Menteri Energi urusan jumlah/quotanya BBM bersubsidi( berapa
liternya ) serta urusan Pengendaliannya ( pembatasannya serta
diversivikasinya BBM ke energi lainnya ), Menteri Keuangan
urusan Berapa Rupiahnya ( sebagai bendahara Negara )Begitu juga subsidi 
ekonomi/Rakyat miskin , menteri
sosial/Kesra urusan jumlah orang miskin , begitu juga Subsidi
Pendidikan Menteri Pendidikan urusan berapa jumlah Univ,
sekolah dan Mhs/muridnya nya.
masalah subsidi ( energi )ini merembet kemana mana karena
banyak intitusi yg terlibat(lintas Sektoral )dilingkungan ESDM
sendiri saja banyak  disamping Kementerian ESDM sendiri ada BP
Migas, BPH Migas , PGN maupun Pertamina, Kemarin Pak Kuntoro
Kesal juga dg PGN ( spt berita dibawah ini ) . ini menunjukan
betapa Mbuletnya permasalahan perenergian ini;====================

Rabu, 09/05/2012 17:37 WIB
Kuntoro Mangkusubroto : Perilaku PGN Konyol!
Rista Rama Dhany - detikFinance
Jakarta - Mantan Menteri ESDM Kuntoro Mangkusubroto geram
dengan sikap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) karena ego
sektoral sehingga revitalisasi SPBG terhambat, bahkan dia
mengatakan perilaku PGN tersebut konyol.
"Perilaku PGN konyol, saya mengharapkan Pak Dipo (Alam
Seketaris Kabinet) agar menyelesaikan ini," kata Kuntoro ketika
menjadi pembicara dalam diskusi 'Wasiat' Wakil Menteri ESDM, di
kantor Seketaris Negara, Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Dikatakan Kuntoro, perilaku konyol tersebut dikarenakan PGN
telah menguasai jaringan pipa gas namun seharusnya jika ada gas
yang didistribusikan melalui pipa tersebut hanya membayar sewa
pipa saja.
"Namun konyolnya, gas yang mau didistribusikan harus jadi milik
saya (PGN) dulu, mau dikuasasi sendiri dulu," kata Kuntoro.
Sikap ego sektoral tersebut menurut Kuntoro menjadi kendala
dalam program nasional konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).
"Saya minta Pak Dipo bertanggung jawab, selesaikan ini, PT PGN
agar melepaskan ego sektoral guna mempelancar program
revatilisasi SPBG yang menjadi kendala Program Nasional
Konversi BBM ke BBG di 12 kota besar," tukas Kepala UKP4 ini.
(rrd/dnl)


==========================================================

> "Subsidi" ini domain Ekonomi atau domain Energi ?
>
> Karena di Indonesia yg disubsidi itu energinya, maka menjadi
> urusan menteri energi.
> Kalau yang disubsidi itu kemampuan ekonomi rakyatnya, maka
> subsidi bisa jadi urusan mentri ekonomi (menkeu)
>
> RDP
>
> 2012/5/11 <[email protected]>
>
>> Bisa . Jika :
>> harga crude di Nol kan (ICP = 0 )  shg tidak ada pemasukan
>> ke
>> negara ( APBN) , harga BBM tidak ada subsidi shg tidak ada
>> anggaran negara (APBN) yang dipakai , Pemakaian BBM
>> disesuiakan
>> dg Produksi sendiri (bagian Negara ) shg Dibatasi
>> pemakaian/pembeliannya ( kalau Konsumsi Vs Produksi spt
>> saat
>> ini maka  pembatasnnya  50% , alternatifnya  bisa gantian
>> Satu
>> bulan Naik Mobil satu bulan jalan kaki atau ngotel ( bulan
>> Ganjil pada naik mobil , bulan genap jalan kaki atau
>> ngontel..shg cukup dg 50% konsumsi BBM.........  )
>>
>> ISM
>>
>>
>>
>>
>> > Betul, itu sebenarnya yang diharapkan hidup menyesuaikan
>> > dari keuangan dan keterbatasan migas, kalau melihat angka
>> > kenaikan konsumsi BBM kedepan dan kekuatan keuangan
>> > negara
>> > kondisinya akan sama dengan, tetap saja tak akan mampu
>> > menutupi pembelian konsumsi BBM dengan acuan decline
>> > produksi migas kita.
>> >
>> > soal jatah daerah bisa saja diatur dari penerimaan sektor
>> > lain, selama ini di jaman orba pembagian untuk daerah
>> > dari
>> > migas juga tak ada..semua keuangan daerah di drop dari
>> > pusat
>> > plus PAD dari pajak dll.
>> >
>> > 2012/5/11 noor syarifuddin <[email protected]>
>> >
>> >>   Pak Ok...
>> >>
>> >> - kalau penerimaan sektor MIGAS dihilangkan, maka dana
>> >> alokasi daerah juga akan hilang....maka daerah penghasil
>> >> yang umumnya konsumsi BBMnya lebih sedikit, akan semakin
>> >> menderita: nggak dapat bagian dana alokasi dan harus
>> >> mensubsidi daerah non penghasil yang konsumsinya jauh
>> >> lebih
>> >> boros (i.e Jakarta)....
>> >> maukah Kaltim, Riau dll menerima kenyataan ini..?
>> >>
>> >> - kalaupun mereka dipaksakan untuk menerima, dengan
>> >> bagian
>> >> pemerintah yang sekitar 600-700 ribu bph (50% dari
>> >> konsumsi
>> >> harian kita), maka mungkinkah kita dipaksa untuk
>> >> mengurangi
>> >> konsumsi kita hanya menjadi separohnya...? sudah pasti
>> >> diperlukan aturan yang sangat drastis untuk hal ini:
>> >> jumlah
>> >> kendaraan harus dikurangi menjadi separohnya (paling
>> >> tidak
>> >> pemakaiannya), mungkin listrik akan padam di sebagain
>> >> area
>> >> atau pada periode tertentu dll.
>> >>
>> >>
>> >> salam,
>> >>
>> >>
>> >> --- On *Fri, 5/11/12, Ok Taufik <[email protected]>*
>> >> wrote:
>> >>
>> >>
>> >> From: Ok Taufik <[email protected]>
>> >>
>> >> Subject: Re: [iagi-net-l] 87 Ribu Mobil Terjual di April
>> >> 2012
>> >> To: [email protected]
>> >> Date: Friday, May 11, 2012, 3:23 AM
>> >>
>> >>
>> >>  Kalau mikir-mikir keuangan dari orang non keuangan,
>> >>  kenapa
>> >>  kenaikan BBM
>> >> harus dikaitkan dengan APBN, sumbangan migas untuk APBN
>> >> hanya  15% (berupa penjualan crude oil dan gas), kalau
>> >> yg
>> >> 15% ini ditarik dari APBN apa jadinya?..paling anggaran
>> >> belanja dan pembangunan mengecil dan terhenti untuk
>> >> sampai
>> >> bisa hidup dari APBN yang ada. kemudia kenapa harus beli
>> >> BBM keluar dengan uang APBN, kalau tak beli minyak dari
>> >> luar yg terjadi adalah, pasokan BBM berkurang dan akan
>> >> stabil sampai masyarakat (industri/konsumen pribadi dll)
>> >> dapat hidup dari BBM produk DN yg tersedia, ada
>> >> penghematan
>> >> uang membeli BBM import yang bisa dialokasikan untuk hal
>> >> lain.
>> >>
>> >> APBN bisa bertambah dari macam2 ekspor dan sektor pajak,
>> >> dari ekspor jengkol sampai emas. Kenyataannya India dan
>> >> Cina yang tak mencukupi produksi migasnya untuk DN malah
>> >> lebih besar subsidinya dari RI, kekuatan mereka adalah
>> >> barang produksi ekspor mereka sangat besar menyumbang
>> >> keuangan negara.
>> >> 2012/5/11 Franciscus B Sinartio
>> >> <[email protected]<
>> http://us.mc1604.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>>>>> >
>> >>
>> >>
>> >>   ------------------------------
>> >> *From:* Rovicky Dwi Putrohari
>> >> <[email protected]<
>> http://us.mc1604.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>>>>> >
>> >>
>> >> Sebenernya kalau dicermati seksama, beratnya tugas
>> >> menteri
>> >> ESDM dalam persoalan subsidi ini bukan soal tehnis. Soal
>> >> keputusan bukan soal hitungan. Ini lebih pada hal
>> >> politis
>> >> ketimbang tehnis.
>> >> Jadi keperluan ahli tehnis (Wamen) dalam hal ini mungkin
>> >> bukan hal yang krusial. Mungkin malah perlu seorang yang
>> >> memiliki daya lobby kuat ketimbang kemampuan tehnis yang
>> >> kuat. Seorang yang dapat diterima oleh semua partai dan
>> >> elit politis.
>> >>
>> >> Just my 2 cent
>> >>
>> >> Have a nice week end.
>> >> Be safe !
>> >>
>> >> RDP
>> >>
>> >>
>> >> ================>
>> >> Loh itukan tugas nya menteri,  ntar menterinya ngak
>> >> kerja..
>> >>
>> >> fbs
>> >> --
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> --
>> >> Sent from my Computer®
>> >>
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> > --
>> > Sent from my Computer®
>>
>>
>>
>> ___________________________________________________________
>> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>>
>>
>>
>>
>> -------------------------------------------------------------------------------->>
>>  PP-IAGI 2011-2014:
>> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>>
>> -------------------------------------------------------------------------------->>
>>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
>> September 2012. Kirim abstrak ke email:
>> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
>> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>>
>> -------------------------------------------------------------------------------->>
>>  To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email
>> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> For topics not directly related to Geology, users are
>> advised to post the email to: [email protected]
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
>> <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net>Archive>> 2: 
>> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> --------------------------------------------------------------------->> 
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
>> liable for any, including but not limited to direct or
>> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
>> or in connection with the use of any information posted on
>> IAGI mailing list.
>> --------------------------------------------------------------------->>
>>
>
>
> --
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke