Menurut UU tentang lingkungan hidup, (jika tak keliru) disebutkan bahwa pencemaran lingkungan bukan delik aduan. Artinya siapa yang menyebabkan lingkungan tercemar langsung bisa diperiksa oleh polisi, meski tidak ada yang mengadu. Nah tentang musibah Lumpur lapindo hingga kini belum jelas (masih ada 2 mazhab: ulah manusia atau fenomena alam), meski penyidik sudah meng-SP3-kan. Jadi, jika ulah manusia tentu sang manusia itu yang harus diminta pertanggungan jawabnya. Namun, ketika itu diputuskan sebagai suatu peristiwa alam, ya pemerintah yang menanggungnya, tentu dibantu oleh kita-kita seluruh anak negeri yang bersimpati seperti korban musibah nasional lainnya..... Untuk kasus Lumpur Lapindo, kalau lewat CSR apalagi dalam format sebatas charity gak akan sampai pada tahap recovery dan peningkatan taraf hidup para korban. Lain halnya bila CSR disusun lewat program yang holistic/konprehensif dan berkelanjutan dengan target pemberdayaan (empowerment) komunitas melalui pembangunan partisipatoris, tulus, dan transparan insya Allah korban yang tergusur lumpur dimaksud akan mampu menatap masa depan mereka secara mandiri. Tabik; RnB
-----Original Message----- From: yanto R.Sumantri [mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 05, 2010 10:54 AM To: iagi-net Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > Pak Bambang Benar " waktu lah yang akan menentukan ....................." , sebenarnya jargon ini sudah sangat kita kenal . Sebagai mana saya postingkan dalam millis ini beberapa kali , pertanyaan - nya atau saya : " apa yang harus dilakukan dengan semburan lumpurnya ???", jadi apakah "waktu akan dibiarkan berlalu saja ..............." dan nanti akan dapat memberikan penjelasan apa yang telah terjadi ? Nah tentunya kita sebagai ilmuwan akan memanfaatkn segala macam data spt kegempaan (apakah benar asumsi Awang ) , karakter lumpur (apakah komposisinya konstan , bagaimana bila dibandingkn dengan lumpur Bleduk Kuwu umpamanya ????).dsb dsb. Saya masih ada pertanyaan : " Apakah kalau Lapindo di katagorikan sebagai "pencemar" mempunyai kewajiban untuk melakukan hal diatas ? Ataukah kewajiban tersebut sebatas CSR ? Munkin ada yang bisa menjawabnya . Si Abah ________________________________________________________________________ Sungguh bijak dan benar sekali kata-kata dari pak Koesoema,.. mungkin > hanya waktu yang akan memutuskan. > > Bagi saya ini bukan masalah kalah menang, tetapi mencari jawaban apa yang > sesungguhnya terjadi. Dalam hal ini tidak ada pihak yang menang, baik > Lapindo, rakyat sekitar maupun Davies cs. Lusi merupakan fenomena kelas > dunia, masa hanya peneliti asing saja yang asik menggeluti kejadian > dipekarangan rumah kita dan hanya mereka yang nulis di jurnal2 scientific. > Karena itulah saya tergelitik untuk mencoba memahami fenomena ini. Tidak > ada salahnya kita terus menggali dan melakukan studi berdasarkan data2 > yang ada. > > Pada awalnya kita semua, termasuk saya mengira ini bersumber dari sumur, > namun ada beberapa kejanggalan yang saya amati. Jika lumpur bersumber dari > bocornya sumur karena "hydro-fractured", kenapa sumur dalam keadaan statis > dan tidak kehilangan drilling mud? Drilling merupakan closed-system, kalau > ada yang bocor, seharusnya volume drilling mud berkurang. Ibaratnya kalau > bak kamar mandi kita bocor, permukaan airnya pasti turun karena volume > berkurang. Lalu kenapa masih bisa sirkulasi kalau dianggap sudah bocor? > Tekanan yang diamati baik di annulus maupun di drillpipe tidak menunjang > adanya kebocoran disumur. Juga saat sample lumpur diambil dibeberapa > tempat lalu dianalisa, tidak ada trace oil based mud yang dipakai sebagai > drilling mud. Ini hanya sedikit contoh dari beberapa kejanggalan2 yang > membuat saya berfikir dua kali. > > Untuk mas Agus Hendratno, baiknya drilling report tersebut dilengkapi > dengan real time chart mas, supaya bisa cross-check laporan karena > drilling report bisa saja subjektif dan bias. Ditunggu ketoprakan mas,.. > hehe > > Wass. > Bambang > > > > > -----Original Message----- > From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]] > Sent: Wednesday, March 03, 2010 7:59 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > > Kita itu harus belajar dari Pansus Century bahwa ternyata ada kebenaran > secara politis yang diputuskan oleh sidang Paripurna DPR secara aklamasi > atau dengan voting, kebenaran hukum yang diputuskan oleh kekuasan hakim > yang > dapat naik banding, atau kekuasan penegak hukum untuk meng-SP3-kan, dan > kebenaran ilmiah yang hanya dapat diputuskan oleh waktu. > Ada maxim di antara geologists: "GEOLOGISTS NEVER CHANGE THEIR IDEAS, BUT > EVENTUALLY THEY FADE AWAY" Debat Lusi ini baik untuk sebagai permainan > intelektual tetapi jangan harapkan akan muncul keputusan mana yang benar > dalam waktu yang singkat. Yang merasa kalah adu argumen selalu bisa > men-"generate" data baru. Waktu lah yang nanti akan menentukan > Wassalam > RPK > ----- Original Message ----- > From: "Hendratno Agus" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, March 03, 2010 5:38 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > > > Tapi bagaimana kalau itu ternyata adalah > (ini pikiran nakal saja, mohon maaf) : adanya masalah kritis dalam > pemboran > (yang mestinya mencari jendulan limestone, malah nembak mud diapir) pada > saat > yang sama ada peluang reaktivasi sesar watukosek dari gempa jogja?? Jadi > ini > bukan pada > pro-gempa atau pro-UGBO, tapi pro dua-duanya. > > Pada 26 Januari 2006 sore, saat trip geologi antara BPMIGAS - Geologi UGM, > kami > mampir ke sumur BJP-1 dan disitu terjadi perdebatan stratigrafi dari > target > sumur, juga pada penampang seismik antara mas Agung Budi Darmoyo dengan > Pak > Awang-Pak Elan-Pak Budianto Toha. > > Lalu pada 24 Juni 2006, saat tim yang diketuai mas Rudi Rubiandini, mau > presentasi di depan Menteri ESDM,Gub.jatim, Bupati Sidoarjo, pejabat > BPMIGAS, > ESDM, juga Lapindo, dimana ada 1 slide yang dipaparkan mas Rudi itu > disiapkan > oleh tim geologi yang berupa gambar Citra SRTM yang last minute itu kami > tarik > sesar watukosek (selama "tersekap di tim Rudi di hotel mewah tsb"), > dan itu menjadi perdebatan sengit di ruang eksekutif JW Marriot Sby jam > 22.30 - > 00.30 wib. Saat semua rapat yang tertutup oleh pers, itu semua berpakaian > rapi, > jas, dan batik, saya yang menyodorkan 1 slide ke mas Rudi sebelum rapat, > hanya > hadir berkaos ke ruang rapat tsb), kena semprot beberapa pejabat, karena > rapat > dengan menteri hanya saya yang pakai kaos dan bersepatu sandal, 2 x > ditegur > pejabat ESDM : 1. kapan lagi jika rapat ini dengan menteri pakai baju > formal! 2. > kenapa narik sesar watukosek? Siapa yang bikin sesar watukosek di slide > itu? > pertanyaan itu, menjadikan saya ditarik keluar ruang dan saya jelaskan > kenapa > saya pake kaos dan sesar watukosek, darimana peroleh citra SRTM itu?? > Rupanya, perdebatan "lusi" dalam pandangan lain, menurutku mulai dari 26 > Januari 2006 dengan topik dari target sumur, mud diapir, mud-volcano, > kemudian berlanjut sesar watukosek, dan gempa jogja...dst-dst.., menarik > untuk dibikin uneg-uneg... > > Bahkan dalam 1 tim pun itu juga sering berdebat dan masih menyimpan materi > debat, tapi yang namanya juru bicara tetap 1 orang diranah strategis saat > itu. > > Pada 27 Juni 2006, bahkan ketika tim geologi diberi kesempatan pertama > kali > cerita (dalam hal ini pak Budianto), saat menyebut "mud-volcano"..., > tiba-tiba pak menteri tsb kaget dan menuding pada slide :"apa itu dan > tolong > jelaskan dengan baik!!!". semua diam dan membisu bagaikan patung. Saya > yang > saat itu duduk disamping pak Luluk (saat itu dengerin paparan pak budianto > sambil sama-sama membaca laporan UKL-UPL sumur BJP-1 dengan beliau), juga > tersentak dan kaget, karena :pertanyaan pak menteri. > > Begitu rampung tidak tahu apa "deal" selanjutnya, saya kabur duluan, saya > flight ke Jogja, ternyata tas rangsel saya (tanpa sadar, karena > tergesa-gesa > disuruh bawa komandan saat boyongan dari patra ke merdeka) masih ada > laporan > dokumen copyan Daily Geological Report dan Daily Drilling Report BJP-1 > dari > 9 maret - 2 juni 2006 turut kebawa ke jogja. > > Dan 2 dokumen tsb, akhir februari 2010 numpuk berdebu di ruang kerja saya, > yang sudah lama tidak kusentuh dan beberapa hari yang lalu kubersihkan > ruang > kerjaku dan ketemu dokumen tsb tertumpuk dengan arsip skripsi mhs, saya > langsung kaget..,lho koq. Jujur, bahwa 2 dokumen tsb selama ini hanya > "bertapa dan berdebu di pojok ruang kerja saya di lt.3 gd.geologi ugm > selama > 2 th 7 bulan!!! " blaik...!!! > > namanya saja geologi, berbeda pendapat adalah anugrah asal semua itu > didasarkan data. > Mohon maaf uneg-uneg saya ini... > salam, agus hendratno.89 > > > > ________________________________ > > From:Bambang P. Istadi <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Wed, March 3, 2010 3:56:36 PM > Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > > Betul cak Yayang,.. selama dalam ranah ilimiah, diskusi ini sehat dan > konstruktif,.. lanjutkan,.. > > Wass. > Bambang > > > -----Original Message----- > From: abachtiar_CBN [mailto:[email protected]] > Sent: Wednesday, March 03, 2010 2:02 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > > Jangan berhenti, Nathan. Jangan berkecil hati. Komentar-komentar-mu bisa > > jadi pemicu diskusi yang "berat-berat" untuk menguraikan ini semua. > Paling > tidak menguraikan keruwetan status LuSi itu di otak kita, karena bagi > sebagian politisi, bisnisman, birokrat, ahli hukum, sebagian asosiasi > profesi, dan sebagian saintis, status penyebab LuSi itu sudah final. > Jangan > "ikut2an" terimbas panas dan ngambek. > > salam broer, > adb > =================== > ----- Original Message ----- > From: "Nataniel Mangiwa" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, March 03, 2010 12:20 PM > > =================== > Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI > No comment Pak Awang. Penilaian bapak terlalu personal, dan subjektif. > Panas adalah istilah bpk, ngambek pun istilah bpk Awang yg terhormat. > Saya tidak menginisiasi 2 kata tsb di pembahasan yang saintifik ini. > > > > ------------------------------------------------------------------------ > -------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > ------------------------------------------------------------------------ > -------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember > 2010 > ------------------------------------------------------------------------ > ----- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no > event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited to direct or indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of > or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing > list. > --------------------------------------------------------------------- > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember > 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted > on > its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI > or > its members be liable for any, including but not limited to direct or > indirect > damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, > data > or > profits, arising out of or in connection with the use of any information > posted > on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > __________ NOD32 4903 (20100228) Information __________ > > This message was checked by NOD32 antivirus system. > http://www.eset.com > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember > 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan. ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. ***** -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

