Sebagai ekspat yg berkiprah di negara asing, sudah lama saya tidak 
berpartisipasi aktif di JCM IAGI-HAGI. Salahsatu kendalanya adalah tidak adanya 
support dari supervisor saya, yg menganggap JCM tersebut adalah kegiatan 
berskala lokal saja, wong presentasinya saja dlm bahasa lokal. Ini menyulitkan 
saya utk menjustifikasi keinginan utk ikut serta. Apa boleh buat, begitulah 
anggapan sebagian (besar) orang asing mengenai JCM kita tercinta

Salam,
Prianggito

Sent from my iPhone


On 30/09/2011, at 14:05, Awang Satyana <[email protected]> wrote:

> JCM 2011 baru saja usai. Secara umum, pertemuan gabungan HAGI dan IAGI di 
> Makassar ini berjalan lancar dan meriah. Selamat kepada Pak Dicky Rahmadi dan 
> seluruh jajarannya, Panitia JCM 2011.
> 
> Pemandangan yang berbeda kali ini adalah keterlibatan beberapa teman 
> ex-patriate sebagai chair persons memandu jalannya presentasi teknis. Ini tak 
> lain dari keinginan agar pertemuan ini bersifat lebih internasional. Untuk 
> itu, Panitia telah meminta bantuan beberapa aktivis IPA untuk mencari teman2 
> ex-pat yang mau bergabung sebagai chair persons di JCM 2011. Usaha ini cukup 
> berhasil, lumayan ada teman2 ex-pat hilir mudik di kemeriahan JCM 2011 baik 
> sebagai penonton maupun chair persons.
> 
> Panitia pun memberikan catatan untuk mendorong setiap presentasi dilakukan 
> dalam bahasa Inggris, untuk lebih menjadikan pertemuan IAGI dan HAGI ke arah 
> internasional dan bisa dijadikan referensi yang seimbang dengan pertemuan2 
> internasional lainnya yang dilakukan di Indonesia, seperti IPA misalnya.
> 
> Tetapi, dalam pengamatan saya, usaha ini gagal, begitu juga dalam 
> pertemuan-pertemuan tahun2 sebelumnya. Para presenter, sekalipun mereka bisa 
> berbahasa Inggris, dan tak sedikit yang levelnya sudah S2 atau S3, bahkan 
> lulusan dari perguruan-perguruan tinggi di luar negeri; mereka tetap 
> berbahasa Indonesia meskipun diminta chair person-nya berpresentasi dalam 
> bahasa Inggris. Saat beberapa teman ex-pat menjadi chair persons-nya, dan 
> tentu saja mereka berbahasa Inggris serta meminta agar presentasi dalam 
> bahasa Inggris, presenter2 ini tetap berbahasa Indonesia dengan alasan bahwa 
> sebagian besar penonton di ruangan adalah orang2 Indonesia (tentu saja, kan 
> ini bukan di LN, he2...).
> 
> Kewajiban berbahasa Indonesia dan keinginan menjadikan pertemuan2 IAGI & HAGI 
> bersifat internasional dengan cara presentasi  menggunakan bahasa Inggris 
> adalah sebuah dilema sejak dulu. Sepengatamatan saya, usaha ini, yaitu 
> meminta para presenter berbahasa Inggris, pada setiap PIT setiap tahun selalu 
> tidak berhasil. Chair persons, meskipun merupakan bagian yang diminta secara 
> khusus untuk mendorong presentasi & diskusi di ruangannya dalam bahasa 
> Inggris, bahkan juga yang berbahasa Indonesia. 
> 
> Dalam JCM kemarin, kehadiran kawan2 ex-pat2 baik sebagai penonton maupun 
> chair persons bertujuan agar mereka bisa bercerita kepada sesama ex-pat bahwa 
> pertemuan HAGI & IAGI layak untuk dikunjungi dan paper2-nya layak untuk diacu 
> karena berbahasa Inggris, misalnya. Tetapi usaha ini kelihatannya tak 
> berhasil; mereka bahkan bisa bercerita sebaliknya.
> 
> Menginternasionalkan PIT IAGI & HAGI bukan suatu hal yang berlebihan atau 
> terlarang, apalagi semua hal sekarang mengalami globalisasi. Salah satu 
> program Pak Sri Widyantoro, presiden terpilih HAGI untuk masa kepengurusan 
> selanjutnya, adalah juga menginternasionalkan HAGI. Maka, yang harus dibenahi 
> a.l. adalah PIT-PIT-nya. 
> 
> Saya yakin, baik chair person, presenter, maupun penonton di ruangan 
> presentasi mampu berbahasa Inggris. Berbahasa Inggris tidak sama dengan 
> menjadikan bahasa Indonesia kelas 2. Ini hanyalah jalan dalam usaha membuat 
> PIT IAGI & HAGI lebih bersifat internasional, yang layak diacu, baik 
> presentasinya maupun makalah2nya. 
> 
> Tak banyak dari oil companies yang mengirim staf-stafnya untuk mengikuti PIT 
> IAGI dan HAGI; kecuali dari perusahaan2 minyak nasional; salah satu 
> penyebabnya adalah image bahwa PIT IAGI & HAGI adalah pertemuan2 yang 
> sepenuhnya berbahasa Indonesia; meskipun yang akan hadir adalah orang2 
> Indonesia, toh mereka tak disetujui untuk hadir saat mengajukan ke atasan2nya 
> (yang mungkin ex-pat).
> 
> Sungguh merupakan suatu dilema, apalagi sekarang ada UU tentang kewajiban 
> berbahasa nasional; semoga bisa kita pikirkan bersama bagaimana sebaiknya. 
> Berbahasa Inggris dalam presentasi di PIT IAGI & HAGI tentu saja bukan 
> gaya-gayaan. 
> 
> Di luar semua itu, penguasaan bahasa Inggris adalah mutlak, baik secara lisan 
> maupun tulisan. Dan sebagai orang Indonesia, kita juga wajib terus membina 
> bahasa Indonesia kita.
> 
> salam,
> Awang
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> 
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
> email to: [email protected]
> 
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall 
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or 
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of 
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke