Mohon maaf sebelumnya pak-bu, Kang Firman
Lepas dari penyampaian yang kurang elok bagi yang mungkin tidak melihat 
keseharian pak Bosman, dan jujur saya juga tidak mengenal keseharian pak 
Bosman, Saya kok justru melihat masalah penolakan pak Bosman dan warga kampung 
Medina ini sebagai perwujudan ketidak percayaan individu dan atau warga 
masyarakat terhadap hukum, regulasi, good mining practice dan semua tulisan 
indah serta kajian fs dan proposal rencana sosialisasi tambang yang terlalu 
tebal untuk kepala orang kampung seperti saya. Karena jujur saja, bila dalam 
keadaan penegakan regulasi dan hukum saat ini di negara ini, saya pribadi bila 
misalnya ada perusahaan yang mau bangun pipeline, atau misalnya mengebor shot 
hole seismik di belakang pekarangan rumah saya, maka saya juga mungkin bisa 
bertindak seperti pak Bosman, walaupun saya sempat mengenyam pendidikan/ 
dikatakan makan sekolahan. Kemudian dari awal juga saya rasa pesan yang ingin 
disampaikan dari kampanye pak Bosman sudah jelas, "tolak", "hentikan", "pergi", 
dan dari semua e-mail yang saya lihat mengenai SorikMas ini, menurut saya tidak 
akan ada dialektika yang bersifat dan berujung pada solusi "win-win" terhadap 
pesan tersebut. Lalu mengenai kampanye tersebut dilakukan di Milist Iagi, 
menurut saya pula tanggapan pak Bosman sudah jelas (dari imil beliau).. Apakah 
Iagi punya sikap terhadap kampanye yang dilakukan di milis Iagi tersebut..? 
Karena walaupun milist Iagi menolak kampanye tersebut melalui Nettique dan 
aturan milis (bila ada) menurut saya perjuangan beliau tak akan terhenti disini 
(namanya juga sudah tidak bisa percaya? mau main pelan, ataupun keras saya 
takutkan juga akan di mainkan). Dan alangkah baiknya lagi bila bapak-dan ibu 
yang memiliki milis Iagi ini jelas sikapnya karena akan semakin larut kepada 
pembahasan yang mungkin lebih tajam bila dibiarkan. Di lain pihak kita sebagai 
geologist dan Ikatan ahli, saya hanya bisa lihat bila ada akibat buruk yang 
timbul dari suatu usaha eksplorasi-eksploitasi sumber daya alam, mau tidak mau 
tangan2 kita termasuk tangan salah satu yang punya andil terhadap masalah ,coba 
kita lihat, begitu pipeline dan jalur haul nya atau lintasan seismik/ jalur 
mob-demob menara bor selesai maka akan ada ribuan warga yang berbondong2 pindah 
ke sekitar sana, ikut masuk dan menebang hutan, membakar ladang, membangun 
pemukiman, begitu juga dengan wilayah pertambangan, dan siapa yang kuasa 
menahan? Melarang? karena kembali lagi, untuk umur kerja saya yang masih 
kanak2,terlalu banyak lubang celah yang perlu diperbaiki oleh regulatory dan 
pemegang kebijakan di negara kita terhadap hukum dan aturan, karena sekali 
lagi, oknum tak akan bisa berimprovisasi terhadap kesepakatan hukum bila 
aturannya jelas dan runtun, bila pun ada yang bisa dilakukan oleh tangan saya 
ini hanyalah merubah keadaan kalau saya punya kuasa, atau kalau sudah tak tahan 
dan tak pula punya kuasa maka tangan itu akan dipakai untuk menutup muka pura2 
tidak peduli atau untuk menahan malu .. selain itu mungkin hanya bisa sedih 
melihat nasib orang2 desa atau kampung yang punya potensi untuk jadi korban 
seperti mungkin yang pernah terjadi di penambangan liar Bukit Gadang Rimba 
Panti, atau cerita2 sebelumnya yang saya baca mengenai Peti di konsesi batubara 
Kalimantan dan kasus oil leakage di pantai selatan timor-nusatenggara, dimana 
kerusakan lingkungan dan pencemaran air baru dampak terhadap lingkungan, belum 
lagi dampak sosial terhadap adat kebiasaan serta perekonomian mereka, nasib 
mereka orang kampung disana betul2 terjepit diantara Palu (orang2 pintar cerdik 
pandai) dan Landasan (Investor, perusahaan, penanam modal) yang notabene adalah 
saudara2 mereka sendiri, yang punya modal, yang makan sekolahan. 

Mohon maaf untuk tulisan saya bila karenanya akan banyak hati yang terluka, 
sekaligus memohon agar disikapi dengan adil akar permasalahan isu SorikMas ini 
biar tidak berlarut-larut

Salam Iagi
Donski

-----Original Message-----
From: Firman Fauzi <[email protected]>
Date: Tue, 21 Sep 2010 12:32:06 
To: <[email protected]><[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] PT Sorikmas Mining Sedang Merancang Bencana di Madina
Pak Yoga,

Alhamdulillah jika Anda tidak menabukan penolakan dan tetap berpegang kpd hukum 
yg berlaku simultan dgn hati nurani.

Dan kami yg berdarah sumatera ini sering kali bila membuat pernyataan 
menggunakan istilah yg memiliki penekanan yg kuat. Ini adalah gaya bahasa. Dan 
saya yakin itu pula yg dimaksudkan Pak Bosman, beliau ini ingin memberikan 
penekanan yg lebih atas maksud penolakan perusahaan tambang tersebut. Namun 
saya yakin kelompok ini akan melakukan penolakan tsb dgn argumentasi logis 
mereka dan tentunya dalam koridor hukum yg berlaku. Saya yakin itu. Karena saya 
membaca kampanyenya di link yg diberikan, cukup menggunakan bahasa dan 
argumentasi yg masuk akal. Bukan begitu Pak Bosman? :-)

Salam hangat, 
FF


On 21 Sep 2010, at 11:42 AM, "Yoga Negara" <[email protected]> wrote:

> Kang Fauzi,
> 
> Sama kang saya juga tidak ada sangkut pautnya dengan urusan ini.
> Cuman gatel aja melihat caranya bung Bosman menyuarakan hatinya.
> 
> Btw, coba deh buka kamus besar:
> Usir=menyuruh pergi dengan "paksa"
> Paksa=.....
> Akang bisa lihat apa makna kata paksa ini....
> 
> Saya tidak sedikit pun men-tabu-kan penggalangan penolakan pendirian kegiatan 
> industri tambang ini.
> Bahkan di email2 saya yg lalu, saya ungkapkan bahwa jika memang industri ini 
> akan menimbulakn dampak lingkungan yang sangat merusak, saya-pun akan ikut 
> menyuarakan hati nurani saya (dgn cara yang berbeda tentunya).
> 
> Bangsa dan Negara kita ini punya aturan yang jelas tentang segala hal 
> menyangkut masalah perikehidupan bernegara.
> Ada aturan2 dan rambu2 yang itu harus kita patuhi dalam segala hal.
> Ataukah saat ini kita lagi berada di fase hukum rimba?
> 
> Ah....kapan bangkitnya bangsa kita ini?
> 
> -----Original Message-----
> From: Firman Fauzi [mailto:[email protected]] 
> Sent: Tuesday, 21 September 2010 2:12 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] PT Sorikmas Mining Sedang Merancang Bencana di 
> Madina
> 
> Pak Yoga,
>  
> Pertama saya ingin menjelaskan dulu saya tidak ada sangkut paut apapun 
> mengenai kampanye penolakan PT. Sorikmas Mining ini, saya hanya tergelitik 
> dengan pernyataan Anda dan saya ingin sekali menanggapinya.
>  
> Menurut saya apa yg diposting oleh Pak Bosman adalah kampanye biasa, berisi 
> ajakan untuk tidak menerima sesuatu, tentunya dengan argumen2 obyektif dan 
> subyektif yg ada. Sejauh kampanye tersebut tidak menyerempet ke hal SARA itu 
> tidak mengapa.
>  
> Berkampanye menolak sebuah penambangan bukanlah suatu kekuatan kekerasan, 
> tidak pula serta merta tak beradab, tak bermartabat, dan tak bertatakrama. 
> Jadi terlepas dari substansi yg sedang dikampanyekan oleh Pak Bosman, saya 
> tidak melihat ini suatu gerakan yg bersifat seperti yg Anda tuliskan.
>  
> Jika melihat ke arah substansi, saya dpt mengerti dengan cita2 yg dibawa oleh 
> kelompok ini. Sebagai contoh, di area Samarinda itu banyak sekali perusahaan2 
> batubara skala-skala kecil sampai sedang yg tidak mengindahkan "tata krama" 
> dan jauh dari "beradab". Mereka mengeksploitasi batubara dengan meninggalkan 
> ceruk2 dalam yg luas, dibiarkan tergenang air menjadi danau tak sedap 
> dipandang, tidak dilakukan reklamasi sedikitpun atas apa yg pernah mereka 
> lakukan di lahan tersebut. Belum lagi bila lahan yg akan dieksploitasi 
> merupakan lahan tadah hujan dan sudah direncanakan dalam cetak biru wilayah 
> merupakan hutan lindung misalnya. Mungkin ini concern yg hendak diutarakan 
> oleh kelompok Pak Bosman ini.
>  
> Saya rasa dialog tentang "menolak PT. Sorikmas" versus "mendukung PT. 
> Sorikmas" adalah hal yg wajar. Bagi yg menolak, setelah berdialog dan 
> berargumentasi mungkin akan lebih membuka mata bahwa bahan tambang tak jua 
> tabu untuk dieksploitasi sepanjang itu untuk kemaslahatan rakyat sambil 
> menerapkan aturan2 yg ketat tentang pelestarian lingkungan area penambangan 
> tersebut dengan melakukan reklamasi yg konsisten, dan ada jaminan bahwa 
> dampak buruk dari penambangan tersebut dapat terkontrol dan diatasi misalnya. 
> Sementara bagi pihak yg ditolak, setelah berargumen dgn yg menolak mungkin 
> akan terbuka pula matanya untuk tidak melulu memikirkan bisnis dan keuntungan 
> tak terhingga atas eksploitasi yg mereka lakukan. Kewajiban menjaga dan 
> mereservasi alam juga merupakan hal wajib yg harus mereka lakukan. Mungkin 
> saja dialog pro-kontra ini akan menuju ke arah keputusan yg lebih matang 
> tentang rencana penambangan tersebut atau bahkan pembatalan rencana 
> penambangan.
>  
> Pak Yoga, berkata tidak dan menggalang kekuatan untuk menolak bukanlah hal 
> tabu untuk dilakukan sejauh ada hal substantif dan argumentatif terangkai 
> dalam kampanye tersebut; dan bukan pula serta merta menjadi tak bermartabat, 
> bukan pula serta merta melakukan kekerasan. Biarlah dialog ini berlangsung 
> dgn semangat masing2 pihak yg (saya yakin) memiliki tujuan yg baik. Nanti 
> bila salah satu dari kelompok ini yg melakukan kekerasan yg sebenarnya, 
> biarlah hukum yg berlaku atas hal tersebut. Namun jgn belum-belum secara 
> gampang mencap seorang atau kelompok tertentu dengan "melakukan kekerasan", 
> "kurang bermartabat dan beradab", dan "tak bertatakrama".
>  
> Salam hangat dan mohon maaf bila ada kalimat yg tidak berkenan di hati,
> FF
> 
> --- On Tue, 21/9/10, Yoga Negara <[email protected]> wrote:
> 
> 
> From: Yoga Negara <[email protected]>
> Subject: RE: [iagi-net-l] PT Sorikmas Mining Sedang Merancang Bencana di 
> Madina
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, 21 September, 2010, 4:27
> 
> 
> Apakah implikasi, outcome, or domino effect yang mungkin terjadi jika
> gerakan semacam ini berhasil dilakukan?
> Ah negeriku, semakin banyak didiami saudara2ku yang hanya mengandalkan
> kekuatan kekerasan untuk menekan saudara2 lainnya...
> Tidak adakah cara yang lebih ber"adab" dan ber"martabat" untuk
> menyuarakan suatu pendapat?
> Ataukah memang para guru, para moyang, para leluhur dan para maha guru
> "dosen" kita selama ini terlupakan untuk mengajari kita tentang "tata
> krama"
> Semoga hukum dan norma tetap menjadi juri utama dalam hal ini.
> Salam
> Yoga
> 
> -----Original Message-----
> From: bosman batubara [mailto:[email protected]] 
> Sent: Monday, 20 September 2010 7:28 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] PT Sorikmas Mining Sedang Merancang Bencana di
> Madina
> 
> Hallo, ada yang baru di usirsorikmasmining, kalo tak senang silahkan
> didel, kalo 
> simpati silahkan diforward ke sebanyak mungkin alamat:
> 
> 
> ***
> 
> Aktivitas perusahaan pertambangan PT Sorikmas Mining (SM) di  Kabupaten 
> Mandailing Natal (Madina), baik yang di blok Utara di Tor  Sihayo,
> maupun yang 
> di Blok Selatan di Ulupungkut, dapat disebut bahwa  sebenarnya mereka,
> secara 
> diam-diam dan direstui pemerintah, sedang  merancang bencana di Madina.
> Bencana yang saya maksudkan di sini bukanlah bencana alam seperti
> gunungapi 
> meletus, tsunami, ataupun gempabumi, akan tetapi bencana yang  terjadi
> karena 
> didahului oleh adanya aktivitas manusia seperti  pertambangan yang akan 
> dilaksanakan oleh PT SM. Bencana yang seperti ini  sering disebut dengan
> bencana 
> industri. Apa-apa saja jenis bencana yang  sedang dirancang oleh PT SMM?
> 
> ***
> selengkapnya: 
> 
> 
> http://usirsorikmasmining.wordpress.com/2010/09/20/pt-sorikmas-mining-se
> dang-merancang-bencana-di-madina/
> 
> 
> Jangan lupa ya, dukunglah gerakan kami untuk mengusir PT Sorikmas Mining
> dari 
> Bumi Madina, bergabunglah dengan group kami di facebook:
> 
> "USIR SORIK MAS MINING DARI BUMI MADINA" alamatnya:
> 
> http://www.facebook.com/profile.php?id=1263630838#!/group.php?gid=155072
> 241176524&ref=mf
> 
> 
> salam
> Bosman
> 
> 
> 
>       
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall 
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or 
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of 
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall 
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or 
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of 
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke