Pak Made benar sekali,.. perlu data2 lain dan perhitungan seberapa safe sumur 
bisa mempunyai open hole, tidak bisa langsung hantam dengan komentar open hole 
sepanjang itu berbahaya,… tapi ini yang banyak dituduhkan orang bahwa sumur 
Banjarpanji menyebabkan lumpur keluar karena bor ngga pakai casing, 
openhole-nya terlalu panjang!!

Contoh2 sumur dengan open hole yang panjang pada e-mail saya sebelumnya hanya 
sebagai catatan bahwa major oil companies pun mempunyai sumur dengan open hole 
yang panjang. Pandangan kebanyakan orang bahwa sumur dengan open hole yang 
panjang ‘berbahaya’ - belum tentu benar, dan diperlukan perhitungan yang 
berdasarkan data2 yang seperti pak Made uraikan.

Untuk kasus Banjarpanji, perhitungan dengan Casing Seat program (software dari 
Landmark - Halliburton) menunjukkan bahwa drilling dapat diteruskan dengan safe 
sampai kedalaman 9,400 ft.  Jadi saat berhenti pada kedalaman 9,297 ft. Masih 
dianggap safe.

Mengenai SPE paper yang pak Made sitir soal losses while drilling (SPE 74518-MS 
dan SPE 78205-MS). Dari judulnya sangat menarik – terutama yang mengenai 
Geo-Mechanics mungkin bisa membuka wawasan saya untuk mendalami apa yang 
terjadi disumur. Kalau pak Made punya soft copy, bisa dong di share lewat Japri 
boleh. Terima kasih sebelumnya

Mas Sugeng, apa kabarnya mas? Terima kasih sharing ceritanya. Pada sumur 
Banjarpanji, untuk mengantisipasi reaktif shale/claystone swelling, clay gumbo 
dan kemungkinan akan selalu runtuh, yang bisa  menyebabkan stuck drillpipe, 
maka diputuskan untuk memakai synthetic oil based mud dan ada contingency plan 
set 11-3/4” casing bila diperlukan.  Rencananya juga akan set casing setelah 10 
ft. masuk didalam karbonat. Tapi kabonat yang diperkirakan tidak/belum 
ditembus, calcimetry dan ROP tidak ada perubahan, tahu2 loss. Kami pikir sudah 
masuk karbonat tanpa melalui “hard pan” diatas karbonat seperti sumur Porong-1, 
ternyata timing loss hampir bersamaan dengan gempa.

Sekalian saya mau jawab pak Agus Sudarsana dan pak Leo mengenai timing. 
Kejadian loss yang kami paparkan di paper Sawolo et.al, bukan berdasarkan 
laporan tertulis driller, tapi hasil scan ‘real time chart’ yang di-record 
computer yang ada di mud logging unit. Soal waktunya yang dikomputer mereka, 
saya ngga tahu apakan waktunya dikalibrasi dengan GMT atau disesuaikan dengan 
waktu dijam tangan yang bisa berubah2 seperti kata kang Shofi.

Wass.w.,
Bambang

From: Made Sulitra [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, June 10, 2011 7:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi ?

Mas Bambang,
Analogy anda dibawah terlalu general mas!
Sebaiknya dilakukan dengan Technical Approach mas!, seperti dengan cara melihat 
Local geo-pressure regime, Sub-basin reservoir model vs. Most likely 
PP(Pore-pressure) & FG (Fract Gradient minimum rock stress) plot, etc!

Made
----- Original Message -----
From: Bambang P. Istadi<mailto:[email protected]>
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Sent: Thursday, June 09, 2011 1:48 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi ?


Pak Yogi,..



Saya mau jawab penasaran bapak,.. "-masih agak penasaran ada openhole vertikal 
2800m-"



Saya koreksi Banjarpanji 1,742m bukan 2,800m. Dibawah beberapa contoh sumur 
dengan openhole panjang



Jeruk-1           Santos      Selat Madura      5,951 ft

Jeruk-2           Santos      Selat Madura      6,782 ft

YY-1              Premier     Natuna            6,300 ft

Sumur2 Dalam      Total       Kalimantan        > 6,000 ft

Sumur2 Arun       Mobil       Aceh              > 7,500 ft
Banjar Panji-1    Lapindo     Jawa Timur       5,717 ft



Dari 4 cluster di Arun, lihat deh sumur2 vertikalnya, berapa panjang openhole 
tanpa casing?? Yang diperhitungkan kick tolerance bukan berapa panjang 
openhole. Kalau di GOM dan North Sea openhole panjang banyak. Beberapa contoh 
di North Sea:



West Lulu-4       Maersk Oil  North Sea   7,562 ft

West Lulu-3       Maersk Oil  North Sea   7,526 ft

West Lulu-2       Maersk Oil  North Sea   7,778 ft'

West Lulu-1       Maersk Oil  North Sea   7,392 ft

W-1X              Chevron     North Sea   7,693 ft

V-1X              Chevron     North Sea   6,913 ft

RAVN-2            Amoco       North Sea   7,894 ft

RAVN-1            Amoco       North Sea   8,067 ft

Q-1X              Gulf        North Sea   6,247 ft

OLAF-1            Chevron     North Sea   7,208 ft

NORA-1            Chevron     North Sea   7,009 ft

MONA-1            Chevron     North Sea   7,102 ft

LULITA-1XC        Maersk Oil  North Sea   7,414 ft

LONE-1            Chevron     North Sea   7,291 ft

JENS-1            Chevron     North Sea   5,723 ft

LIVA-1            Chevron     North Sea   7,793 ft

KIM-1             Chevron     North Sea   8,750 ft

KARL-1            Chevron     North Sea   9,626 ft

ISAK-1            Danop       North Sea   7,359 ft

I-1X              Gulf        North Sea   6,846 ft

GERT-2            Chevron     North Sea   8,830 ft

GERT-1            Chevron     North Sea   8,742 ft

FALK-1            Amoco       North Sea   7,447 ft

FELICIA-1         Statoil     North Sea   8,461 ft

ELLY-2            Maersk Oil  North Sea   7,317 ft

ELLY-1            Chevron     North Sea   6,784 ft

ELIN-1            Chevron     North Sea   7,070 ft

EDNA-1            Chevron     North Sea   5,768 ft

EG-1              Agip DenmarkNorth Sea   7,949 ft

DIAMANT-1         Philipis    North Sea   6,943 ft

CLEO-1            Chevron     North Sea   6,811 ft





Wass.w.w.

Bambang





-----Original Message-----
From: yogi priyadi [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, June 08, 2011 4:56 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi ?



Pak Samodro,



Sebenernya baik teori dipicu gempa maupun dipicu pemboran atau

dua-duanya, ujung2-nya cuma pendekatan saja...seperti asumsi diatas

asumsi (seperti kata Om Danny) karena yang dibicarakan adalah kondisi

bawah permukaan yg tidak kasat mata hehe....



kalo mau agak "real"...ya harus dilakukan akuisisi seismik 3D Hi-Res

(ide lama sebenernya)....ntar bisa dimodelkan itu struktur-nya,

sekalian bisa dihitung volume mud-nya....cuma ya siapa yang mau

sponsorin? :)



-masih agak penasaran ada openhole vertikal 2800m-



rgds,

YP



2011/6/6 kartiko samodro <[email protected]>:

> LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi ?

>

>

>

>



________________________________

“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

________________________________
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

Kirim email ke