"Subsidi" ini domain Ekonomi atau domain Energi ?

Karena di Indonesia yg disubsidi itu energinya, maka menjadi urusan menteri
energi.
Kalau yang disubsidi itu kemampuan ekonomi rakyatnya, maka subsidi bisa
jadi urusan mentri ekonomi (menkeu)

RDP

2012/5/11 <[email protected]>

> Bisa . Jika :
> harga crude di Nol kan (ICP = 0 )  shg tidak ada pemasukan ke
> negara ( APBN) , harga BBM tidak ada subsidi shg tidak ada
> anggaran negara (APBN) yang dipakai , Pemakaian BBM disesuiakan
> dg Produksi sendiri (bagian Negara ) shg Dibatasi
> pemakaian/pembeliannya ( kalau Konsumsi Vs Produksi spt saat
> ini maka  pembatasnnya  50% , alternatifnya  bisa gantian Satu
> bulan Naik Mobil satu bulan jalan kaki atau ngotel ( bulan
> Ganjil pada naik mobil , bulan genap jalan kaki atau
> ngontel..shg cukup dg 50% konsumsi BBM.........  )
>
> ISM
>
>
>
>
> > Betul, itu sebenarnya yang diharapkan hidup menyesuaikan
> > dari keuangan dan keterbatasan migas, kalau melihat angka
> > kenaikan konsumsi BBM kedepan dan kekuatan keuangan negara
> > kondisinya akan sama dengan, tetap saja tak akan mampu
> > menutupi pembelian konsumsi BBM dengan acuan decline
> > produksi migas kita.
> >
> > soal jatah daerah bisa saja diatur dari penerimaan sektor
> > lain, selama ini di jaman orba pembagian untuk daerah dari
> > migas juga tak ada..semua keuangan daerah di drop dari pusat
> > plus PAD dari pajak dll.
> >
> > 2012/5/11 noor syarifuddin <[email protected]>
> >
> >>   Pak Ok...
> >>
> >> - kalau penerimaan sektor MIGAS dihilangkan, maka dana
> >> alokasi daerah juga akan hilang....maka daerah penghasil
> >> yang umumnya konsumsi BBMnya lebih sedikit, akan semakin
> >> menderita: nggak dapat bagian dana alokasi dan harus
> >> mensubsidi daerah non penghasil yang konsumsinya jauh lebih
> >> boros (i.e Jakarta)....
> >> maukah Kaltim, Riau dll menerima kenyataan ini..?
> >>
> >> - kalaupun mereka dipaksakan untuk menerima, dengan bagian
> >> pemerintah yang sekitar 600-700 ribu bph (50% dari konsumsi
> >> harian kita), maka mungkinkah kita dipaksa untuk mengurangi
> >> konsumsi kita hanya menjadi separohnya...? sudah pasti
> >> diperlukan aturan yang sangat drastis untuk hal ini: jumlah
> >> kendaraan harus dikurangi menjadi separohnya (paling tidak
> >> pemakaiannya), mungkin listrik akan padam di sebagain area
> >> atau pada periode tertentu dll.
> >>
> >>
> >> salam,
> >>
> >>
> >> --- On *Fri, 5/11/12, Ok Taufik <[email protected]>*
> >> wrote:
> >>
> >>
> >> From: Ok Taufik <[email protected]>
> >>
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] 87 Ribu Mobil Terjual di April
> >> 2012
> >> To: [email protected]
> >> Date: Friday, May 11, 2012, 3:23 AM
> >>
> >>
> >>  Kalau mikir-mikir keuangan dari orang non keuangan, kenapa
> >>  kenaikan BBM
> >> harus dikaitkan dengan APBN, sumbangan migas untuk APBN
> >> hanya  15% (berupa penjualan crude oil dan gas), kalau yg
> >> 15% ini ditarik dari APBN apa jadinya?..paling anggaran
> >> belanja dan pembangunan mengecil dan terhenti untuk sampai
> >> bisa hidup dari APBN yang ada. kemudia kenapa harus beli
> >> BBM keluar dengan uang APBN, kalau tak beli minyak dari
> >> luar yg terjadi adalah, pasokan BBM berkurang dan akan
> >> stabil sampai masyarakat (industri/konsumen pribadi dll)
> >> dapat hidup dari BBM produk DN yg tersedia, ada penghematan
> >> uang membeli BBM import yang bisa dialokasikan untuk hal
> >> lain.
> >>
> >> APBN bisa bertambah dari macam2 ekspor dan sektor pajak,
> >> dari ekspor jengkol sampai emas. Kenyataannya India dan
> >> Cina yang tak mencukupi produksi migasnya untuk DN malah
> >> lebih besar subsidinya dari RI, kekuatan mereka adalah
> >> barang produksi ekspor mereka sangat besar menyumbang
> >> keuangan negara.
> >> 2012/5/11 Franciscus B Sinartio
> >> <[email protected]<
> http://us.mc1604.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>>> >
> >>
> >>
> >>   ------------------------------
> >> *From:* Rovicky Dwi Putrohari
> >> <[email protected]<
> http://us.mc1604.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>>> >
> >>
> >> Sebenernya kalau dicermati seksama, beratnya tugas menteri
> >> ESDM dalam persoalan subsidi ini bukan soal tehnis. Soal
> >> keputusan bukan soal hitungan. Ini lebih pada hal politis
> >> ketimbang tehnis.
> >> Jadi keperluan ahli tehnis (Wamen) dalam hal ini mungkin
> >> bukan hal yang krusial. Mungkin malah perlu seorang yang
> >> memiliki daya lobby kuat ketimbang kemampuan tehnis yang
> >> kuat. Seorang yang dapat diterima oleh semua partai dan
> >> elit politis.
> >>
> >> Just my 2 cent
> >>
> >> Have a nice week end.
> >> Be safe !
> >>
> >> RDP
> >>
> >>
> >> ================>
> >> Loh itukan tugas nya menteri,  ntar menterinya ngak kerja..
> >>
> >> fbs
> >> --
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> --
> >> Sent from my Computer®
> >>
> >>
> >>
> >
> >
> > --
> > Sent from my Computer®
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net 
> <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net>Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke