Dari hasil diskusi saya dengan teman: Passive Seismic Tomography (PST) ini berbeda dengan Low Frequency Passive Seismic (LFPS) yang sudah berkembang sejak beberapa tahun yang lalu di Indonesia.
Prinsip dari PST hampir sama dengan akuisisi seismic konvensional 2D/3D yaitu merekam gelombang yang dipancarkan oleh sumber energy, perbedaannya dari sumber energinya, di Indonesia seismik konvensional menggunakan dinamit/airgun sebagai sumber energi, sedangkan PST menggunakan micro-earthquake sebagai sumber energi. Situasi Indonesia yang terletak di daerah tektonik aktif, tentu setiap saat terjadi gempa kecil yang tidak kita rasakan. Gelombang gempa ini yang bersumber dari kedalaman tertentu kemudian merambat kepermukaan setelah melewati beberapa media batuan yang berbeda, dan di rekam oleh receiver di permukaan. Dalam proses akusisi PST akan disebar puluhan receiver di permukaan menurut desain yang direncanakan mengikuti luas blok, kemudian dibiarkan selama beberapa bulan untuk merekam setiap event micro-earthquake yang terjadi. Hasil perekaman kemudian akan diolah untuk menghasilkan 3D cube dari Vs, Vp, dan Vs/Vp (Poisson), yang kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. 3D Poison juga bisa di gunakan untuk mengetahui fluid content di dalam pore space. Dan yang lebih menarik lagi domainnya dalam depth, tidak domain time seperti seismik konvensional. Semoga dapat menambah informasi. Terima kasih From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, March 08, 2012 9:53 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High Resolution 3D Passive Seismic Tomography Dari mana sumber energinya ya? Powered by Telkomsel BlackBerry(r) ________________________________ From: "Bandono Salim" <[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Thu, 8 Mar 2012 02:40:03 +0000 To: Iagi<[email protected]<mailto:[email protected]>> ReplyTo: <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High Resolution 3D Passive Seismic Tomography Iya katanya sedang diuji dgn bor. Wah kenapa berkembang di Amrik ya kok tidak "ing mriki" (di sini). Beaya risetnya ndak ada ya? Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry(r) ________________________________ From: Bhaskara Aji <[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Thu, 8 Mar 2012 02:27:58 +0000 To: [email protected]<[email protected]<mailto:[email protected]%[email protected]>> ReplyTo: <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: RE: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High Resolution 3D Passive Seismic Tomography Saat ini ada company yang sedang melakukan passive seismic. Dan saya pernah ngobrol dengan orang company tersebut, bahwa passive seismik ini ditemukan awalnya oleh orang Indonesia (dosen T.Geofisika UGM). Tapi saya tidak tahu pasti kebenarannya.CMIIW. Salam BA 4133 From: rakhmadi avianto [mailto:[email protected]] Sent: 08 Maret 2012 9:19 To: [email protected]<mailto:[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High Resolution 3D Passive Seismic Tomography Technologi passive seismic ini sebetulnya telah di pake di dunia industri di Indonesia sejak 2th yg lalu, jadi sudah bukan barang baru, pada prinsipnya satu media yg mengandung hydrocarbon (HC) maka akan menghasilkan diffusive wave yg kisaran frequencynya adalah 1.5-5 Hz, frequency yg di akibatkan oleh passive seismic ini berkisar antara 0-10 Hz, yg diatas 10Hz biasanya diakibatkan oleh "aktif seismic" artinya wave motion yg diakibatkan oleh man made, apa itu orang jalan, mobil lewat dsb, pemboran, pompa sumur dsb. Biasanya indikasi HC pada passive seismic survey ada pada gelombang 1.5-5 Hz sedangkan yg non HC <1.5 Hz atau frequency yg <1.5 Hz dsb sebagai back-ground frequency. Hasilnya cukup bagus tapi kelemahan dari passive seismic ini adalah TIDAK bisa tahu kedalaman dari mana datangnya diffusive wave tsb. Pada dasarnya setiap lapisan yg mengandung HC akan memancarkan diffusive wave, nah kalau ada multi layers yg mengandung HC maka semua layer tsb akan memancarkan gelombang diffusif, shg pada saat gelombang low freq ini sampe di surface sangat susah di bedakan mana yg datang dari yg lebih dalam atau yg lebih dangkal. Ini semua karena di passive seismic tidak ada time domain seperti di aktive seismic. Alat passive seismic fungsinya hanya menangkap setiap gelombang low freq yg dipancarkan bumi, jadi sebetulnya alat seismometer akan merekam gelombang low freq sejak dipasang sampai diputuskan untuk diangkat krn datanya dianggap sudah cukup (durasi 3-5 jam). Dari data yg terambil dari bbrp titik pengamatan diamati dimana yg menunjukan Freq 1.5-5 Hz, shg dari situ bisa disimpulkan kemungkainan area yg dibawahnya mengandung HC. Untuk lebih sempurnanya proses perekaman passive seismic ini juga di ikuti dg analysa CWT (Continous Wavelet Transform) dari data seismic yg ada. Salam Avi Al Haj 0666 On Thu, Mar 8, 2012 at 8:42 AM, Bandono Salim <[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote: Wah menarik, jadi tanpa peledakan kita bisa kenali kondisi bawah permukaan. Powered by Telkomsel BlackBerry(r) -----Original Message----- From: Putri Riadini <[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Thu, 8 Mar 2012 00:39:54 To: [email protected]<mailto:[email protected]><[email protected]<mailto:[email protected]>> Reply-To: <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High Resolution 3D Passive Seismic Tomography -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com<http://gmail.com> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com<http://ymail.com> -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com<http://gmail.com>. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id<http://iagi.or.id> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id<http://iagi.or.id> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected]<mailto:[email protected]> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net<http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

