Pak Irwan dan Pak Dhany Saya tertarik dengan implikasi dari perbedaan 8 Mw , 8.3 Mw dan 8.8 Mw di kasus Jepang (ketidakpastian ~10%), dan peta bahaya 7.7Mw yang menjadi 8Mw (ketidakpastian <10%) di selatan Jawa. Email pak ismail juga menyebut perkiraan tsunami 6.5 sementara yang terjadi 7 m, yang berarti <10 %.
Kalau saya menggunakan asumsi ketidakpastian di ilmu kebumian sekitar 10-15% maka untuk kasus selatan jawa dengan base case 7.7 Mw maka range max bisa sampai 8.47 Mw kalau 10% dan 8.85 Mw kalau 15 %. Apa implikasi terbesar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan bila kita menggunakan safety margin 10-15% dari base case bahaya kita ? kalau ternyata implikasi secara ekonomi dan perencanaan tidak terlalu besar , kita bisa saja menerapkan 10% - 15% safety margin tersebut dalam perencanaan wilayah atau pembangkit nuklir di Indonesia. 2011/3/21 Irwan Meilano <[email protected]> > Rekan2 milis ysh, > > Pak Danny nuhun untuk infonya. > > Tepat sekali bahwa fakta dari pengamatan GPS terbaru menunjukan > dari mulai pantai sanriku di utara bergerak ke Miyagi, Ibaraki dan > Fukushima di selatan terbukti terkunci (coupling). > > Tetapi dalam peta hazard jepang terbaru (versi 1 jan 2011) menyebutkan > maksimum > magnitunya hanya Mw8. Mungkin dengan asumsi bahwa area locking tersebut > tersegmentasi menjadi segmen kecil yg bermagnitud Mw7,4-8,0 > dan tidak terbayang akan pecah bersamaan. > > Kemudian dalam paper Minoura (2001) seperti yang dikutip pak Danny, > memang bukti tsunami Jogan 869 dijelaskan dengan detail. Dan diperkaya > oleh Satake pada pertemuan AGU (American Geophysical Union) 2007. > Yang menarik adalah ke 2 paper tsb "hanya" menyebutkan bahwa > maksimum magnitud nya adalah Mw8,3. Dan M8,3 ini pun tidak > diakomodir dalam peta hazard gempa terbaru jepang. > > Setuju dgn Pak Danny kejadian ini membawa implikasi serius untuk > Indonesia terutama P. Jawa. Kita pun dalam peta gempa terbaru mengasumsikan > jawa tersegmentasi. Dengan kenyataaan kita tidak punya cukup data GPS > untuk melihat bukti locking di Jawa :-( > > nuhun, > irwan meilano > > > > 2011/3/21 Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]>: > > Rekan-rekan Iagi-Netter Ysh, > > > > Meneruskan diskusi dari Bung Irwan, Pak Awang, dan rekan-rekan lain, ada > > beberapa fakta dan pemikiran kunci dari kejadian gempa-tsunami di Jepang > > tersebut, sbb: > > FAKTA: > > 1. Para ahli Jepang sudah salah memperkirakan ("underestimate") potensi > > gempa-tsunami di zona subduksi segmen Miyagi ini. Prediksi gempa yang > > diberlakukan (dalam peraturan) adalah tidak melebihi skala magnitude 8. > > Alasannya: di bagian ini pergerakan penunjaman lempeng sebagian besar > > diakomodasi secaca "aseismic" (tidak terkunci - "uncoupled") dan juga > > dimensi luasnya tidak besar (karena ada segmentasi fisik). Alasan kenapa > > segmen Miyagi ini "uncoupled" adalah karena subducted slabnya sangat tua > > (~140 MY), sehingga dingin dan berat dan tidak mampu menekan kep. Jepang. > > Catatan: namun menurut data GPS terbaru dalam bberapa tahun terakhir > segmen > > ini menjadi terkunci ("coupled"). > > 2. Kontradiksi dengan anggapan (resmi) di atas Minoura et al (2001) sudah > > memperingatkan bahwa segmen ini sangat berbahaya karena menurut peneltan > > paleosesmologi-paleotsunami pernah terjadi gempa dahsyat yang > membangkitkan > > tsunami setinggi 8m di pantai pada tahun 869 AD, disebut sebagai Jogan > > tsunami. Besar magnitude perkiraannya M8.3 - tentu ini sangat kasar > karena > > data geodesi dan seismiknya tidak ada (hanya berdasarkan rekonstruksi > > endapan tsunami). Yang juga sangat menarik Minoura memperkirakan bahwa > > recurrence interval dari "supercycle" gempa besar ini adalah ~1000 tahun! > > > > PEMIKIRAN: > > 1. Anggapan subduksi lempeng tua dll - sifat aseismic zona subduksi perlu > > ditinjau ulang. Kasus Gempa Aceh 2004 juga sama. Sebelumnya para ahli > > men-cap segmen Aceh-Andaman ini tidak mampu mengeluarkan gempa >M8. > > Demikian juga dengan gempa Bengkulu 2007. Saya dkk-pun tidak menyangka > bisa > > ada gempa >M8 di sini karena dari jaringan GPS wilayah ini sebagian besar > > interface-nya "uncoupled/unlocked". Kelihatannya potensi maximum suatu > > sumber gempa hanya masalah "time window" saja. > > 2. Hasil studi Minoura bahwa perioda ulang gempa M>8 di Miyagi ini ~1000 > > tahunan sangat menarik. Ingat bahwa relative plate motion di situ > sekitar 8 > > cm/tahun sehingga untuk mengumpulkan regangan/strain sebesar 15m 9setara > > M8.9) hanya diperlukan waktu sekitar: 15m/8cm ~ 200 tahunan saja. > Artinya > > "coefficient of coupling" (prosentase kuncian) dari subduction > interface-nya > > paling banter hanya sekitar 20% saja (i.e. 80% aseismic atau steady > > slip/creeping). Jadi zona subduksi yang dominan aseismic tidak berarti > > tidak mampu memproduksi gempa raksasa -- hanya masalah waktu saja! > > > > Hubungan dengan INDONESIA: > > 1. Sebagian besar para ahli menganggap bahwa zona subduksi di wilayah > Selat > > Sunda dan Selatan Jawa adalah ASEISMIC. Alasan untuk Selat Sunda karena > > wilayah ini didominasi oleh extensional tectonics (seperti halnya juga > > segmen Aceh-Andaman!). Subduksi Selatan Jawa diangap aseismic dan tidak > > mampu menghasilkan gempa di atas 8 karena Australian plate yang > > disubduksikannya sangat tua (di atas 150MY) seperti halnya yang di Miyagi > > (termasuk menurut Prof. Hiroo Kanamori - bekas guru saya di Caltech - > tapi > > kayanya dia sekarang sudah berpikir ulang). Nah anggapan ini tentu HARUS > > DIKAJI ULANG, terutama karena segmen zona subduksi ini yang paling dekat > > dengan JAKARTA (dan rencana PLTN di BaBel). > > 2. Perihal maximum magnitude dari zona subduksi di Selatan Jawa menjadi > > salah satu perdebatan seru diantara rekan-rekan Tim-9 ketika dalam proses > > pembuatan Peta Zonasi Bahaya Gempa (PSHA) yang sudah dipublikasikan Juni > > 2010 lalu. Dari historis dan data seismik (sejak 100 tahun terakhir) > besar > > gempa maksimum hanya M7.7 (e.g. Gempa-tsunami Jawa Timur 1994 dan > > gempa-tsunami Pangandaran 2006). Data paleotsunami/paleoseismologi > seperti > > Minoura 2001 kita tidak punya dan data GPS-pun tidak juga, maka akhirnya > > kami memutuskan untuk sementara ini memberikan Maximum Gempa M8.0 untuk > > selatan Jawa (ini yang diberlakukan di Peta Zonasi Gempa Indonesia yang > > terbaru/tahun 2010). > > > > Semoga dapat berguna untuk menjadi bahan pemikiran dan > menindaklanjutinya. > > > > Wassalam, > > Danny Hilman N > > > > -----Original Message----- > > From: Irwan Meilano [mailto:[email protected]] > > Sent: Saturday, March 12, 2011 9:11 AM > > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia; IAGI > > Subject: [iagi-net-l] Gempa Jepang (Tohoku Chihou Taiheiyou Oki Jishin) > > > > Nama resmi dari gempa ini menurut pemerintah jepang yaitu Tohoku Chihou > > Taiheiyou Oki Jishin, dengan besarnya magnitud M8,8 (skala JMA jepang). > > Gempa ini terjadi pada bidang kontak antara lempeng pasifik dengan > > lempeng pada > > daratan Jepang dari mulai Miyagi di utara sampai Ibaraki di selatan. > > > > Bidang robekan gempa ini meliputi area yang dimulai dari Miyagi, > Fukushima > > sampai Ibaraki, dengan panjang bidang gempa mencapai 400km dan besarnya > > slip maksimum mencapai 15m, dan menghasilkan tsunami lebih dari 10m > > di pantai timur Jepang. > > > > Daerah ini menjadi langganan gempa besar, yang disebut dengan gempa > Miyagi. > > Gempa besar terakhir yaitu pada 12 Juni 1978, M7,4 dengan jumlah > > korban 28 orang. > > Gempa M8,8 lalu bukanlah gempa miyagi, karena besar magnitudnya jauh > > lebih besar. > > Gempa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini yaitu pada tahun 869 > > dengan magnitud 8,3. > > Sehingga memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa terjadi gempa > > dengan > > magnitud 8,8 di wilayah ini. > > > > Peta potensi gempa yang dipublikasi terakhir oleh Jepang menyebutkan > > terdapat > > kemungkinan 99% gempa dengan magnitud 7,5 terjadi di wilayah Japan trench > > di sekitar Miyagi. Sehingga kemungkinan kejadian gempa kemarin telah > > diprakirakan > > sebelumnya dalam peta hazard gempa Jepang tetapi besarnya magnitud tidak > > terantispasi sebelumnya. Gempa ini merupakan gempa terkuat di Jepang > sejak > > mereka melakukan pengamatan gempa yang sistematis seratus tahun lalu. > > Sehingga besarnya dampak kerusakan akibat getaran gempa dan tsunami > > tidak terantisipasi sebelumnya. > > > > Pengamatan gempabumi di Jepang merupakan yang terbaik di dunia saat ini. > > Jepang memiliki jaringan seismik di daratan dan lautan (Ocean Bottom > > Seismometer) > > paling rapat di dunia. Jaringan GPS yang memantau deformasi hampir > > setiap 10 km serta sistem pendidikan, penelitian serta upaya penyadaran > > masyarakat yang sangat baik. > > > > Jepang juga telah mengembangkan EEW (earthquake > > early warning system) yang terbukti sangat bermanfaat dalam menyelamatkan > > nyawa dan fasilitas penting saat terjadi gempa Niigata 2007. > > > > Tetapi bencana gempa memang sulit untuk diprediksi dengan detail, > > upaya luar biasa yang telah dilakukan jepang terjadi masih tidak cukup > untuk > > menghindari mereka dari bencana yang telah terjadi pada hari jumat 11 > > maret 2011 lalu. > > > > Nihon no minna ganbare, be strong Japan ! > > My heart goes out to all of you. > > > > - irwan meilano - > > > > -- > > Irwan Meilano, Dr.sc > > Lecturer > > Geodesy Research Group > > Faculty of Earth Science and Technology > > Institut Teknologi Bandung (ITB) > > Ganesa 10, Bandung 40132,Indonesia > > [email protected] > > [email protected] > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > PP-IAGI 2008-2011: > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > Ayo siapkan diri....!!!!! > > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 > > September 2011 > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > - > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted > > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct > > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from > loss > > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of > any > > information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > PP-IAGI 2008-2011: > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > Ayo siapkan diri....!!!!! > > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 > > September 2011 > > > ----------------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > -- > Irwan Meilano, Dr.sc > Lecturer > Geodesy Research Group > Faculty of Earth Science and Technology > Institut Teknologi Bandung (ITB) > Ganesa 10, Bandung 40132,Indonesia > [email protected] > [email protected] > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 > September 2011 > > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

