Untuk keterbukaan informasi saja bisa dibuat komisidi bawah presiden. Kenapa 
untuk urusan geologi tidak diusahakan? 
Atau perlu dibuat BPE MIGAS khusus untuk eksplorasi.



On Feb 23, 2012, at 8:54 AM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:

> 2012/2/23 Dandy Hidayat <[email protected]>
> Karena ada dua pendapat dengan satu pendapat beda , sesuai asas demokrasi 
> kita sementara tangguhkan dulu rencana pemanggilan pihak TransTV namun saya 
> akan tetap memberikan nomor HP Mas Rovicky, Mas Seno dan Mas Syaiful berikut 
> e-mailnya in case kalau mereka ingin menghubungi suatu - waktu dapat kita 
> komunikasikan. 
>  
> Saya akan berbagi cerita tentang pertemuan tadi malam dengan Salah satu 
> anggota (komisioner) dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, namanya 
> Dono Prasetyo.
>  
> Komisi Informasi Pusat (KIP) ini dibentuk mirip KPK, jadi berada dibawah 
> presiden. Komisi ini dibentuk sebagai konsekuensi dari UU transparansi 
> informasi publik. Dibentuk seperti KPK, jadi sebuah Komisi dibawah Presiden. 
> Nah apa hubungannya dg IAGI ? Komisi ini berbicara soal perlunya informasi 
> harus dibuka utk publik. Misal laporan yg dibiayai oleh APBN, sumbangan 
> masyarakat, atau sumber luar lainnya disebut sebagai badan publik dan 
> tentunya didalamnya mengandung  informasi publik.
>  
> Salah satu informasi (geologi) penting yang ada di lingkungan pertambangan 
> dan migas, yang dibiayai oleh pemerintah tentunya bisa masuk kategori 
> informasi publik. Artinya dokumennya harus terbuka, walaupun ada informasi 
> yang harus ditutup karena alasan tertentu. Nah Komisi ini yg akan menjelaskan 
> dan memfasilitasi diskusi bila terjadi perbedaan persepsi tentang perlunya 
> keterbukaan-ketertutupan data. Salah satu contoh adalah data seismic yang 
> juga memiliki arti penting dalam pemahaman kebencanaan semestinya menjadi 
> terbuka untuk publik. Namun sayangnya kita tahu adanya UU dan aturan tentang 
> data migas. Komisi ini akan memfasilitasi supaya tidak terjadi "dispute" 
> pemahaman keterbukaan informasi publik.
>  
> Banyak yg saya baru tahu tentang pentingnya keterbukaan informasi dan 
> perlunya menutup informasi. Tentunya banyak data (informasi) geologi 
> semestinya terbuka karena sdh dibiayai APBN. Tapi karena datanya dibawah 
> esdm, seringkali filosofinya informasi migas yg penuh rahasia. Nah, IAGI dan 
> anggotanya perlu mengerti ttg hal ini.
>  
> Banyak yg bisa dishare antara kepentingan IAGI dg Komisi ini. Nanti kita 
> (IAGI) akan mengadakan kunjungan ke komisi ini. Bahkan bisa meminta mereka 
> untuk sosialisasi ttg informasi publik, mungkin lewat lunch talk IAGI. 
> Tentunya Mas Syaiful dan staffnya sangat tertarik utk merealisasikan. Ada 
> yang tertarik ?
> Sekian sekilat info
>  
> RDP

Kirim email ke