Timing loss yg hampir bersamaan dg gempa (Yogya), dan loss tadi yg
menyebabkan terjadinya problem2 berikutnya dan akhirnya lahirlah Lusi.
Seandainya saat itu casing sudah terpasang di interval open hole diatas
terjadinya loss tadi, maka problem2 berikutnya kemungkinnan besar tidak akan
terjadi, atau problem2 berikutnya bisa lebih dengan mudah utk diatasi.  Jadi
gara2 belum terpasangnya casing di formasi Kalibeng yg lunak , panas &
bertekanan tinggi itulah sebagai penyebab kenapa problem2 yg lebih
parah sulit diatasi ... sampai akhirnya lahirlah si Lusi tersayang ...

wass,
nyoto




2011/6/14 Bambang P. Istadi <[email protected]>

>  Pak Made benar sekali,.. perlu data2 lain dan perhitungan seberapa safe
> sumur bisa mempunyai open hole, tidak bisa langsung hantam dengan komentar
> open hole sepanjang itu berbahaya,… tapi ini yang banyak dituduhkan orang
> bahwa sumur Banjarpanji menyebabkan lumpur keluar karena bor ngga pakai
> casing, openhole-nya terlalu panjang!!
>
>
>
> Contoh2 sumur dengan open hole yang panjang pada e-mail saya sebelumnya
> hanya sebagai catatan bahwa major oil companies pun mempunyai sumur dengan
> open hole yang panjang. Pandangan kebanyakan orang bahwa sumur dengan open
> hole yang panjang ‘berbahaya’ - belum tentu benar, dan diperlukan
> perhitungan yang berdasarkan data2 yang seperti pak Made uraikan.
>
>
>
> Untuk kasus Banjarpanji, perhitungan dengan Casing Seat program (software
> dari Landmark - Halliburton) menunjukkan bahwa drilling dapat diteruskan
> dengan safe sampai kedalaman 9,400 ft.  Jadi saat berhenti pada kedalaman
> 9,297 ft. Masih dianggap safe.
>
>
>
> Mengenai SPE paper yang pak Made sitir soal losses while drilling (SPE
> 74518-MS dan SPE 78205-MS). Dari judulnya sangat menarik – terutama yang
> mengenai Geo-Mechanics mungkin bisa membuka wawasan saya untuk mendalami apa
> yang terjadi disumur. Kalau pak Made punya soft copy, bisa dong di share
> lewat Japri boleh. Terima kasih sebelumnya
>
>
>
> Mas Sugeng, apa kabarnya mas? Terima kasih sharing ceritanya. Pada sumur
> Banjarpanji, untuk mengantisipasi reaktif shale/claystone swelling, clay
> gumbo dan kemungkinan akan selalu runtuh, yang bisa  menyebabkan stuck
> drillpipe, maka diputuskan untuk memakai synthetic oil based mud dan ada
> contingency plan set 11-3/4” casing bila diperlukan.  Rencananya juga akan
> set casing setelah 10 ft. masuk didalam karbonat. Tapi kabonat yang
> diperkirakan tidak/belum ditembus, calcimetry dan ROP tidak ada perubahan,
> tahu2 loss. Kami pikir sudah masuk karbonat tanpa melalui “hard pan” diatas
> karbonat seperti sumur Porong-1, ternyata timing loss hampir bersamaan
> dengan gempa.
>
>
>
> Sekalian saya mau jawab pak Agus Sudarsana dan pak Leo mengenai timing.
> Kejadian loss yang kami paparkan di paper Sawolo et.al, bukan berdasarkan
> laporan tertulis driller, tapi hasil scan ‘real time chart’ yang di-record
> computer yang ada di mud logging unit. Soal waktunya yang dikomputer mereka,
> saya ngga tahu apakan waktunya dikalibrasi dengan GMT atau disesuaikan
> dengan waktu dijam tangan yang bisa berubah2 seperti kata kang Shofi.
>
>
>
> Wass.w.,
>
> Bambang
>
>
>
> *From:* Made Sulitra [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Friday, June 10, 2011 7:40 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran
> erupsi ?
>
>
>
> Mas Bambang,
>
> Analogy anda dibawah terlalu general mas!
>
> Sebaiknya dilakukan dengan Technical Approach mas!, seperti dengan cara
> melihat Local geo-pressure regime, Sub-basin reservoir model vs. Most likely
> PP(Pore-pressure) & FG (Fract Gradient minimum rock stress) plot, etc!
>
>
>
> Made
>
>  ----- Original Message -----
>
> *From:* Bambang P. Istadi <[email protected]>
>
> *To:* [email protected]
>
> *Sent:* Thursday, June 09, 2011 1:48 PM
>
> *Subject:* RE: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran
> erupsi ?
>
>
>
> Pak Yogi,..
>
>
>
> Saya mau jawab penasaran bapak,.. "-masih agak penasaran ada openhole
> vertikal 2800m-"
>
>
>
> Saya koreksi Banjarpanji 1,742m bukan 2,800m. Dibawah beberapa contoh sumur
> dengan openhole panjang
>
>
>
> Jeruk-1           Santos      Selat Madura      5,951 ft
>
> Jeruk-2           Santos      Selat Madura      6,782 ft
>
> YY-1              Premier     Natuna            6,300 ft
>
> Sumur2 Dalam      Total       Kalimantan        > 6,000 ft
>
> Sumur2 Arun       Mobil       Aceh              > 7,500 ft
>
> Banjar Panji-1    Lapindo     Jawa Timur       5,717 ft
>
>
>
> Dari 4 cluster di Arun, lihat deh sumur2 vertikalnya, berapa panjang
> openhole tanpa casing?? Yang diperhitungkan kick tolerance bukan berapa
> panjang openhole. Kalau di GOM dan North Sea openhole panjang banyak.
> Beberapa contoh di North Sea:
>
>
>
> West Lulu-4       Maersk Oil  North Sea   7,562 ft
>
> West Lulu-3       Maersk Oil  North Sea   7,526 ft
>
> West Lulu-2       Maersk Oil  North Sea   7,778 ft'
>
> West Lulu-1       Maersk Oil  North Sea   7,392 ft
>
> W-1X              Chevron     North Sea   7,693 ft
>
> V-1X              Chevron     North Sea   6,913 ft
>
> RAVN-2            Amoco       North Sea   7,894 ft
>
> RAVN-1            Amoco       North Sea   8,067 ft
>
> Q-1X              Gulf        North Sea   6,247 ft
>
> OLAF-1            Chevron     North Sea   7,208 ft
>
> NORA-1            Chevron     North Sea   7,009 ft
>
> MONA-1            Chevron     North Sea   7,102 ft
>
> LULITA-1XC        Maersk Oil  North Sea   7,414 ft
>
> LONE-1            Chevron     North Sea   7,291 ft
>
> JENS-1            Chevron     North Sea   5,723 ft
>
> LIVA-1            Chevron     North Sea   7,793 ft
>
> KIM-1             Chevron     North Sea   8,750 ft
>
> KARL-1            Chevron     North Sea   9,626 ft
>
> ISAK-1            Danop       North Sea   7,359 ft
>
> I-1X              Gulf        North Sea   6,846 ft
>
> GERT-2            Chevron     North Sea   8,830 ft
>
> GERT-1            Chevron     North Sea   8,742 ft
>
> FALK-1            Amoco       North Sea   7,447 ft
>
> FELICIA-1         Statoil     North Sea   8,461 ft
>
> ELLY-2            Maersk Oil  North Sea   7,317 ft
>
> ELLY-1            Chevron     North Sea   6,784 ft
>
> ELIN-1            Chevron     North Sea   7,070 ft
>
> EDNA-1            Chevron     North Sea   5,768 ft
>
> EG-1              Agip DenmarkNorth Sea   7,949 ft
>
> DIAMANT-1         Philipis    North Sea   6,943 ft
>
> CLEO-1            Chevron     North Sea   6,811 ft
>
>
>
>
>
> Wass.w.w.
>
> Bambang
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: yogi priyadi [mailto:[email protected]]
> Sent: Wednesday, June 08, 2011 4:56 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi
> ?
>
>
>
> Pak Samodro,
>
>
>
> Sebenernya baik teori dipicu gempa maupun dipicu pemboran atau
>
> dua-duanya, ujung2-nya cuma pendekatan saja...seperti asumsi diatas
>
> asumsi (seperti kata Om Danny) karena yang dibicarakan adalah kondisi
>
> bawah permukaan yg tidak kasat mata hehe....
>
>
>
> kalo mau agak "real"...ya harus dilakukan akuisisi seismik 3D Hi-Res
>
> (ide lama sebenernya)....ntar bisa dimodelkan itu struktur-nya,
>
> sekalian bisa dihitung volume mud-nya....cuma ya siapa yang mau
>
> sponsorin? :)
>
>
>
> -masih agak penasaran ada openhole vertikal 2800m-
>
>
>
> rgds,
>
> YP
>
>
>
> 2011/6/6 kartiko samodro <[email protected]>:
>
> > LUSI : Pengaruh fault terhadap penyebaran erupsi ?
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
>
>  ------------------------------
>
> *“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> email.*
>
>  ------------------------------
>
> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
>
>

Kirim email ke