2010/12/6 Setiabudi Djaelani <[email protected]> > Kang Rovicky, > > Berarti Company yang melakukan joint study pun ada/ banyak yang tidak > melakukan penawaran ? > > Betul Mas Budi,
Ya beberapa kumpeni melakukan joint studi tetapi tidak memasukkan tender. Sawahku juga pernah mengalami hal ini karena memang tidak dijumpai potential resources (prospect/leads) yang sesuai portofolionya perusahaan. Memang bukan berarti ngga ada potensi, hanya saja tidak menarik secara ekonomi (saat itu). Ini jelas fiskal sbg pertimbangan. Penawaran kedua tahun 2010 ini ada inovasi baru utk daerah-daerah yang 'high risk'. Inovasinya yaitu pada minimum tender tidak diharuskan ngebor pada tahun ke tiga, tetapi tahun ke empat. Artinya drilling bukan sebagai komitmen pasti. Ini mnurutku langkah strategis untuk mencari dan menambah data. Seolah seperti "extended JSA". Lah wong sekarang ngebor di laut dalam bisa 100 juta (hampir satu trilliun !) Saya ngga ngerti apakah MIGAS (dan BPMIGAS) memiliki peta lead prospect seluruh Indonesia sehingga dapat dipakai sebagai patokan dalam memberikan "harga" pada sebuah blok atau tidak. Salah sorang manajer dalam diskusi Mesozoic di Bandung beberapa bulan lalu oleh IAGI mengatakan pada dasarnya perusahaan ini berpikir duit artinya fiskal term. Walaupun kurang data serta risiko besar, asalkan kalkulasi bisnisnya bisa 'masuk' ya OK-OK saja. Namun bagi MIGAS merubah fiskal term konsekuensinya mesti harus 'berantem' dengan para wakil rakyat. :( doh ! Salam RDP

