Yg gini-gini yg nemuin kok namanya mesti "Holzner" or "Franklin" kok bukan "Mohammad Alwi", "Paijo" atau "Asep" ya, sedih deh, ayo dong kita biasakan riset dan biasain nulis yg ditau paling tidak bisa share, mungkin one bad Indonesian habit adalah "takut salah" or "takut malu" or "takut ngga mutu", common Indonesian MOVE
Mukin pak DR K bisa kasi koemn sebagai guru bangsa nih, suwun Avi Al Haj 0666 Nomor cantik 2012/3/8 Muhammad Alwi <[email protected]> > Ikut nimbrung ya Bapak2 & Ibu2, saya juga tertarik mengikuti > perkembangan metode ini, saya juga masih awam dan gak begitu tahu banyak. > > > > Fenomena Passive seismik ini awalnya ditemukan dari pengamatan empirik > sederhana, namun penjelasan fisika mengenai dari mana asal anomali 2-4 Hz > ini sangat sulit untuk dijelaskan. > > Mengenai apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya *signature anomaly* > *passive > seismic* serta teori yang melatar belakanginya masih menjadi perdebatan > sampai saat ini. > > Salah satu pendapat dari Lembaga SpectraseisAG mengatakan bahwa ada dua > hal yang mendasari kejadian ini yakni: > > 1. Amplifikasi resonansi pada skala pori yang terjadi di dalam * > reservoir*, dan > > 2. Resonansi yang terjadi pada skala makro antara batuan > *reservoir*dengan batuan sekitarnya. (menurut SpectraseisAG) > > Menurut saya, kedua hal di atas berasosiasi dengan sifat HC yang > compressible sehingga dapat bervibrasi jika mendapatkan gangguan dari luar > (gempa, ocean wave, noise lingkungan dari surface seperti: kegiatan > manusia, hewan, kendaraan dsb.) disamping adanya rotasi bumi itu sendiri yg > membuat bumi selalu bergerak secara dinamis. Karena gangguan itu, maka HC > akan bervibrasi pada frekuensi dirinya (CMIIW). Semakin besar gangguan yg > dialami oleh HC, maka semakin tinggi pula anomali yg dihasilkan. > > > > Salah satu fisikawan bernama Reto Holzner mencoba menjelaskan fenomena ini > melalui dua model pendekatan yakni: Sistem osilasi linear dan Sistem > osilasi non-linear. > > Kedua sistem ini sebelumnya telah sukses menjelaskan kasus-kasus fenomena > osilasi selama ini. > > Untuk kasus passive seismik ini, sistem osilasi 'linear' dan 'non-linear' > diasumsikan terjadi di dalam pori-pori batuan yang terisi fluida > hidrokarbon. > > Holzner telah mencoba melakukan sebuah pendekatan dengan membuat model * > spectral* yang diturunkan melalui numerical modelling dengan memasukkan > variasi nilai parameter tertentu yang sesuai dengan kondisi real pori > batuan. > > Dan hasilnya modellingnya memperlihatkan munculnya peningkatan frequency > pada range 2-4 Hz serupa dengan anomaly Passive Seismic. Mungkin oscilation > modelling oleh Holzner ini adalah salah satu yang paling masuk akal saat > ini untuk menjelaskan fenomena Passive Seismic (CMIIW). Lebih detailnya > bisa dibaca pada paper-paper Holzner yg sudah dipublish. > > > > > > Salam, > > > > Muhammad Alwi > > > > *From:* Bhaskara Aji [mailto:[email protected]] > *Sent:* Thursday, March 08, 2012 9:28 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* RE: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - > High Resolution 3D Passive Seismic Tomography > > > > Saat ini ada company yang sedang melakukan passive seismic. Dan saya > pernah ngobrol dengan orang company tersebut, bahwa passive seismik ini > ditemukan awalnya oleh orang Indonesia (dosen T.Geofisika UGM). Tapi saya > tidak tahu pasti kebenarannya.CMIIW. > > > > Salam > > BA > > 4133 > > > > *From:* rakhmadi avianto [mailto:[email protected]] > *Sent:* 08 Maret 2012 9:19 > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - > High Resolution 3D Passive Seismic Tomography > > > > Technologi passive seismic ini sebetulnya telah di pake di dunia industri > di Indonesia sejak 2th yg lalu, jadi sudah bukan barang baru, pada > prinsipnya satu media yg mengandung hydrocarbon (HC) maka akan menghasilkan > diffusive wave yg kisaran frequencynya adalah 1.5-5 Hz, frequency yg di > akibatkan oleh passive seismic ini berkisar antara 0-10 Hz, yg diatas 10Hz > biasanya diakibatkan oleh "aktif seismic" artinya wave motion yg > diakibatkan oleh man made, apa itu orang jalan, mobil lewat dsb, pemboran, > pompa sumur dsb. Biasanya indikasi HC pada passive seismic survey ada pada > gelombang 1.5-5 Hz sedangkan yg non HC <1.5 Hz atau frequency yg <1.5 Hz > dsb sebagai back-ground frequency. Hasilnya cukup bagus tapi kelemahan dari > passive seismic ini adalah TIDAK bisa tahu kedalaman dari mana datangnya > diffusive wave tsb. > > Pada dasarnya setiap lapisan yg mengandung HC akan memancarkan diffusive > wave, nah kalau ada multi layers yg mengandung HC maka semua layer tsb akan > memancarkan gelombang diffusif, shg pada saat gelombang low freq ini sampe > di surface sangat susah di bedakan mana yg datang dari yg lebih dalam atau > yg lebih dangkal. Ini semua karena di passive seismic tidak ada time domain > seperti di aktive seismic. Alat passive seismic fungsinya hanya menangkap > setiap gelombang low freq yg dipancarkan bumi, jadi sebetulnya alat > seismometer akan merekam gelombang low freq sejak dipasang sampai > diputuskan untuk diangkat krn datanya dianggap sudah cukup (durasi 3-5 > jam). Dari data yg terambil dari bbrp titik pengamatan diamati dimana yg > menunjukan Freq 1.5-5 Hz, shg dari situ bisa disimpulkan kemungkainan area > yg dibawahnya mengandung HC. Untuk lebih sempurnanya proses perekaman > passive seismic ini juga di ikuti dg analysa CWT (Continous Wavelet > Transform) dari data seismic yg ada. > > Salam > Avi Al Haj > 0666 > > On Thu, Mar 8, 2012 at 8:42 AM, Bandono Salim <[email protected]> wrote: > > Wah menarik, jadi tanpa peledakan kita bisa kenali kondisi bawah permukaan. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Putri Riadini <[email protected]> > Date: Thu, 8 Mar 2012 00:39:54 > To: [email protected]<[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High > Resolution 3D > Passive Seismic Tomography > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net > <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net>Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > > > Muhammad Alwi > Lapindo Brantas, Inc. > Bakrie Tower 20th Floor, Rasuna Epicentrum > Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta 12960, Indonesia > p. +6221.5610.0001, +6221.2994.1777 > f. +6221.2994.1701 >

