Ini kalau diduga bangunan manusia semestinya memiliki sistematika pikiran
manusia, bukan sistematika alamiah diaman ada hukum horizaltas dll. Kenapa
tidak dibuktikan dengan excavasi?
Excavasi merupakan salah satu cara penbuktian atau pencarian data dalam
arkeologi, sudah seperti langkah baku dalam menguak peninggalan arkeologis.
Tahap-tahap pembuktian "bangunan arkeologis" tentunya berbeda dengan
penbuktian dalam sebuah "bangunan" geologi.
Tapi memang geologist suka sekali dengan riset, ngulik-ulik. Sebelum
langkah terakhir diambil. Karena itu kegiatan yg "fun", layaknya nonton
filem horor.

Rdp

On Thursday, February 9, 2012,  <[email protected]> wrote:
> ya persis pak,
> Cuma sayang aja sumurnya gak di bungkus nanti collapse harus bikin ulang
lagi kan kerja dua kali.
> Urusan begini sih sudah tugasnya arkeologi harusnya ya menentukan cara
mana yg paling aman supaya bangunan yg digali gak hancur.
>
> Kalo sudah confirm bangunan kuno trus apa ya? Masih kurang nyambung dgn
meningkatkan ketahanan nasional, itu mesir sdh dari dulu tau kalo budaya
kuno mereka tinggi, tapi tetap aja negara mesir gak maju maju.
> kalo utk merevisi sejarah peradaban saja mgkn bisa spt yg dibahas
sebelumnya.
>
> Salam
> Razi
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 9 Feb 2012 07:50:04
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
> Kelihatannya banyak tidk sadar bahwa pemboran ini bukan pemboran minyak
dg BHT segala yg menyangkut ribuan meter. Ini hanya menyangkut puluhan
meter saja, bahkan tidak pelu casing, kecuali di permukaan saja. RPK
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Ferdi Rizal <[email protected]>
> Date: Thu, 9 Feb 2012 11:56:20
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
>
> Mas Andang,
>
> Jika kita bisa tau Maximum Temp ataupun Bottom Hole Temp sumur di
> "piramid" ini mungkin kita bisa mengkorelasikan apakah ini bisa
> diklasifikasikan sbgi Gn Api Purba atau temp dari suatu ruangan yang
> tertutupi tanah atau batuan.
>
> Jika tempnya masih dalam spek kamera digital atau bahkan webcam
> sekalipun mungkin bisa diaplikasikan ide Pak Kusuma plus ditambah
> lampu LED tempel sbgi penerangan mirip prinsip Downhole camera Eyedeal
> nya HALS. Mudah2an diameter lubang sumurnya (OD) mencukupi kamera
> masuk...
>
> IMHO,
> salam
>
> On 2/9/12, [email protected] <[email protected]> wrote:
>> Betul sekali, tapi kalau sewa dari Haliburton kan mahal. Ini kan hanya
>> penyangkut kedalaman puluhan meter, atau paling tdk sekitar seratusan,
jadi
>> bisa dirakit sendiri dari surveillance camera, bahkan dari web-cam. Juga
>> tujuannya adalah adalah untuk ngintip kalau ada rongga besar/ruangan
bukan
>> rock image dari bore-hole. 'Esemka drillhole peephole camera' barangkali
>> namanya RPK
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Shofiyuddin <[email protected]>
>> Date: Thu, 9 Feb 2012 09:50:09
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: <[email protected]>
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
>>
>> Pak Koesoema,
>> Maksudnya mungkin Downhole Camera ya pak?
>> Itu Halliburton punya kalo gak salah.
>>
>> Shofi
>>
>>
>> On Thu, Feb 9, 2012 at 9:04 AM, R.P.Koesoemadinata
>> <[email protected]> wrote:
>>> Apakah dalam acara pemboran ini tidak ada alat seperti "endoscope" yang
>>> dipakai di ilmu kedokteran, yaiut kamera kecil (dan pencahayaannya) yang
>>> digantung pada kabel serat optik dan dimasukkan ke dalam lubang bor.
>>> Begitu
>>> ada gejala ruangan kososng(circulation loss, core loss dsb), langsung
>>> bisa
>>> di lihat di monitor. Saya pernah lihat ini entah di Discovery Channel
>>> atau
>>> di National Geographic (atau mungkin di film Indiana Jones?). Saya pikir
>>> alat ini dapat dibuat lokal (mungkin Pak Andri dari Geologi ITB juga
>>> bisa)
>>> Wassalam
>>> RPK
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> From: Andang Bachtiar
>>> To: [email protected]
>>> Sent: Thursday, February 09, 2012 8:40 AM
>>> Subject: RE: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
>>>
>>> Seperti juga prosedur2 yang jamak diterapkan di eksplorasi migas,
>>> mineral,
>>> airtanah, dan sejenisnya, tentu saja pemboran dilakukan setelah data2
>>> geologi permukaan dan geofisika bawah permukaan diakuisisi,
>>> diinterpretasi
>>> dan disintesakan (sehingga ketemu prospek area dan rencana lokasi
>>> pemboran).
>>> Geolistrik dengan berbagai konfigurasi dan spread baik 2D maupun 3D, GPR
>>> berbagai frekwensi, dan juga Geomagnet survey telah dilakukan di bulan2
>>> sebelum pemboran tersebut. Dari berbagai data itulah kami melihat
>>> anomali2<

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke