Pak Iman,
Dasar penetapan kerahasiaan data ada dalam permen ESDM no 027/2006 (kalau belum 
di update lagi)
Dalam pasal 5 ayat 2 disebutkan:
Masa kerahasiaan data dasar ditetapkan 4 tahun; data olahan 6 tahun dan data 
interpretasi 8 tahun

Permennya bisa di unduh di website ESDM.
Semoga berguna

Salam,

yudie

From: RM Iman Argakoesoemah [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, May 27, 2011 7:46 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Perusahaan Asing Mengancam Kedaulatan Indonesia?

Pak Agung,

Bisa di-elaborate maksudnya nomor (3) "Dalam hal suatu Wilayah Kerja 
dikembalikan kepada Pemerintah maka seluruh data dari Wilayah Kerja yang 
berangkutan tidak lagi diklasifikasikan sebagai Data yang bersifat rahasia"?

Apa ada penjelasannya, kalau data dasar masa kerahasiaannya Cuma 4 th sedangkan 
data interpretasi 8 tahun?

Thanks. Iman

From: Agung P. Widodo [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, May 26, 2011 4:39 PM
To: [email protected]; [email protected]; 'Indoenergy'; 'Forum HAGI'
Subject: RE: [iagi-net-l] Perusahaan Asing Mengancam Kedaulatan Indonesia?

Pak Harry Kusna;

Terima kasih atas dukungannya.

Berkenaan dengan kerahasiaan data, berikut kami aturannya  (barangkali perlu):

MASA KERAHASIAAN
Ps.5 Permen 27/2006
(1). Data Dasar, Data Olahan dan Data Interpretasi Bersifat rahasia untuk 
jangka waktu tertentu;
(2). Masa Kerahasiaan Data sebagaimana pada  ayat (1) adalah:

    *   Data Dasar ditetapkan 4 tahun
    *   Data Olahan ditetapkan 6 tahun
    *   Data Interpretasi ditetapkan 8 tahun
(3). Dalam hal suatu Wilayah Kerja dikembalikan kepada Pemerintah maka seluruh 
data dari Wilayah Kerja yang berangkutan tidak lagi diklasifikasikan sebagai 
Data yang bersifat rahasia

Aturan Data Lainnya (bisa di download dari web pnd)
UU 22/2001 TTG MIGAS(Ps 20, Ps 51(2))
PP 35/2004 TTG MIGAS(Ps 15 s/d Ps 23)
PERMEN 27/2006 TTG PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DATA
PERMEN 028/2006 TTG PEDOMAN DAN TATA CARA PELAKSANAAN SURVEI UMUM DALAM 
KEGIATAN USAHA HULU MIGAS

PND sebagai partner government dalam mengelola data, mempunyai komitmen utk 
terus menerus meningkatkan kemapuan nya dalam pengelolaan data tersebut. 
Mungkin temen2 yang di KKKS saat akses data thn 2000 (semua data paket masih 
berupa "SEKERANJANG FOTO COPY AN SEISMIC SECTION, WELL REPORT dan REPORT2 YANG 
LAIN" saat ini  semua nya  "PAKET DATA SERBA DIGITAL", tentu saja dengan usaha 
yang "berkeringat" dan terus menerus.

Ps.16 Permen 27/2006
Kontraktor melalui Badan Pelaksana Wajib menyerahkan Data hasil Eksplorasi dan 
Eksploitasi kepada PUSDATIN ESDM paling lambat 3 bulan sejak berakhirnya 
perolehan, pengolahan dan interpretasi Data (Ps 16)

(apabila pasal  ini dapat teriplementasi dengan baik , maka dapat dipastikan 
(jaminan) bahwa data akan dalam penguasaan pemerintah, tidak seperti data yang 
terdahulu .... Take time and hard effort to collect the open data after 
termination/relinquishment sometime data is not complete anymore)

Ini merupkan tantangan seluruh stakeholder data untuk saling menghargai Hak dan 
Kewajiban masing2,  sehingga tidak lagi kita "membeli data Indonesia" di negara 
tetangga.?!?

INAMETA Desktop yang saat itu kami kembangkan untuk informasi data availiblity  
....bisa kena bajak .... CD nya bisa muncul di mangga dua. Saat ini kami 
kembangkan lagi INAMETA Platinum (berbasis WEB dan GIS) yang bisa di akses  
worldwide.....tentunya masih dengan  MemberShip scheme. Salah satu kemampuannya 
bisa melihat sample data (view pdf seismic misalnya) dari belakang meja 
pengguna data dari manapun anda berada (web). silahkan yang tertarik didemokan 
hubungi saya.

Saat kami presentasi di KKKS (yng kebetulan) perusahaan asing, 
....pertanyaannya bagaimana dengan informasi2 well terbaru .....kenapa anda 
terlambat  dari pada product yang disebutkan pak Harry .....ya ini tantangan 
kita  .....untuk mengejar ketertinggalan kita ..... apalagi jika didukung 
dengan rekan2 IAGI, IATMI, HAGI ...... all Indonesia stackholder to realize it 
!!!

Salam Hangat.
Agung P. Widodo


Pak RDP

Atau perlu IAGI Luncheon Talk  khusus  "MIGA DATA MANAGEMENT DI INDONESIA , 
Saat ini dan Mendatang"

Salam
Agung P. Widodo

This  is our spirit  "DATA " (Distinctive Achievement to Trusworthy Alliances)


From: Harry Kusna [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, May 26, 2011 2:52 AM
To: [email protected]; [email protected]; Indoenergy; Forum HAGI
Subject: Re: [iagi-net-l] Perusahaan Asing Mengancam Kedaulatan Indonesia?

Pakdhe RDP menulis:
    Ini adalah buah simala kama ketika banyak orang berteriak tidak adanya 
akses data di Indonesia, kekhawatiran lain uncul .....
    Benarkah akses pada data harus dibuka ?

Saya kira, jika kita memutuskan, tetap ditutupnya data migas (secara terbatas) 
seperti sekarang, atau kalaupun nanti data tsb dibuka seperti di negara lain, 
hendaknya keputusan itu akan tetap dapat meningkatkan aktifitas migas di 
Indonesia.  Untuk itu, beberapa hal yang mungkin bisa kita pertimbangkan ant. 
lain adalah sbb:

1) Di era sekarang, kecenderungan data sebagai "open source" menjadi semakin 
gencar.  Persaingan sekarang diarahkan ke pemakaiannya, sedangkan data sendiri 
merupakan sumber yg tersedia bagi siapa saja.  Siapa yg bisa memanfaatkannya / 
menganalisanya secara baik, maka dia yg akan unggul.   Dalam pemikiran saya, 
untuk negara kita, mungkin ini akan lebih baik, karena dengan data yg terbuka, 
mudah didapat, negara kita mungkin akan menjadi semakin jelas (menarik/tidak 
menarik) bagi investor.  Tetapi dari segi pemakai (KPS), dengan terbukanya 
data, maka competitive advantage-nya akan berkurang, karena informasi yg 
tadinya hanya dia yg tahu, akan dengan mudah orang lain juga mengetahuinya.  
Tinggal kita berhitung saja, untuk kita sebagai negara, mana yg kiranya akan 
lebih menguntungkan.

2) Jika keterbukaan data disetujui, kewajiban menyerahkan data kepada 
pemerintah hendaknya tetap diberlakukan.  Bagaimanapun data migas Indonesia 
adalah milik pemerintah RI.  Dengan demikian, PND tetap punya peluang lebih 
baik dibandingkan Petroconsultant, IHS Energy, atau WoodMackenzie dalam 
berperan menjadi sumber data yg lengkap bagi investor Migas di Indonesia.  
Produk PND (Inameta) yg berisi peta lokasi yg bisa di "drill-down" 
men-display-kan informasi di lokasi tsb., tetap berpotensi besar untuk bisa 
melebihi "Probe" produk dari IHS, untuk area Indonesia.

3) Hal yang juga perlu dipertimbangkan dalam memutuskan terbuka atau 
tertutupnya data adalah kemajuan teknologi masa kini, yang dengan satu single 
key stroke saja pada komputer, data sudah bisa terkirim kemana-mana.  Jika 
hendak tetap ditutup, hendaknya perangkat hukum dan counter secara 
technologynya terus dikembangkan dan diimplementasikan.  Jika hendak dibuka,  
benefit2 yang hilang karena data jadi terbuka hendaknya juga sudah dipikirkan 
kompensasinya.  Silahkan ...

Wassalam,
Harry Kusna
________________________________
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: [email protected]; Indoenergy <[email protected]>; IAGI 
<[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>
Sent: Wed, May 25, 2011 10:10:11 AM
Subject: [iagi-net-l] Re: [Geologi UGM] Perusahaan Asing Mengancam Kedaulatan 
Indonesia?

2011/5/25 wahyu aji <[email protected]<mailto:[email protected]>>
>
> tenang pakdhe..
> ada AA yg bakal menangani
> kekekekeke
> eniwei, di tempat saya kerja skrg, yg namanya data susahnya minta ampun, 
> selain bahasa dewa yg dipake, informasi strategis di migas dilindungi 
> pemerintah sampe ke bawah dgn serius.
---

Betul sekali,
DATA di tempat lain (termasuk China tempat Mas Seno bekerja) saat ini banyak 
yang DILINDUNGI, karena dari data inilah munculnya minat untuk menguasai. China 
memang sangat ketat dengan data ini. Bahkan data yang ada di public domain 
(Metadata) juga tidak diperbolehkan di"share" Itulah sebabnya salah satu staff 
IHS (penyedia data scouting) di China sempat masuk penjara karena menjual data 
yang di Indonesia sudah public domain. (lihat kutipan beritanya dibawah)

Ini adalah buah simala kama ketika banyak orang berteriak tidak adanya akses 
data di Indonesia, kekhawatiran lain muncul .....Benarkah akses pada data harus 
dibuka ?

RDP

===
Beritanya di Aljazeera

Chinese court imprisons US citizen
Geologist Xue Feng, detained in 2007 for "betraying state secrets", loses 
appeal to get eight-year jail term overturned.
Last Modified: 18 Feb 2011 05:26 GMT
Feng's case has highlighted the risks of doing business in China for those 
holding foreign nationalities [GALLO/GETTY]

A court in Beijing has upheld the conviction of an American geologist on the 
charge of betraying state secrets.

Xue Feng was arrested in November 2007, and tried to appeal against a 
conviction that resulted in an eight-year prison sentence handed down in July 
last year.

Jon Huntsman, the US ambassador, attended the hearing on Friday, and urged the 
Chinese government to release Xue.

"We ask the Chinese government to consider an immediate humanitarian  release 
of Xue Feng," he said.

"I am extremely disappointed in the outcome when you consider that the charges 
are very questionable."

Xue, a Chinese-born US citizen working for a private firm, was first detained 
over the sale of a database on China's oil industry.

US concerns

At the time of Xue's arrest, he was working for IHS Inc., a US energy and 
engineering consulting firm . Both Xue and IHS have said they believed the 
database to be a commercially available product.

According to the Dui Hua Foundation, a rights group, it was only classified as 
a state secret after Xue had  bought it.

The US has repeatedly raised concerns over whether Xue's rights were being  
protected and whether he had access to a fair trial.

The embassy previously said that the case was not handled with the 
"transparency that would befit a nation which tells us that the rule of law is 
paramount in all judicial processes".

Barack Obama, the US president, has personally raised Xue's case with  Hu 
Jintao, his Chinese counterpart.

Xue's arrest and other cases have cast a spotlight on the dangers of doing 
business in China, especially for those born in China but who have been 
educated abroad and taken a foreign nationality.

________________________________

Keep it on screen - think before you print
________________________________

Any information in this email is confidential and legally privileged. It is 
intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed 
and others authorized to receive. If you receive this e-mail in error, please 
reply this e-mail or call +6221 2995 4777 then delete this email including any 
attachment(s) from your system since any disclosure, copying, distribution or 
taking any action in reliance on such contents is strictly prohibited. 
MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of the 
foregoing. This e-mail is from MedcoEnergi Companies (www.medcoenergi.com).

Kirim email ke