DUGAAN saya konsepnya mirip dengan lithospheric tomography, hanya
recordernya mirip 3D arrays di lapangan minyak.  Menurut keterangan Putri
beberapa puluh geophone ditanam statis selama survey.  Micro-earthquacke,
sebagai source, akan berpindah-pindah sepanjang waktu sehingga terjadi
redudancy data dari cube tertentu (semacam data bin).  

Saya kira potensi untuk membantu imaging geology dibawah vulkanik/lava di
mana reflection seismic banyak gagal tidak bisa tembus.

Apakah bisa diaplikasikan secara detail pada ukuran lapangan minyak, kita
tunggu presentasinya.

Menarik untuk disimak, sayangnya saya ada acara lain. Terimakasih
undangannya

 

Ruskamto 1061 - nomernya biasa biasa saja .

 

From: Putri Riadini [mailto:[email protected]] 
Sent: 08 Maret 2012 10:43
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D Passive Seismic Tomography

 

Dari hasil diskusi saya dengan teman:

 

Passive Seismic Tomography (PST) ini berbeda dengan Low Frequency Passive
Seismic (LFPS) yang sudah berkembang sejak beberapa tahun yang lalu di
Indonesia.

 

Prinsip dari PST hampir sama dengan akuisisi seismic konvensional 2D/3D
yaitu merekam gelombang yang dipancarkan oleh sumber energy, perbedaannya
dari sumber energinya, di Indonesia seismik konvensional menggunakan
dinamit/airgun sebagai sumber energi, sedangkan PST menggunakan
micro-earthquake sebagai sumber energi. 

 

Situasi Indonesia yang terletak di daerah tektonik aktif, tentu setiap saat
terjadi gempa kecil yang tidak kita rasakan. Gelombang gempa ini yang
bersumber dari kedalaman tertentu kemudian merambat kepermukaan setelah
melewati beberapa media batuan yang berbeda, dan di rekam oleh receiver di
permukaan.

 

Dalam proses akusisi PST akan disebar puluhan receiver di permukaan menurut
desain yang direncanakan mengikuti luas blok, kemudian dibiarkan selama
beberapa bulan untuk merekam setiap event micro-earthquake yang terjadi.
Hasil perekaman kemudian akan diolah untuk menghasilkan 3D cube dari Vs, Vp,
dan Vs/Vp (Poisson), yang kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran
bawah permukaan. 3D Poison juga bisa di gunakan untuk mengetahui fluid
content di dalam pore space.

 

Dan yang lebih menarik lagi domainnya dalam depth, tidak domain time seperti
seismik konvensional.

Semoga dapat menambah informasi. Terima kasih

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, March 08, 2012 9:53 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D Passive Seismic Tomography

 

Dari mana sumber energinya ya?

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: "Bandono Salim" <[email protected]> 

Date: Thu, 8 Mar 2012 02:40:03 +0000

To: Iagi<[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D Passive Seismic Tomography

 

Iya katanya sedang diuji dgn bor.
Wah kenapa berkembang di Amrik ya kok tidak 
"ing mriki" (di sini).
Beaya risetnya ndak ada ya?
Salam. 

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: Bhaskara Aji <[email protected]> 

Date: Thu, 8 Mar 2012 02:27:58 +0000

To: [email protected] <mailto:[email protected]%[email protected]>
<[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: RE: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D Passive Seismic Tomography

 

Saat ini ada company yang sedang melakukan passive seismic. Dan saya pernah
ngobrol dengan orang company tersebut, bahwa passive seismik ini ditemukan
awalnya oleh orang Indonesia (dosen T.Geofisika UGM). Tapi saya tidak tahu
pasti kebenarannya.CMIIW.

 

Salam

BA

4133

 

From: rakhmadi avianto [mailto:[email protected]] 
Sent: 08 Maret 2012 9:19
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D Passive Seismic Tomography

 

Technologi passive seismic ini sebetulnya telah di pake di dunia industri di
Indonesia sejak 2th yg lalu, jadi sudah bukan barang baru, pada prinsipnya
satu media yg mengandung hydrocarbon (HC) maka akan menghasilkan diffusive
wave yg kisaran frequencynya adalah 1.5-5 Hz, frequency yg di akibatkan oleh
passive seismic ini berkisar antara 0-10 Hz, yg diatas 10Hz biasanya
diakibatkan oleh "aktif seismic" artinya wave motion yg diakibatkan oleh man
made, apa itu orang jalan, mobil lewat dsb, pemboran, pompa sumur dsb.
Biasanya indikasi HC pada passive seismic survey ada pada gelombang 1.5-5 Hz
sedangkan yg non HC <1.5 Hz atau frequency yg <1.5 Hz dsb sebagai
back-ground frequency. Hasilnya cukup bagus tapi kelemahan dari passive
seismic ini adalah TIDAK bisa tahu kedalaman dari mana datangnya diffusive
wave tsb. 

Pada dasarnya setiap lapisan yg mengandung HC akan memancarkan diffusive
wave, nah kalau ada multi layers yg mengandung HC maka semua layer tsb akan
memancarkan gelombang diffusif, shg pada saat gelombang low freq ini sampe
di surface sangat susah di bedakan mana yg datang dari yg lebih dalam atau
yg lebih dangkal. Ini semua karena di passive seismic tidak ada time domain
seperti di aktive seismic.  Alat passive seismic fungsinya hanya menangkap
setiap gelombang low freq yg dipancarkan bumi, jadi sebetulnya alat
seismometer akan merekam gelombang low freq sejak dipasang sampai diputuskan
untuk diangkat krn datanya dianggap sudah cukup (durasi 3-5 jam). Dari data
yg terambil dari bbrp titik pengamatan diamati dimana yg menunjukan Freq
1.5-5 Hz, shg dari situ bisa disimpulkan kemungkainan area yg dibawahnya
mengandung HC. Untuk lebih sempurnanya proses perekaman passive seismic ini
juga di ikuti dg analysa CWT (Continous Wavelet Transform) dari data seismic
yg ada.

Salam
Avi Al Haj
0666

On Thu, Mar 8, 2012 at 8:42 AM, Bandono Salim <[email protected]> wrote:

Wah menarik, jadi tanpa peledakan kita bisa kenali kondisi bawah permukaan.

Powered by Telkomsel BlackBerryR

-----Original Message-----
From: Putri Riadini <[email protected]>
Date: Thu, 8 Mar 2012 00:39:54
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] FW: Invitation: Technology Presentation - High
Resolution 3D
 Passive Seismic Tomography
----------------------------------------------------------------------------
----
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
----------------------------------------------------------------------------
----
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
abstrak 28 Februari 2012.
----------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
email to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
<http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net> 
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

 

Kirim email ke