Untuk yg Internasional mungkin bisa berkolaborasi dg organisasi dari negara
negara lain shg ada kesinambungan/kontinyuitas , misalnya tiap 3 tahun sekali {
setiap Kepengurusan IAGI ada satu kali pertemuan Internasionalnya dan 3 kali
PIT }
Kalau di komunitas Geothermal ada namanya PIT untuk Indonesia banget setiap
tahun , dan ada namanya World Geothermal Congress setiap 5 tahun, kebetulan
tahun 2010 kemarin di Bali dg API sbg penyelenggaranya , ada lebih 1100 makalah
yg masuk dari semua aspek Geothermal dari penjuru dunia dg 2500 an lebih
peserta dari lebih 80 Negara dan dari penyelenggaraan tsb ternyata bisa
mendapatkan keuntungan yg lumayan besar, dengan biaya pendaftaran mulai 150
dollar tergantung negaranya , negara yg maju lebih mahal untuk ngikuti kofrensi
tsb. diselenggarakan selama 4 hari di hotel Westin Nusa Dua Bali yg dibuka oleh
2 Presiden { RI dan Iceland }
Kalau untuk PIT biasanya biayanya dibedakan untuk Kampeni , untuk Pegneg ,
untuk Mhs itupun tdk lebih 500 ribu , biaya yg lain cari dari sponsor
Salam
Ismail
( Mantan Sekjen API 2 pereode 2004 ~ 2011 }
Sent by Liamsi's Mobile Phone
-----Original Message-----
From: Deni <[email protected]>
Date: Sat, 1 Oct 2011 22:01:35
To: <[email protected]><[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
HAGI (?)
Ada usulan dari saya mungkin yang bisa kita lakukan untuk mengakomodir 2
kepentingan dalam melaksanakan PIT2 kedepan yaitu :
1. Setiap PIT IAGI akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu international dan
national.
2. Bahasa pengantar di international wajib menggunakan bahasa inggris sementara
di nasional dibebaskan atau diwajibkan berbahasa indonesia (dasar UU bahasa)
3. Pengiriman makalah akan diberikan pilihan berdasarkan point kedua
4. Untuk international akan diusahakan mengundang lebih banyak chair person
maupun reviewer dari negara lain (alhamdullilah di JCM 2011 sudah mulai
dilakukan walaupun kurang banyak :) )
5. Invited paper akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas
makalah.
6. Menjaga, mempertahankan dan menambah networking yang sudah dibangun oleh
panitia JCM 2011, terutama di sponsor dan technical karena saling terkait
antara dana dan peningkatan kualitas.
Deni Rahayu
Sent from my iPad
On Oct 1, 2011, at 9:15 AM, [email protected] wrote:
> Nanti kalo bhs Indonesia terus bukannya malah susah baca literatur
>
> Dg segala hormat saya pada DR K, tapi menurut saya pemakaian bhs Inggris
> dalam pertemuan ilmiah sangat di perlukan, hal ini di ilhami Mecca buat ilmu
> Geology itu masih dari Negara yg berbahasa Inggris, kedua untuk memudahkan
> rekan2 Geoscientist go International
>
> Kalo kurang jelas kan bisa diskusi si luar ruangan malah bisa saling kenal dsb
>
> So buat kita semua, pemakaian Inggris ini bukan buat sok sok an tapi kayaknya
> nuture nya kalo geoscientist memang begitu. Ntar kalo baca Juornal dsb yg
> Notabene banyak terbitan luar dan bermutu maka kita keteter lagi
>
> Salam
> Avi NPA 0666
> Pengagung DR K dari awal meskipun alumnus UGM
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: Chairul Nas <[email protected]>
> Date: Sat, 1 Oct 2011 09:36:10 +0800 (SGT)
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Prof. Koesoemadinata yth:
> Sudah sedemikian seniornya Bapak masih sangat peduli kepada IAGI. Hal ini
> memberikan semangat kepada kami-kami yang jauh lebih yunior ini walaupun usia
> sudah lebih 60. Mungkin, karena Bapak pernah menjadi Ketua Umum IAGI.
> Saya pribadi sangat setuju 100% dengan usul Bapak tsb. Karena beberapa kali
> PIT IAGI saya perhatikan, presentasi makalah orang Indonesia yang disampaikan
> dalam bahasa Inggris kelihatannya seperti ajang latihan. Jadinya kurang
> menggigit dan kurang improvisasi, dan akibatnya kurang menarik. Diskusipun
> saya lihat sangat kurang berkembang, sementara diskusi pada forum-forum
> seperti ini sangatlah penting untuk menguji keandalan dan kesahihan informasi
> atau metoda yang disajikan.
> Sekali lagi saya sangat setuju Pak.
> Wassalam,
> Chairul Nas
> mantan murid Pak RPK.
>
> --- Pada Jum, 30/9/11, R.P.Koesoemadinata <[email protected]> menulis:
>
> Dari: R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
> Judul: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 30 September, 2011, 10:14 PM
>
> Kalau saya boleh usul mengenai pengantar untuk Perrtemuan Ilmiah, saya kira
> jalan keluarnya adalah IAGI menyelenggarakan 2 jenis pertemuan.
>
> 1. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang sudah dirintis dari semula berbahasa
> Indonesia sepenunya yang sifatnya Nasional dan dilakukan setiap tahun. Entah
> bagaimana menjadi sekarang kok namanya IAGI Convention. Jadi kita kembali ke
> khittah tahun 60-70-an dan menghargai bahasa Indonesia sebagai pengantar
>
> 2. IAGI International Conference and Exhibition yang sifatnya betul-betul
> international. Conference ini pada mulanya tidak perlu diselenggarakan tiap
> tahun, mungkin saja 5 tahun sekali, atau 2 tahun sekali, sepenuhnya dalam
> bahasa Inggris.
>
> Ini dilakukan AAPG tiap tahun, ada yang National Convention yang
> diselenggarakan di Amerika Utara dan international Conference and Exhibition
> yang diselenggarakan di luar Amerika. Hanya saja kalau di AAPG semuanya
> menggunakan pengantar bahasa yang sama.
>
> Juga dalam kenyataannya dalam penilaian makalah untuk "kum" di instansi
> pemerintahan dan perguruan tinggi nasional (untuk naik pangkat), nilai naskah
> yang dipublikasikan/ dipresentasikan di forum IAGI saya kira masih
> dikategorikan sebagai makalah yang diterbitkan dalam negeri yang lebih
> rendahnya nilai kum-nya daripada makalah yang diterbitkan/dipresentasikan di
> forum International (khususnya di luar negeri. . Di lain pihak makalah yang
> dipresentasikan di IPA dikategorikan sebagai makalah yang dipresentasikan di
> forum International, sehingga nilai 'kum"-nya lebih tinggi.
> Karena ada 2 kategori makalah ini, maka sebaiknya IAGI membuat 2 kategori
> pertemuan ilmiah juga sebagai mana diusulkan di atas ini. Untuk itu IAGI
> berkecil hati kalau begitu penilaian pemerintah.Saya kira di banyak negara
> yang tidak berbahasa Inggris melakukan hal yang sama, seperti di Perancis,
> Cina, Jepang dan sebagainya.
>
> (Biarkanlah kita berkiprah di LIGA Indonesia dulu atau di AFF (GeoSEA), baru
> nanti kita maju di Piala Dunia).
> Wassalam
> RPK
>
> ----- Original Message -----
> From: [email protected]
> To: [email protected]
> Sent: Friday, September 30, 2011 6:16 PM
> Subject: Fw: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Maaf tak sengaja terkirim dan saya tulis ulang sbb:
>
> Benar Mas Syaiful dan rekan-rekan lainnya,
>
> Ini merupakan tantangan bagi pengurus baru untuk bagaimana sinergi membumikan
> G&G di Indonesia dan memasyarakatkan potensi sumber daya manusia Indonesia
> dalam persaingan global. Saya percaya pengurus baru mampu merealisasikan
> semuanya dengan partisipasi aktif kita semua.
>
> Salam akhir pekan IAGI
>
>
> TAM
> NPA : 3005
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: [email protected]
> Date: Fri, 30 Sep 2011 11:12:59 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Benar Mas Syaiful dan rekan-rekan lainnya,
>
> Ini merupakan tantangan bagi pengurus baru untuk bagaimana sinergi membumikan
> G&G di Indonesia dan memasyarakatkan potensi sumber daya manusia Indonesia
> dalam persaingan global. Saya per
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: [email protected]
> Date: Fri, 30 Sep 2011 09:54:50 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Saya kira pak Awang dan kawan2 lainnya bukan memasalahkan "malu" untuk
> berbahasa Indonesia.
>
> Banyak makalah dituliskan oleh geolog Cina di AAPG Bulletin, hampir setiap
> dua bulan sekali; tentu saja dituliskan di dalam Bahasa Inggris yang benar.
> Kita jarang punya makalah di buletin tersebut.
>
> Salam,
> Syaiful
> * IAGI NPA 1646
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: [email protected]
> Date: Fri, 30 Sep 2011 06:36:11 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Tidak usah malu menggunakan bahasa Indonesia apalagi kalau yg hadir lebih
> banyak orang Indonesia (100%) namun bagaimana caranya kita bisa menguasai
> dunia seperti Jepang dan Cina bisakah? Ataukah harus dan wajib pakai bahasa
> inggris dulu untuk meraih itu karena tidak PeDe dengan bahasa kita yaitu
> Bahasa Indonesia.
>
>
> Salam
> Dudy
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: [email protected]
> Date: Fri, 30 Sep 2011 03:49:18 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Ingin cerita juga deh.
>
> Di JCM kemarin, kebetulan saya menjadi pemain pengganti untuk session chair
> di ruangan kedua (Acacia 2) pada hari kedua (Rabu) sesi terakhir. Presentasi
> pertama diantarkan oleh pasangan saya dalam Bahasa Indonesia dan
> dipresentasikan oleh pemakalah di dalam Bahasa Indonesia juga (hanya judul
> presentasi yang Bahasa Inggris, isinya semuanya Bahasa Indonesia; tertipu
> deh).
>
> Presentasi kedua, langsung saya sampaikan pengantar berbahasa Inggris. Masih
> lumayan, presentasi di dalam Bahasa Indonesia, tetapi matei slide Bahasa
> Inggris. Tanya-jawab juga saya pandu du dalam Bahasa Inggris. Lha, lucunya
> tanya-jawab sendiri di dalam Bahasa Indonesia.
>
> Presentasi ketiga, pasangan saya berubah dengan memimpin berbahasa Inggris.
>
> Memang sulit, tetapi haris dicoba tanpa kenal lelah dan tanpa malu.
>
> Salam dari Makassar,
> Syaiful
> * siap2 pulang ke ibukota
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: Awang Harun Satyana <[email protected]>
> Date: Fri, 30 Sep 2011 10:32:45 +0700
> To: '[email protected]'<[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: RE: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Pak Udrekh,
>
> Saya hadir di presentasi Pak Udrekh kemarin tentang gas hidrat, suatu
> presentasi yang baik yang tetap disampaikan dalam bahasa Inggris, sekalipun
> tak ada satu pun kawan expat di situ. Ini juga suatu komitmen seperti yang
> Pak Udrekh tulis di bawah. Tentu terasa aneh, berbahasa Inggris padahal tak
> ada orang expat di situ; tetapi sekali komitmen ya tetap komitmen. Dan
> kebetulan juga chairpersons di tempat Pak Udrekh presentasi juga berkomitmen
> berbahasa Inggris. Presentasi2 awal saya (sekitar 20 tahun yl) dalam bahasa
> Inggris pun saya lakukan dengan cara menghafal. Untuk setiap slide saya tulis
> dulu kalimat2nya dan saya hafalkan dan diulangi berkali2 berminggu2 sebelum
> hari H pertemuan terjadi. Itu adalah suatu usaha juga untuk mencoba
> berkomitmen.
>
> Analisis Pak Udrekh ada benarnya, tetapi seorang lulusan S1 paling tidak
> telah berhubungan dengan bahasa Inggris minimal 11 tahun (3 th SMP + 3 th SMS
> + 5 tahun PT), suatu perioda waktu yang cukup lama untuk dapat menguasai
> suatu bahasa asing secara lisan maupun tulisan dengan baik. Maka, mestinya
> mereka telah mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris, tak ada
> hambatan untuk menerima pesan yang disampaikan dan tetap antusias bertanya
> meskipun dalam bahasa Inggris. Bila mereka masih kurang percaya diri untuk
> berbahasa Inggris, barangkali metode pengajaran bahasa asing di sekolah2 kita
> yang perlu dilihat lagi. Para murid sekolah/mahasiswa perlu lebih banyak
> diarahkan untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris saat mereka
> mempresentasikan tugas2nya, juga belajar berdebat dalam bahasa Inggris.
>
> Jangan kita dan generasi muda kita menjadi orang yang gagap berbahasa
> Indonesia dengan baik dan benar, juga tak percaya diri dalam berbahasa
> Inggris....
>
> Salam,
> Awang
>
> From: Udrekh [mailto:[email protected]]
> Sent: 30 September 2011 10:04
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris di PIT IAGI &
> HAGI (?)
>
> Kemaren saya menuliskan komentar yang sama pak, berharap ada komitmen untuk
> mengharuskan abstrak dan presentasi berbahasa Inggris. Saya melihat ada 2 hal
> yang mungkin menjadi bahan pertimbangan mengapa berbahasa Inggris menjadi
> sulit.
>
> 1. Aspek serapan. Walau kita bisa berbahasa Inggris, tapi ada perasaa bahwa
> jika disampaikan dalam bahasa Indonesia, pesannya akan lebih mudah dipahami.
> Bagaimanapun juga, kesuksesan sebuah forum ilmiah juga sangat dipengharuhi
> oleh seberapa jauh berbagi informasi tersebut dapat diserap pendengar dan
> menimbulkan diskusi yang berkwalitas. Jika tidak ada orang asing yang hadir,
> berbahasa Inggris jadi seperti mengorbankan efektifitas penyerapan sebuah
> presentasi.
>
> 2. Aspek penerimaan peserta. Saat dibatasi dengan bahasa Inggris, mungkin
> akan mengurangi antusias teman2 yang merasa memiliki keterbatasan bahasa,
> enggan untuk berpartisipasi.
>
> Tapi, saya setuju dengan usulan pak Awang. Kalau bisa, ada komitmen dan
> ketegasan bahwa kita mengadakan konverensi kelas internasional, sehingga
> konsekwensinya abstrak dan slide presentasi harus berbahasa Inggris, dan
> disampaikan dalam bahasa Inggris. Di Jepang, teman2 ilmuwan juga memiliki
> kendala yang sama. Mereka biasanya bisa membuat paper dengan bahasa Inggris
> yang baik, tapi tidak bisa presentasi bahasa Inggris. Dalam beberapa kegiatan
> yang saya ikuti, kendala terbesar adalah saat tanya jawab. Akhirnya,
> presentasi tetap diwajibkan dalam bahasa Inggris, akan tetapi saat tanya
> jawab, boleh berbahasa jepang.
> Mereka akhirnya menghafal apa yang akan disampaikan saat presentasi. Sehingga
> semua orang asal mau menghafal, tetap bisa melakukan presentasi dalam bahasa
> Inggris.
>
>
> 2011/9/30 Awang Satyana <[email protected]>
> JCM 2011 baru saja usai. Secara umum, pertemuan gabungan HAGI dan IAGI di
> Makassar ini berjalan lancar dan meriah. Selamat kepada Pak Dicky Rahmadi dan
> seluruh jajarannya, Panitia JCM 2011.
>
>
> --
> Udrekh
> Marine Geoscientist
> Nusantara Earth Observation Network
> The Agency for The Assessment and Application Of Technology (BPPT)
> BPPT 1th Building 20th floor
> M.H. Thamrin no. 8
> Jakarta 10340
> Indonesia
> Phone : 62-21-3168908