Rekan rekan 

Apa yang dikatakan oleh Pak Ong HL ini benar.
Saya merasa   lebih sedih lagi karena ada  seorang ahli ekonomi perminyakan 
yang "beken" , kalau tidak salah juag mengambil doktornya di Clrd sana , selalu 
mengatakan bahwa cadangan migas kita berlimpah.
Saya pernah bertemu beliau dan menyatakan kritik saya , beliau menjawab .....Ya 
saya kan baca dari mas media dan beberapa data mengatakan begitu a.l kan 
cekungan sedimen kita banyak yang belum dieksplorasi , ada enam puluh (Nah 
.........itu kan data IAGI)

Ada lagi seorang mantan menteri jaman pak Harto yang cukup populer menulis di 
harian Kompas hal yang sama ,bahwa cadangan migas kita berlimpah.

Tanpa mengurangi akan kegigihan beliau  , saya teringat ketika Alm pak 
Widjojono sedang getol getolnya mensosialisaskan devirsifikasi BBM ke gas . 
Bagaimana seorang profesional yang sepintar Alm dapat yakin sekali bahwa 
devisrsifikasi BBM ke gas dapat menyelesaikan masalah subsidi tanpa menimbulkan 
masalah disektor peresdiaan gas ?

Saya kira obat sementara sebelum bebenah kebujakan energi yang lebih baik maka 
BERHEMAT adalah satu satunya obat "aspirin: yang akan mengurangi sakit kepala 
kita.

Beranikah Pemerintah dan maukah rakyat kita menerima ini sebagai suatu fakta 
yang tidak dapat dipungkiri ? Dan kemudian menerima apapun kebijakan 
korektifnya ? Sejarahlah yang akan memberikan jawaban.

Mengerikan memang pak Ong !!!!

si Abah



________________________________
 From: Ong Han Ling <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, May 18, 2012 9:17 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi 
Lifting Gas di RAPBN 2013
 

Rekan-rekan IAGI,
 
Sebagai anggota IAGI sebetulnya kita punya kewajiban untuk membetulkan data 
yang salah. Banyak data salah dari Pemerintah kita diamkan hingga kebijakan 
Pemerintah keliru. Kita kutib dokumen Menteri Keuangan, Agus Martowardjo, yang 
ditayangkan di email IAGI. Apakah data ini betul?

> “Dalam dokumen tersebut, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo
> mengatakan bahwa Salah satu sumber daya alam yang
> diperkirakan masih cukup memadai adalah gas bumi.”
>
> “Posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir gas terbesar,
> menjadi alasan pemerintah memilih sumber daya gas. Berbeda
> dengan cadangan minyak bumi yang terus menipis, cadangan gas
> bumi Indonesia masih cukup besar. Data 2010 menunjukkan
> total cadangan gas Indonesia diperkirakan mencapai 157,14
> triliun standar kaki kubik (tscf), atau 3 persen cadangan
> gas dunia.”
Apakah Indonesia salah satu eksportir gas terbesar? Dulu ya, tetapi sekarang 
merupakan sejarah. Arun sudah tutup. Badak berkurang 30% dan sekarang sebagian 
dipakai dalam negeri. Donggi hanya 1-3TCF. Yang potensi naik produksinya 
hanyalah Wiryagar tetapi sayang diekspor dengan harga sangat murah $3.40/mmbtu, 
yaitu 1/3 dari harga pembelian PLN dari LNG Bontang di Jakarta. Cadangan Masela 
yang kita banggakan hanya antara 6-14TCF. Masela pun belum bisa dikatakan 
sebagai proven reserve menurut definisi SPE, WPC, AAPG, SPEE, apalagi kalau SEC 
karena proven reserve mempunyai konotasi keekonomian. Apakah Masela akan 
diproduksi, kepastian baru akan diketahui tahun 2015, yaitu dimana Final 
Investment Dicision atau FID disetujui. Cadangan Masela secara definisi belum 
dapat dibukukan sebagai Proven reserve karena commerciality belum ditentukan. 
Jadi kita jangan mimpi bahwa cadangan gas bumi Indonesia masih banyak. Bahwa 
cadangan gas Indonesia 3%, pasti ini data
 sejarah dan belum di-update tertutama kalau dibandingkan penemuan di 
Australia, US, dan Canada. Dalam kurun waktu 10 tahun terakir ini penemuan baru 
untuk replacement baik untuk minyak maupun gas Indonesia kurang dari 
setengahnya yang diproduksi. Kita telah menguras celengan anak cucu kita.  
Negara tetangga Western Australia mempunyai proven reserve 160TCF dan 
Queensland 60TCF (dari CBM). Sedangkan di US dan Canada kebanjiran gas berasal 
dari shale gas dengan harga cuma $2-2.50/mmbtu. Indonesia mamasok LNG Bontang 
ke Jakarta dengan harga $11/mmbtu. Bagaimana menteri bisa mengataiakan bahwa 
cadangan gas bumi  Indonesia masih besar? Data yang diberikan kepada Menteri 
keliru hingga kebijaksanaannya juga akan keliru. 
Bersama ini saya ingin melampirkan dua contoh slides tentang kekeliruan data 
gas Indonesia. Satu gambar dari Woods (lih. attachment) menunjukan bahwa antara 
forecast/prediksi dan realisasi/kenyataan produksi gas Indonesia, terdapat 
perbedaan. Bedanya cukup besar, untuk periode 2007-2011, sampai tiga kali lebih 
besarnya forecast dibandingkan realistas. Umumnya grafik forecast dengan angka 
yang cukup meyakinkan diperlihatkan di laporan-laporan Pemerintah. Sedangkan 
grafik forecast bersamaan dengan realisasi, seperti yang diperlihatkan disini 
oleh Woods biasanya tidak dibuat, supaya tidak terlihat kesalahan/kekeliruan 
kita.   
Gambar kedua saya ambil dari Pemerintah (lih.attachment). Banyak data  dari 
Pemerintah yang salah didiamkan. Salah satu adalah peta yang sering ditayangkan 
untuk menarik investor CBM. Disini digambarkan bahwa resource CBM Indonesia 
dirinci sampai 453.3 TCF sedangkan reserve gas dari minyak (associated gas) 
proven plus potential hanya 170.07 TCF. Bagaimana hal ini mungkin bahwa 
cadangan CBM (meskipun sebagai resource) hampir 3X lebih besar? Juga tidak 
masuk akal bahwa potential reserve hanya 50% dari proven reserve (57,60 TCF vs. 
112.47 TCF)? Peta ini mencampur adukan antara proven, potential, dan resource 
akan memelesetkan investor CBM yang mengira bahwa cadangan CBM Indonesia 3X 
cadangan gas berasal dari minyak. Mungkin ini juga jadi pikiran menteri 
keuangan kita bahwa gas Indonesia termasuk CBM berlimpah. Padahal produksi CBM 
Indonesia belum terbukti sustainable, baru bisa menerangi desa selama 1-2 tahun 
saja. Untuk sustainable, diperlukan pemboroan
 ratusan wells, dan  ini belum terlaksana di Indonesia.   
Kesalahan statistik Pemerintah sering terjadi. SOP-ABS rupanya masih berlaku.  
Mungkin anggota IAGI perlu memberikan saran dan perbaikan kalau melihat 
kesalahan dan jangan hanya menerima.  
 
Salam,
 
HL Ong
 
 


> > >
> > http://satunegeri.com/pemerintah-masukan-asumsi-lifting-gas-di-rapbn-2013.html>
> >  --
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
--------------------------------------------------------------------- 
 
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke