PK dan teman-temannya) soal siapa yang bersalah, kalau > memang ada. > > Untuk sementara anggap sajalah ini sebagai bencana alam seperti meletusnya > gunung Semeru. Kalau perlu tetapkan daerah bencana dan tak layak huni, > pindahkan seluruh penduduk dan pabrik-pabirk ketempat lain. > > Kalau lah memang dikemudian hari ada usaha untuk meng cost recovery > biaya-biaya tersebut ke Lapindo atau siapa (sekali lagi, setelah ada putusan > hukum), biarkan pemerintah melalui kejaksaan agung nya yang maju. > > Jangan seperti sekarang, rakyat yang disuruh (dibiarkan ?) bertarung dengan > Lapindo yang secara legal formal belum diputuskan 'bersalah'. Sementara di > ranah politik ada juga kesan bahwa kasus ini sengaja disimpan sebagai > senjata rahasia kalau suatu saat butuh leverage terhadap salah satu tokoh > dan partainya .... politik transaksional kata seorang staff ahli. > > Salam > Oki > > > -- RiFa TEA ----------------------------------- Orang yang melewatkan satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau pujian yang ia hasilkan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan,maka sungguh-sungguh ia telah durhaka pada harinya dan menganiaya diri. (Dr. Yusuf Al-qardhawi)

