Apakah dalam acara pemboran ini tidak ada alat seperti "endoscope" yang dipakai 
di ilmu kedokteran, yaiut kamera kecil (dan pencahayaannya) yang digantung pada 
kabel serat optik dan dimasukkan ke dalam lubang bor. Begitu ada gejala ruangan 
kososng(circulation loss, core loss dsb), langsung bisa di lihat di monitor. 
Saya pernah lihat ini entah di Discovery Channel atau di National Geographic 
(atau mungkin di film Indiana Jones?). Saya pikir alat ini dapat dibuat lokal 
(mungkin Pak Andri dari Geologi ITB juga bisa)
Wassalam
RPK
  ----- Original Message ----- 
  From: Andang Bachtiar 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, February 09, 2012 8:40 AM
  Subject: RE: [iagi-net-l] Gn Padang Coring


  Seperti juga prosedur2 yang jamak diterapkan di eksplorasi migas, mineral, 
airtanah, dan sejenisnya, tentu saja pemboran dilakukan setelah data2 geologi 
permukaan dan geofisika bawah permukaan diakuisisi, diinterpretasi dan 
disintesakan (sehingga ketemu prospek area dan rencana lokasi pemboran). 
Geolistrik dengan berbagai konfigurasi dan spread baik 2D maupun 3D, GPR 
berbagai frekwensi, dan juga Geomagnet survey telah dilakukan di bulan2 sebelum 
pemboran tersebut. Dari berbagai data itulah kami melihat anomali2 yang salah 
satunya berupa "geometri ruang" dengan anomaly radar, resistivity dan 
kemagnetan yang konsisten berulang, sehingga kamipun menentukan 4 rencana 
lokasi pemboran untuk membuktikan berbagai hal terkait dengan anomali2 
tersebut. Setelah pemboran 2 lubang tersebut, kami putuskan untuk berhenti 
dulu, menganalisis semua data, sample, dan menunggu hasil analisis lab, untuk 
nantinya dituntaskan pada 2 pemboran berikutnya.

  Mohon maaf kepada kawan2 di milis, karena data masih terus kita olah dan 
hasil pemboran sedang kita kalibrasikan ke image2 produk awal geophysical 
survey, maka sampai saat ini kami masih belum bisa share image2 tersebut, 
kuatir nantinya malah salah kaprah: dianggap hasil akhir.

   

  Ada beberapa kawan yang menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dan kami 
sangat sambut baik, tentunya dengan prinsip sama2 belajar dan voluntarism 
-sukarela, seperti juga sifat dari Tim kami semula yang multi disiplin, 
swadaya, swadana bantingan, dan tidak setengah2. Beberapa sample sudah akan 
dibantu analisis POLLEN-nya oleh kawan2 spesialis, demikian juga sample2 batuan 
kami.

   

  Salam

  ADB

   

   

  From: kartiko samodro [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, February 09, 2012 7:55 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring

   

  Apa ada pengukuran indirect (gpr, geolistrik dsb) yang dilakukan sebelum 
pemboran ? kalau ada tentu bisa dibandingkan dengan pengukuran yang dilakukan 
di sadahurip untuk memutuskan apakah di sadahurip perlu juga dibor.

  2012/2/8 <[email protected]>

  Rekan2 geosains,

  Pd seminar 7Feb 2012 ttg "Bencana Katastropik Purba" di Jkt telah kami 
paparkan hasil temuan sementara penelitian - pemboran inti di atas Gn. Padang 
yg baru saja selesai Minggu 5Feb 2012 (2hr sebelumnya). Bahwa kami telah 
menembus tembok konstruksi miring sampai minimal kedalaman 17m di teras-3 dan 
kmungkinan itu menerus sampai TD bor @26m; dan bahwa kami telah menembus 
ruangan berisi pasir lepas kering berbutir sangat seragam 500-710mikron di 
kedalaman 8m sampai 10m, dan 2 ruang serupa di bawahnya dg masing2 ketebalan 
1,5m dan 80cm yg dibatasi satu dengan lainnya secara vertikal oleh konstruksi 
batu andesit lapuk. Total loss dan pipe stuck menyertai pemboran inti di 
interval2 tsb shg harus banyak mencampurkan polimer di air pemboran. Di bawah 
Gn. Padang kemungkinan besar ada bangunan2/ruangan2 bikinan manusia.

  Dan kami umumkan juga hasil penarikhan karbon (carbon dating) pada sample 
paleosol kedalaman 3,5m di teras 3 yg menghasilkan umur 4500 +/- 130 th yg 
lalu. Selama ini blm pernah dilakukan penarikhan karbon pada situs 
"megalitikum" Gn Padang tsb, para arkeolog hanya memperkirakan dari kesamaan 
bentuk, teknologi, dan interpretasi kegunaan bangunan berundak tsb bahwa situs 
Gn. Padang berumur 2500th.

  Dengan demikian hasil awal kami paling tidak menunjukka suatu fakta baru yg 
berbeda dg pemahaman sebelumnya bahwa situs Gn. Padang tsb hanyalah situs di 
atas permukaan tanah saja dan umurnya hanya 2500th. Sampai sekarang kami masih 
terus mengolah data dan sample, serta menunggu hasil2 dr lab analyses yg sdg 
kami lakukan. Insyaallah penulisan / publikasi ilmiah lengkap dan laporan 
rekomndasi ke pihak2 terkait akan kami lakukan dengan seksama dan dalam waktu 
sesingkat2nya.

  Salam
  ADB-DHN
  Powered by Telkomsel BlackBerry®

   



  __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________

  This message was checked by NOD32 antivirus system.
  http://www.eset.com

Kirim email ke