Di TV 7, disiarkan 7 penemuan piramida didunia, 2 diantaranya 
Sadahurip dan Gn Padang, hebat. Fz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Thu, 9 Feb 2012 18:22:18 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring

Saya malah kahwatir potensial konflik lebih besar dengan arkeologist.
Dari kaidah dan tata cara arkeologist yg saya tahu ada beberapa tahap
sebelum melakukan uji lanjutan. Awalnya studi literatur, kalau memang ada
dugaaan selanjutnya survey dan diketemukan evidence atau data pendahuluan,
kalau keduanya mendukung baru akan dilakukan excavasi dan dan kalau sudah
ketemu bisa dilakukan restorasi atau rekonstruksi. Sependek pegetahuanku
dua langkah awal dengan referensi dan data awal tidk menunjukkan adanya
alasan utk dilkukan excavasi, makanya arkeologis hanya mencatat yg sudah
ada saja. Dan penemuan gunung padang juga sdh tercatat sejak jaman belanda.
Berbeda dengan cerita candi di Uii jogja yg data awalnya diketemukan secara
tidak sengaja. Didalam kampus UII jogja diketemukan artefak, ketika akan
membangun gedung. Sehingga pembangunan gedungnya terhenti (terganggu).
Nah kalau dugaan mang okim ada yg memprotest alasa uu maka hal ini akan
mencetuskan konflik kepentingan. Yg lebih srrius, Ini mirip adanya dugaan
tambang mineral atau batubara dibawah lahan hutan, mana yang harus
didahulukan ?
Geolog bisa saja beragumen lain, namun arkeolog juga punya uu penyelamatan
artefak "mainan"nyaKalau diexcavasi serampangan justru akan menghilangkan
jejak-jejak arkeologisnya. Seperti kalau geolog melihat singkapan tetapi
malah Ada yg berusaha "dibongkar" karena ada mineral atau nilai ekonomi
batuannya.

Saran saya, kelompok yg yakin bahwa ini peninggalan artefak manusia, cari
saja arkeolog ternama tetapi yang yg "separtai"  (satu paham) dengan
pemikiran adanya kemungkinan piramida di gunung Padang ini. Sehingga bila
dilakukan excavasi, maka proses penggalian arkeologis ini juga mengikuti
kaidah keilmuannya.

Nah kalau ga bisa rujuk dan akhirnya  dijadikan polemik abadi begini kan
malah syapa tahu meningkatkan nilai jual pariwisatanya :) mirip danau
lochness atau lokasi pendaratan UFO.

Science, myth and hope may creates a "fun" phenomena.

Rdp
Ini soal politik, hobi, ilmiah, atau "fun game" ya ?

On Thursday, February 9, 2012,  <[email protected]> wrote:
> Dari wawancara dg dosen arkeologi UI di Metro katanya Pusat Purbakala sdh
pernah melakukan exkavasi di G. Padang, tetapi mungkin tdk menemukan
sesuatu yg menghebohkan seperti peradaban tua atau tanda-tanda katastrofi
purba, sehingga tdk masuk berita. RPK
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "miko" <[email protected]>
> Date: Thu, 9 Feb 2012 10:33:38
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
>
> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>
> Diskusi tentang coring di G.Padang rupanya sudah meluas ke usulan
pembuatan sumur uji. Semoga rekan-rekan tidak lupa bahwa yang kita hadapi
ini adalah Situs Prasejarah yang dilindungi oleh UU Cagar Budaya No.11
Tahun 2011. Eksplorasi pemboran tampaknya masih dapat ditoleransi, tetapi
metode sumur uji --- bisa mengundang protes keras dan perlawanan dari
komunitas arkeologi.
>
> Semoga rekan-rekan menyadari hal di atas, karena kalau tidak --- hemmm,
sangsi hukumnya sangat berat lho.
>
> Wassalam,
>
> Mang Okim
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 9 Feb 2012 09:39:54
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
> Numpang comment juga...
>
> Barangkali metode test pit (sumur) bagus juga dicoba... Tentunya tetap
memperhatikan sisi safety sampai batas aman 10 meteran misalnya. Sekalian
bisa dilakukan pengamatan tiap meter atau bahkan cm.
>
> Regards,
> Adie
> 3602
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 9 Feb 2012 07:53:38
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
>
> Sumur nya kan dangkal, "hanya" 26 meter, jadi gak usah terlalu ikut code
of practice sumur migas, pressure rendah, casing bisa dibuat pake
fiberglass transparan, (esemka lagi? ) atau bahkan buat sumur berdiameter
besar yg bisa masuk sekalian geologisnya (kayak sumur yg didesain utk
penyelamatan penambang di chile)
> Btw kalo geologisnya kayak saya atau om OKT diameternya harus besar kali
ya hehehe
>
> Salam
> Razi
> -----Original Message-----
> From: "ok.taufik" <[email protected]>
> Date: Thu, 9 Feb 2012 07:17:38
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
> Lantas kalau dicasing apa yg mau dikamera? Casing made in china
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 9 Feb 2012 07:02:50
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
> Kan sdh dapat core-nya pak kok harus pake camera lagi? Kalo total loss
begitu mgkn boreholenya harus di casing dulu baru bisa pake downhole cam
> Apa mungkin bisa pake cross well seismic atau cross well resistivity ya?
>
> Salam
> Razi
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 9 Feb 2012 03:08:26
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gn Padang Coring
> Betul sekali, tapi kalau sewa dari Haliburton kan mahal. Ini kan hanya
penyangkut kedalaman puluhan meter, atau paling tdk sekitar seratusan, jadi
bisa dirakit sendiri dari surveillance camera, bahkan dari web-cam. Juga
tujuannya adalah adalah untuk ngintip kalau ada rongga besar/ruangan bukan
rock image dari bore-hole. 'Esemka drillhole peephole camera' barangkali
namanya RPK
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke