Pak Ketu. Poin dari kisah yang ditulis koran itu adalah ada bittersweet relation antara negara-negara teluk, meskipun keluar mereka selalu mencoba menampilkan wajah akrab.
Secara kasatmatapun kita bisa lihat sebenarnya ada persaingan yang cukup dalam antar emirat-emirat dan kerajaan disini (kebetulan GCC semua dipimpin emir atau raja atau sultan). Dulu semua 'iri' pada Dubai yang begitu megah gemerlap. Sekarang Dubai terpuruk dan obral aset, Qatar lah yang menjadi 'tall poppies' dengan gebrakan-gebrakan terutama dibidang politik global. Persaingan diam-diam inilah yang jadi musabab Bahrain kudu cari gas sampai ke Eropa.... Kenapa urusan gas antar tetangga ini penting, bahkan bisajadi bakal berpengaruh besar bagi kita ? Salah satunya karena dua pengekspor terbesar minyak, Saudi dan Kuwait terpaksa bakar minyak dengan porsi cukup besar untuk pembangkit tenaga listriknya. Jumlahnya bukan main-main, banyaknya instalasi desalinisasi air laut, AC yang sudah jadi kewajiban dan mobil-mobil ber cc besar yang sliweran dijalan raya (karena bensin murah disubsidi) menjadikan warga GCC salahsatu pengguna minyak perkapita terbesar didunia. Apa artinya ? For all the talk about spare capacity, produksi minyak dari GCC relatif tetap. Setiap satu barrel kenaikan konsumsi domestik berarti berkurang pula satu barrel minyak yang mestinya diekspor ke pasar dunia termasuk Indonesia...... Ini belum bicara kalau selat hormuz pakai acara ditutup segala, atau siapa yang bakal menggantikan 4 juta barrel perhari produksi dari Iran kalau kompor benar-benar mbledug..... ------------------------------ On Wed, Mar 21, 2012 7:29 AM ICT Rovicky Dwi Putrohari wrote: >On Wed, Mar 21, 2012 at 12:43 AM, o - musakti <[email protected]>wrote: > >> Ini cerita geopolitik beneran. >> Diambil dari koran the Guardian. >> >> Menakjubkan, Bahrain yang bertetangga dengan North Field (the biggest gas >> field in the world, kebetulan tempat saya jadi buruh cangkul) kudu cari gas >> sampai ke Russia segala. Sementara negara teluk tetangga lain beli gas asal >> Qatar di Eropa..... >> > >Apakah Indonesia tidak mencari minyak di luar negeri ? >Jawab saya iya, hanya saja dilakukan oleh "orang" Indonesia, termasuk Pak >OQ ini, tetapi bukan "perusahaan" Indonesia. Kalau pun ada volumenya masih >kecil. > >Yang dilakukan ini sebenernya memanfaatkan pengalaman serta keilmuan atau >pengetahuan yang telah diperoleh di dalam negeri yang diaplikasikan ke luar >negeri. Sayangnya di Indonesia yang belajar lebih banyak "orang"nya >ketimbang perusahaannya. > >Kalau memang tidak ada perusahaan yang melakukan eksplorasi di LN ya >mungkin pengalaman Negara Indonesia (rakyat, pemerintah, dan pengusaha) ini >bisa "dijual ke LN". Contohnya bagaimana kalau pemerintah menjual kemampuan >"AKAMIGAS CEPU" ke LN. mengundang orang-orang di Afrika, di Myanmar dll utk >belajar bagaimana mencari minyak, termasuk mengelola industri migas. >(walaupun kita juga keteteran) tetapi pengalaman lebih dari 100 tahun >mengeksplorasi migas bukan pengalaman yang kecil. Ini bisa dijual. Walaupun >bukan melakukan eksplorai sebagai perusahaan tetapi sebagai GURU ! > >RDP > >-- >*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >. -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

