Terimakasih Pak atas rincinya kenapa sulit di kembangkan di indonesia. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ong Han Ling <[email protected]>
Date: Mon, 21 May 2012 23:25:35 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi 
Lifting Gas di RAPBN 2013
Pak,

Memang menaggulangi energi harus menyeluruh, komprehensif dan holistik.
Tidak bisa sebagian saja. Alternative energy, yang Anda usulkan berasal dari
bio seperti tebu,jarak, dsb. Alternatif energi yang Anda kemukakan saya
tempatkan sebagai prioritas terakir, yaitu urutan ke-11. 

Renewable energi kelihatannya berlimpah dan murah, tetapi teknologinya belum
maju. Sumber yang bagus untuk mempelajari alternative energi adalah buku
karangan David MacKay dari UIT, Cambridge. Judul bukunya "Sustainable energy
- without the hot air" atau diterjemahkan bebas "Sustainable energy -tanpa
abab". Dibuku ini, yang bisa di download free, MacKay membandingkan segala
macam alternative energi termasuk luas tanah yang diperlukan. Asumsi dia
adalah bahwa tiap orang memerlukan 135kwh/d. Jadi untuk menghidupi satu juta
orang deperlukan tanah yang luar biasa luasnya termasuk untuk
biomass(lih.slides). Maka itu biaya renewable energi akan mahal. 

Selain itu, untuk Indonesia ada satu faktor utama yang menganjal
perkembangan alternatif energi, yaitu adanya subsidi. Umpama harga pokok
disel 100. Diluar negeri akan kena pajak dan dijual ke konsumen 200 (di
Eropa sampai 300+). Swasta yang ingin menjual Alternative energi, bertanding
dengan harga 200. Jadi siapa saja yang bisa menjual energi seharga 200, akan
laku dan bahkan dibebaskan sales tax/PPN 10%, jika berupa renewable energi.
Di Indonesia kebalikan, diesel yang harga pokok 100 disubsidi hingga dijual
ke rakyat cuma 50. Alternatif energi di Indonesia harus bertanding lawan
harga 50. Sedangkan diluar negeri alteranatif energi bersaing dengan harga
200. Jadi pengusaha Indonesia harus jadi superman teknologi untuk bisa
menghasilkan energi dengan harga dibawah 50. 

Terlampir daftar harga diesel dan gasoline di Negara-negara Asia. Harga di
Korea 3X harga di Indonesia. Pencarian Alternatif energi bisa berkembang di
Korea, tetapi tidak mungkin di Indonesia.

Salam,

HL Ong   

-----Original Message-----
From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, May 20, 2012 6:06 AM
To: Iagi
Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi
Lifting Gas di RAPBN 2013

Pak Ong, kalau selalu andalin bahan bakar dari sitem tAmbang, memang
menyedihkan, kalau tata kelolanya masih seperti saat ini. Jual murah keluar,
lebih mahal jual dlm negeri.

Bagaimana kalau mulai dipikiran model Brasil, pakai tebu untuk bahan bakar?
Untuk oli pakai jarak?(India penghasil castor oil terbesar saat ini, setau
saya) Bukankah masih ribuan hektar tanah kita tidak tergarap dengan baik?
Malah dihancurkan struktur dan kesuburannya oleh manusia?

Ada juga sorgum manis, dlm 3 bln sudah dpt dijadikan methanol, bijinya bagus
untuk bahan makanan, karena glukosenya rendah. Buat roti bagi penderita
diabeter.

Sisanya buat makan ternak dan pupuk.

Ingin komentarnya Pak, mumpung masih ada waktu sbelum minyak tdk dpt
diambil.
Powered by Telkomsel BlackBerryR

-----Original Message-----
From: "Ong Han Ling" <[email protected]>
Date: Fri, 18 May 2012 09:17:21
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi
Lifting Gas di RAPBN 2013
----------------------------------------------------------------------------
----
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
----------------------------------------------------------------------------
----
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
abstrak 28 Februari 2012.
----------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not
directly related to Geology, users are advised to post the email to:
[email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke