Bener mas, kuliah pak Ong sangat menantang, 
Mas kalao brasil gunakan methanol untuk ganti bensin, apa dia juga jual 
minyaknya ke luar brasil? ( Eh apa adA minyak  dan gas di brasil?) 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Wayan Heru Young <[email protected]>
Date: Tue, 22 May 2012 21:13:00 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi 
Lifting Gas di RAPBN 2013
Pak Ong yang saya hormati, 
 
Kuliah bapak adalah salah satu yang paling saya gemari waktu kuliah dulu, 
karena isinya lugas dan practical bukan hanya untuk bidang geologi tapi seluruh 
bidang usaha.

Demikian juga dengan tulisan-tulisan Bapak di milis ini, sebagian besar saya 
simpan di folder terpisah untuk baca-baca lagi nanti.
 
Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan Bapak: Memang menaggulangi energi 
harus menyeluruh, komprehensif dan holistik.
Tidak bisa mengejar salah satu alternatif energi saja, dan tidak bisa juga 
mengabaikan sisi "demand".
Saat ditanya oleh calon pembeli tentang berapa banyak solar panel yang 
dibutuhkan untuk rumahnya, seorang sales akan tanya dulu: "seberapa besar 
kebutuhannya bisa dikurangi?"
"Solar panels are expensive, you don't want to waste it on inefficient light 
bulbs!"
 
Secara sepintas (mungkin perlu dikoreksi) saya lihat MacKay membandingkan 
kebutuhan energi saat ini dengan apa yang dapat disupply oleh energi alternatif 
teknologi saat ini.
Asumsi energi per-orang yang MacKay gunakan juga cukup tinggi, menggunakan data 
dari penduduk negara maju.
 
Sedangkan untuk melangkah menuju sustainable energy diperlukan dua usaha 
sekaligus: menambah supply energi alternatif dan mengurangi demand energi saat 
ini dengan menggunakan teknologi yang lebih effisien.
 
Salah satu yang diperbandingkan dalam buku itu adalah pemakaian energi untuk 
transportasi.
Kalau mau 100% sustainable energy, artinya kendaraan BBM juga harus diganti 
dengan kendaraan listrik.
Mobil listrik yang paling murah dan paling rendah teknologinya saja sudah lebih 
dari dua kali lebih effisien dari pemakaian mobil yang asumsikan MacKay 
(80MPG-ekivalen dari mobil listrik terjelek, versus 33MPG mobil BBM asumsi 
MacKay). Apalagi mobil2 listrik yang lebih effisien sudah banyak yang melebihi 
100MPG-e bahkan sampai 170MPGe.
 
Dalam neraca MacKay 
(http://www.inference.phy.cam.ac.uk/withouthotair/c18/page_103.shtml) yang 
menyatakan CAR: 40KWH/d/p, bisa diganti dengan mobil listrik yang 'hanya' dua 
kali lebih efisien. Maka total pemakaian berkurang menjadi 175KWH/d/p dan 
neraca tersebut berpindah menjadi surplus enegri alternatif sebesar 5KWH/d/p.
Belum lagi kalau demand yang lain juga diefisienkan.
 
 
Dan saya juga sangat setuju sekali dengan menempatkan bio-energi diposisi 
priorotas paling akhir.
Karena side-effectnya terlalu banyak: pembukaan lahan hutan dan monokultur 
pertanian, persaingan dengan produk pangan yang dapat meningkatkan harga 
makanan, dan tetap menggunakan teknologi "berbakar" yang menghasilkan polusi.
 
Memang kebijakan untuk alternatif energi di Indonesia masih simpang siur. Di 
satu sisi pajak import produk alternatif energi sudah dihapuskan, namun subsidi 
terhadap BBM dan listrik masih terlalu tinggi untuk dapat disaingi oleh 
alternative energi.
Disamping itu faktor korupsi juga berpengaruh ke image alternative energi bagi 
masyarakat Indonesia. Seolah-olah alternative energy tidak reliable padahal 
akibat dari proyek-proyek yang menggunakan bahan-bahan murahan karena dananya 
sudah terpangkas di sana-sini. 
 
Salam dari Bali,
Wayan Heru Young


________________________________
 From: Ong Han Ling <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, May 22, 2012 12:25 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi 
Lifting Gas di RAPBN 2013
 
Pak,

Memang menaggulangi energi harus menyeluruh, komprehensif dan holistik.
Tidak bisa sebagian saja. Alternative energy, yang Anda usulkan berasal dari
bio seperti tebu,jarak, dsb. Alternatif energi yang Anda kemukakan saya
tempatkan sebagai prioritas terakir, yaitu urutan ke-11. 

Renewable energi kelihatannya berlimpah dan murah, tetapi teknologinya belum
maju. Sumber yang bagus untuk mempelajari alternative energi adalah buku
karangan David MacKay dari UIT, Cambridge. Judul bukunya "Sustainable energy
- without the hot air" atau diterjemahkan bebas "Sustainable energy -tanpa
abab". Dibuku ini, yang bisa di download free, MacKay membandingkan segala
macam alternative energi termasuk luas tanah yang diperlukan. Asumsi dia
adalah bahwa tiap orang memerlukan 135kwh/d. Jadi untuk menghidupi satu juta
orang deperlukan tanah yang luar biasa luasnya termasuk untuk
biomass(lih.slides). Maka itu biaya renewable energi akan mahal. 

Selain itu, untuk Indonesia ada satu faktor utama yang menganjal
perkembangan alternatif energi, yaitu adanya subsidi. Umpama harga pokok
disel 100. Diluar negeri akan kena pajak dan dijual ke konsumen 200 (di
Eropa sampai 300+). Swasta yang ingin menjual Alternative energi, bertanding
dengan harga 200. Jadi siapa saja yang bisa menjual energi seharga 200, akan
laku dan bahkan dibebaskan sales tax/PPN 10%, jika berupa renewable energi.
Di Indonesia kebalikan, diesel yang harga pokok 100 disubsidi hingga dijual
ke rakyat cuma 50. Alternatif energi di Indonesia harus bertanding lawan
harga 50. Sedangkan diluar negeri alteranatif energi bersaing dengan harga
200. Jadi pengusaha Indonesia harus jadi superman teknologi untuk bisa
menghasilkan energi dengan harga dibawah 50. 

Terlampir daftar harga diesel dan gasoline di Negara-negara Asia. Harga di
Korea 3X harga di Indonesia. Pencarian Alternatif energi bisa berkembang di
Korea, tetapi tidak mungkin di Indonesia.

Salam,

HL Ong  

-----Original Message-----
From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, May 20, 2012 6:06 AM
To: Iagi
Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi
Lifting Gas di RAPBN 2013

Pak Ong, kalau selalu andalin bahan bakar dari sitem tAmbang, memang
menyedihkan, kalau tata kelolanya masih seperti saat ini. Jual murah keluar,
lebih mahal jual dlm negeri.

Bagaimana kalau mulai dipikiran model Brasil, pakai tebu untuk bahan bakar?
Untuk oli pakai jarak?(India penghasil castor oil terbesar saat ini, setau
saya) Bukankah masih ribuan hektar tanah kita tidak tergarap dengan baik?
Malah dihancurkan struktur dan kesuburannya oleh manusia?

Ada juga sorgum manis, dlm 3 bln sudah dpt dijadikan methanol, bijinya bagus
untuk bahan makanan, karena glukosenya rendah. Buat roti bagi penderita
diabeter.

Sisanya buat makan ternak dan pupuk.

Ingin komentarnya Pak, mumpung masih ada waktu sbelum minyak tdk dpt
diambil.
Powered by Telkomsel BlackBerryR

-----Original Message-----
From: "Ong Han Ling" <[email protected]>
Date: Fri, 18 May 2012 09:17:21
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi
Lifting Gas di RAPBN 2013
----------------------------------------------------------------------------
----
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
----------------------------------------------------------------------------
----
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
abstrak 28 Februari 2012.
----------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not
directly related to Geology, users are advised to post the email to:
[email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke