Pak Ong yang saya hormati, Kuliah bapak adalah salah satu yang paling saya gemari waktu kuliah dulu, karena isinya lugas dan practical bukan hanya untuk bidang geologi tapi seluruh bidang usaha.
Demikian juga dengan tulisan-tulisan Bapak di milis ini, sebagian besar saya simpan di folder terpisah untuk baca-baca lagi nanti. Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan Bapak: Memang menaggulangi energi harus menyeluruh, komprehensif dan holistik. Tidak bisa mengejar salah satu alternatif energi saja, dan tidak bisa juga mengabaikan sisi "demand". Saat ditanya oleh calon pembeli tentang berapa banyak solar panel yang dibutuhkan untuk rumahnya, seorang sales akan tanya dulu: "seberapa besar kebutuhannya bisa dikurangi?" "Solar panels are expensive, you don't want to waste it on inefficient light bulbs!" Secara sepintas (mungkin perlu dikoreksi) saya lihat MacKay membandingkan kebutuhan energi saat ini dengan apa yang dapat disupply oleh energi alternatif teknologi saat ini. Asumsi energi per-orang yang MacKay gunakan juga cukup tinggi, menggunakan data dari penduduk negara maju. Sedangkan untuk melangkah menuju sustainable energy diperlukan dua usaha sekaligus: menambah supply energi alternatif dan mengurangi demand energi saat ini dengan menggunakan teknologi yang lebih effisien. Salah satu yang diperbandingkan dalam buku itu adalah pemakaian energi untuk transportasi. Kalau mau 100% sustainable energy, artinya kendaraan BBM juga harus diganti dengan kendaraan listrik. Mobil listrik yang paling murah dan paling rendah teknologinya saja sudah lebih dari dua kali lebih effisien dari pemakaian mobil yang asumsikan MacKay (80MPG-ekivalen dari mobil listrik terjelek, versus 33MPG mobil BBM asumsi MacKay). Apalagi mobil2 listrik yang lebih effisien sudah banyak yang melebihi 100MPG-e bahkan sampai 170MPGe. Dalam neraca MacKay (http://www.inference.phy.cam.ac.uk/withouthotair/c18/page_103.shtml) yang menyatakan CAR: 40KWH/d/p, bisa diganti dengan mobil listrik yang 'hanya' dua kali lebih efisien. Maka total pemakaian berkurang menjadi 175KWH/d/p dan neraca tersebut berpindah menjadi surplus enegri alternatif sebesar 5KWH/d/p. Belum lagi kalau demand yang lain juga diefisienkan. Dan saya juga sangat setuju sekali dengan menempatkan bio-energi diposisi priorotas paling akhir. Karena side-effectnya terlalu banyak: pembukaan lahan hutan dan monokultur pertanian, persaingan dengan produk pangan yang dapat meningkatkan harga makanan, dan tetap menggunakan teknologi "berbakar" yang menghasilkan polusi. Memang kebijakan untuk alternatif energi di Indonesia masih simpang siur. Di satu sisi pajak import produk alternatif energi sudah dihapuskan, namun subsidi terhadap BBM dan listrik masih terlalu tinggi untuk dapat disaingi oleh alternative energi. Disamping itu faktor korupsi juga berpengaruh ke image alternative energi bagi masyarakat Indonesia. Seolah-olah alternative energy tidak reliable padahal akibat dari proyek-proyek yang menggunakan bahan-bahan murahan karena dananya sudah terpangkas di sana-sini. Salam dari Bali, Wayan Heru Young ________________________________ From: Ong Han Ling <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 22, 2012 12:25 AM Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013 Pak, Memang menaggulangi energi harus menyeluruh, komprehensif dan holistik. Tidak bisa sebagian saja. Alternative energy, yang Anda usulkan berasal dari bio seperti tebu,jarak, dsb. Alternatif energi yang Anda kemukakan saya tempatkan sebagai prioritas terakir, yaitu urutan ke-11. Renewable energi kelihatannya berlimpah dan murah, tetapi teknologinya belum maju. Sumber yang bagus untuk mempelajari alternative energi adalah buku karangan David MacKay dari UIT, Cambridge. Judul bukunya "Sustainable energy - without the hot air" atau diterjemahkan bebas "Sustainable energy -tanpa abab". Dibuku ini, yang bisa di download free, MacKay membandingkan segala macam alternative energi termasuk luas tanah yang diperlukan. Asumsi dia adalah bahwa tiap orang memerlukan 135kwh/d. Jadi untuk menghidupi satu juta orang deperlukan tanah yang luar biasa luasnya termasuk untuk biomass(lih.slides). Maka itu biaya renewable energi akan mahal. Selain itu, untuk Indonesia ada satu faktor utama yang menganjal perkembangan alternatif energi, yaitu adanya subsidi. Umpama harga pokok disel 100. Diluar negeri akan kena pajak dan dijual ke konsumen 200 (di Eropa sampai 300+). Swasta yang ingin menjual Alternative energi, bertanding dengan harga 200. Jadi siapa saja yang bisa menjual energi seharga 200, akan laku dan bahkan dibebaskan sales tax/PPN 10%, jika berupa renewable energi. Di Indonesia kebalikan, diesel yang harga pokok 100 disubsidi hingga dijual ke rakyat cuma 50. Alternatif energi di Indonesia harus bertanding lawan harga 50. Sedangkan diluar negeri alteranatif energi bersaing dengan harga 200. Jadi pengusaha Indonesia harus jadi superman teknologi untuk bisa menghasilkan energi dengan harga dibawah 50. Terlampir daftar harga diesel dan gasoline di Negara-negara Asia. Harga di Korea 3X harga di Indonesia. Pencarian Alternatif energi bisa berkembang di Korea, tetapi tidak mungkin di Indonesia. Salam, HL Ong -----Original Message----- From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, May 20, 2012 6:06 AM To: Iagi Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013 Pak Ong, kalau selalu andalin bahan bakar dari sitem tAmbang, memang menyedihkan, kalau tata kelolanya masih seperti saat ini. Jual murah keluar, lebih mahal jual dlm negeri. Bagaimana kalau mulai dipikiran model Brasil, pakai tebu untuk bahan bakar? Untuk oli pakai jarak?(India penghasil castor oil terbesar saat ini, setau saya) Bukankah masih ribuan hektar tanah kita tidak tergarap dengan baik? Malah dihancurkan struktur dan kesuburannya oleh manusia? Ada juga sorgum manis, dlm 3 bln sudah dpt dijadikan methanol, bijinya bagus untuk bahan makanan, karena glukosenya rendah. Buat roti bagi penderita diabeter. Sisanya buat makan ternak dan pupuk. Ingin komentarnya Pak, mumpung masih ada waktu sbelum minyak tdk dpt diambil. Powered by Telkomsel BlackBerryR -----Original Message----- From: "Ong Han Ling" <[email protected]> Date: Fri, 18 May 2012 09:17:21 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013 ---------------------------------------------------------------------------- ---- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com ---------------------------------------------------------------------------- ---- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. ---------------------------------------------------------------------------- ---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

